Menurut penilaian internal Pentagon, kerusakan pada fasilitas markas tersebut diperkirakan mencapai sekitar 200 juta dolar AS.
Tidak hanya fasilitas militer, Iran juga menargetkan sejumlah fasilitas diplomatik Amerika Serikat yang berada di beberapa negara kawasan Teluk.
Serangan tersebut memaksa penutupan sementara beberapa kantor perwakilan AS, termasuk konsulat di Dubai, serta kedutaan besar di Kuwait City dan Riyadh.
Meski sejumlah fasilitas mengalami kerusakan, pihak Amerika Serikat melaporkan tidak ada korban jiwa dari kalangan diplomat maupun staf kedutaan dalam serangan tersebut.
Konflik di kawasan Timur Tengah sendiri semakin memanas setelah serangan gabungan yang dilakukan oleh Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran pada 28 Februari lalu.
Sejak saat itu, pertempuran terus berlanjut dan menimbulkan korban besar di berbagai pihak, termasuk lebih dari 1.200 korban jiwa di Iran serta ratusan korban luka di berbagai wilayah yang terdampak konflik tersebut. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.









