Teheran-Mediadelegasi: Sedikitnya 10 kapal tanker minyak dilaporkan terkena serangan rudal saat melintas di Selat Hormuz. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) yang menegaskan bahwa kapal-kapal itu berasal dari berbagai negara, termasuk Amerika Serikat.
Serangan Rudal Picu Eskalasi Ketegangan Kawasan
Wakil Komandan Angkatan Laut IRGC, Mohammad Akbarzadeh, menyatakan bahwa pihaknya telah berulang kali memperingatkan kapal-kapal asing agar tidak melintasi jalur tersebut. Namun, peringatan itu disebut tidak diindahkan.
“Mengingat peringatan berulang Angkatan Laut IRGC bahwa Selat Hormuz tidak aman, lebih dari 10 kapal tanker minyak yang mengabaikan peringatan ini terkena berbagai rudal dan terbakar,” ujar Akbarzadeh seperti dikutip kantor berita Fars, Rabu (4/3/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menegaskan Iran serius dalam menutup total Selat Hormuz. Artinya, tidak ada satu pun kapal, baik tanker minyak, kapal dagang, maupun kapal perikanan, yang diperbolehkan melintas selama kebijakan tersebut diberlakukan.
Menurut Akbarzadeh, saat ini Selat Hormuz berada di bawah kendali penuh Angkatan Laut IRGC. Pengawasan dilakukan secara ketat dengan patroli intensif di kawasan perairan strategis tersebut.
Baca Juga : https://mediadelegasi.id/pelantikan-wakil-rektor-usu-periode-2026-2031-resmi-digelar/
Sebelumnya, penasihat senior IRGC, Ebrahim Jabbari, juga menyampaikan ancaman serupa. Ia menyatakan bahwa setiap kapal yang tetap nekat melintas akan menjadi target serangan.
“Amerika Serikat rakus akan minyak. Beri tahu mereka bahwa kami sekarang telah menutup Selat Hormuz dan tidak akan mengizinkan kapal-kapal melewatinya,” kata Jabbari dalam pernyataan terpisah.
Ia memperkirakan penutupan jalur vital tersebut dapat mendorong harga minyak dunia melonjak hingga 200 dolar AS per barel. Kenaikan tajam itu dinilai berpotensi mengguncang perekonomian global, terutama negara-negara pengimpor energi.
Selat Hormuz sendiri menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan Laut Arab. Wilayah pantai utara berada di bawah kedaulatan Iran, sementara pantai selatan berbatasan dengan Uni Emirat Arab dan Oman.
Laporan media internasional menyebutkan biaya pengiriman laut ke Irak melonjak hingga 60 persen akibat kenaikan premi asuransi. Sejumlah kapal tanker juga dilaporkan tertahan di perairan Irak, menunggu situasi di Selat Hormuz kembali aman. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.












