Medan-Mediadelegasi: Dr Drs Sonny W Manalu MM meminta, Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) memiliki konsistensi dalam menjalankan dan mengembangkan program harus berorientasi kepentingan masyarakat.
“Khususnya masyarakat marginal yang kurang beruntung hidupnya baik secara sosial maupun secara ekonomi patut menjadi perhatian,” harap Sonny W Manalu, mantan Staf Ahli Mensos RI, saat menerima audiensi Pengurus GMKI Kota Medan, Selasa (17/11), di Medan.
Selain itu, katanya, GMKI harus mampu memosisikan diri sebagai kekuatan sosial kontrol bagi setiap kebijakan pemerintah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
BACA JUGA: Sonny Manalu Segera Bentuk KBA Mapancas di Indonesia
Menurutnya, pemuda bukan sekadar gagah-gagahan. “Menjadi aktifis itu dituntut menjadi generasi kritis tapi konstruktif,” ujar Sonny, anggota Dewan Jaminan Sosial Nasional yang juga Aktifis Organisasi Tingkat Nasional itu.
Senior GMKI yang sukses berkarir di Ibukota Jakarta ini juga mengharapkan kader GMKI harus bisa hadir di lingkungan masing-masing sebagai pembawa kesejukan. “Bisa menjadi pendamping masyarakat dalam memperjuangkan hak-hak dasarnya, khususnya masyarakat marginal dan masyarakat berpenghasilan rendah,” katanya.
Serahkan Buku
Kepada Pengurus GMKI Cabang Medan yang beraudiensi itu, masing-masing, Irwan Siregar (Ketua), Rumondang Simbolon (Sekretaris) dan Daniel Butar Butar (Bendahara), Sonny mengingatkan dengan jiwa kritis, mahasiswa bisa produktif, dinamis dan akhirnya bermanfaat dalam kehidupan.
Irwan Siregar, mengharapkan agar Sonny Manalu selaku senior terus berkarya dan berjuang untuk kepentingan rakyat, walau saat ini sudah berada di zona nyaman.
“Kami para Junior mendukung jika Bang Sonny Manalu ingin berkiprah lewat politik praktis, semoga kelak bisa duduk di lembaga legislatif, untuk berjuang memperjuangkan aspirasi Rakyat menghapus kemiskinan,” lanjut Irwan.
Dalam pertemuan santai tersebut, Sonny berkesempatan menyerahkan Buku karyanya “Aktifis-Birokrat, Birokrat-Aktifis” berisikan catatan perjalanan karirnya selaku Birokrat selama 30 Tahun maupun selaku Aktifis selama 35 Tahun. D|Red












