Spektrum Letusan Semeru, Sembilan Erupsi Beruntun Sabtu Pagi

- Penulis

Sabtu, 4 April 2026 - 13:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gunung Semeru erupsi 9 kali beruntun, Sabtu pagi (4/4/2026). Foto: Ist.

Gunung Semeru erupsi 9 kali beruntun, Sabtu pagi (4/4/2026). Foto: Ist.

Malang-Mediadelegasi: Aktivitas vulkanik Gunung Semeru kembali meningkat pada Sabtu pagi (4/4/2026). Spektrum Letusan Semeru terlihat dari rangkaian erupsi yang terjadi beruntun, di mana gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut tercatat mengalami sembilan kali letusan dengan kolom abu vulkanik mencapai sekitar 1.000 meter di atas puncak.

Spektrum Letusan Semeru Picu Kewaspadaan Warga

Rentetan erupsi tersebut memicu kewaspadaan tinggi bagi masyarakat yang tinggal di wilayah perbatasan Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang. Aktivitas gunung api yang dikenal dengan nama Mahameru ini dipantau secara intensif oleh petugas di pos pengamatan.

Berdasarkan laporan petugas Pos Pengamatan Gunung Api Semeru, aktivitas seismik sejak dini hari didominasi oleh gempa letusan yang terjadi berulang kali. Getaran tersebut menandakan adanya tekanan magma yang terus bergerak menuju permukaan.

Rangkaian erupsi pertama tercatat terjadi tidak lama setelah pergantian hari. Pada pukul 00.07 WIB, letusan awal melontarkan kolom abu setinggi sekitar 700 meter yang bergerak ke arah selatan mengikuti arah angin.

BACA JUGA:  Rangkaian Peringatan HANI 2025, PKS Sumut Siap Dukung Poldasu Berantas Narkoba

Aktivitas erupsi kemudian terus berlanjut hingga pagi hari. Letusan paling tinggi tercatat pada pukul 05.19 WIB, ketika kolom abu vulkanik teramati mencapai sekitar 1.000 meter di atas puncak gunung atau sekitar 4.676 meter di atas permukaan laut.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto, menjelaskan bahwa erupsi kesembilan terjadi pada pukul 06.22 WIB. Letusan tersebut terekam oleh seismograf dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan berlangsung selama lebih dari dua menit.

Baca Juga : https://mediadelegasi.id/tangki-air-mematikan-empat-pekerja-tewas-di-jagakarsa/

Menurutnya, kolom abu dari erupsi tersebut terlihat cukup tebal dan bergerak ke arah barat. Kondisi ini menunjukkan bahwa aktivitas vulkanik di Semeru masih berada dalam fase fluktuatif dan perlu terus diawasi.

Secara keseluruhan, dalam kurun waktu enam jam sejak tengah malam hingga pukul 06.00 WIB, alat pemantau mencatat sedikitnya 17 kali gempa letusan. Durasi tiap letusan berkisar antara 56 hingga 112 detik.

BACA JUGA:  IKN: Simbol Masa Depan Indonesia dan Tantangan Pembangunannya

Melihat kondisi tersebut, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi atau PVMBG kembali mengingatkan masyarakat untuk mematuhi zona bahaya yang telah ditetapkan.

Saat ini status aktivitas Gunung Semeru masih berada pada Level III atau Siaga. Dalam status ini, masyarakat dilarang melakukan aktivitas di sektor tenggara dalam radius 13 kilometer dari pusat erupsi.

Selain itu, warga juga diminta menjauhi sempadan sungai dengan jarak minimal 500 meter dari tepi aliran sungai yang berhulu di puncak Semeru. Wilayah seperti Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat berpotensi dilalui aliran awan panas maupun lahar.

Pemerintah daerah bersama petugas penanggulangan bencana terus mengimbau masyarakat agar tetap tenang namun siaga. Warga diminta selalu mengikuti arahan petugas karena kondisi cuaca dan curah hujan dapat memicu potensi lahar dingin di kawasan aliran sungai sekitar gunung. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wabup Dairi Wahyu Daniel Sagala Paparkan Progres Nyata Pembangunan Infrastruktur
Divonis 4 Bulan Penjara, Wakil Gubernur Hellyana Ajukan Banding
Memimpin, Bukan Memanejeri Belajar dari Alex Ferguson dan Michael Moritz untuk Menguatkan Organisasi Kemasyarakatan Berbasis Genealogis di Indonesia
Aktor Park Dong Bin Meninggal Dunia, Sosok di Balik Viral ‘Meme Jus’
Helikopter PK CFX Jatuh di Sekadau, Delapan Jiwa Melayang di Hutan Rimba
Menaker: Serikat Pekerja Bukan Lawan Perusahaan, tapi Penjaga Hak Pekerja
PSSI Sumut Gandeng AAFI, 26 Peserta Lulus Kursus Pelatih Futsal Nasional di Medan
Bantuan Bencana Muzani Disalurkan untuk Warga Sumatera Utara

Berita Terkait

Rabu, 20 Mei 2026 - 15:28 WIB

Wabup Dairi Wahyu Daniel Sagala Paparkan Progres Nyata Pembangunan Infrastruktur

Rabu, 20 Mei 2026 - 15:20 WIB

Divonis 4 Bulan Penjara, Wakil Gubernur Hellyana Ajukan Banding

Selasa, 19 Mei 2026 - 15:22 WIB

Memimpin, Bukan Memanejeri Belajar dari Alex Ferguson dan Michael Moritz untuk Menguatkan Organisasi Kemasyarakatan Berbasis Genealogis di Indonesia

Kamis, 30 April 2026 - 14:12 WIB

Aktor Park Dong Bin Meninggal Dunia, Sosok di Balik Viral ‘Meme Jus’

Jumat, 17 April 2026 - 14:17 WIB

Helikopter PK CFX Jatuh di Sekadau, Delapan Jiwa Melayang di Hutan Rimba

Berita Terbaru