Tangki Air Mematikan, Empat Pekerja Tewas di Jagakarsa

- Penulis

Sabtu, 4 April 2026 - 13:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Polisi memasang garis polisi (police line) di lokasi tewasnya 4 pekerja proyek di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan. Foto: Ist.

Polisi memasang garis polisi (police line) di lokasi tewasnya 4 pekerja proyek di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan. Foto: Ist.

Jakarta-Mediadelegasi: Kecelakaan kerja tragis terjadi di sebuah proyek pembangunan gedung bertingkat di kawasan Jalan TB Simatupang, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Insiden tangki air mematikan ini menewaskan empat orang pekerja yang terjatuh ke dalam penampungan air saat proses pengurasan tengah berlangsung.

Tangki Air Mematikan di Proyek Jagakarsa

Peristiwa memilukan tersebut terjadi saat para pekerja tengah menjalankan tugas rutin membersihkan tangki air yang berada di area proyek bangunan. Tangki tersebut diketahui memiliki ukuran cukup besar dan berada di bagian bawah konstruksi bangunan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, membenarkan adanya kecelakaan kerja yang merenggut nyawa empat pekerja tersebut. Menurutnya, insiden terjadi ketika para pekerja membuka penutup tangki untuk melakukan pengurasan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Benar, terjadi kecelakaan kerja di proyek bangunan di Jagakarsa saat proses pengurasan penampungan air,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Budi Hermanto, dalam keterangannya, Jumat (3/4).

Korban meninggal dunia diketahui berinisial YN (32), MW (62), TS (63), dan MF (19). Mereka diduga terjatuh secara beruntun saat berusaha melakukan pekerjaan di area tangki yang kondisinya tertutup dan minim ventilasi udara.

Selain empat korban tewas, tiga pekerja lainnya juga mengalami dampak serius akibat insiden tersebut. Mereka berinisial U (41), AJ (37), dan S (63) yang mengalami sesak napas setelah berada di sekitar lokasi tangki.

Baca Juga : https://mediadelegasi.id/pusaran-dugaan-masalah-tata-kelola-di-lldikti-wilayah-i-dari-dugaan-mark-up-anggaran-hingga-hak-pekerja-yang-terabaikan

Kronologi kejadian bermula saat salah seorang pekerja pertama kali membuka penutup tangki air. Tanpa disadari, pekerja tersebut terjatuh ke dalam tangki yang diduga memiliki kondisi udara berbahaya.

Melihat rekannya terjatuh, beberapa pekerja lain mencoba memberikan pertolongan. Namun karena tidak dilengkapi peralatan keselamatan kerja yang memadai, mereka justru ikut terjatuh ke dalam tangki tersebut.

Sejumlah saksi di lokasi menyebutkan bahwa kondisi di sekitar tangki terasa sangat pengap dan panas saat proses evakuasi berlangsung. Hal ini diduga menjadi salah satu faktor yang memperburuk kondisi para pekerja yang terjebak di dalamnya.

Tim evakuasi akhirnya berhasil mengeluarkan para korban dari dalam tangki air tersebut. Seluruh korban kemudian segera dilarikan ke RSUD Pasar Rebo untuk mendapatkan penanganan medis.

Namun nahas, empat pekerja dinyatakan meninggal dunia setelah tiba di rumah sakit. Sementara tiga korban lainnya hingga kini masih menjalani perawatan intensif akibat gangguan pernapasan.

Pihak kepolisian langsung turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara. Sejumlah saksi mata juga dimintai keterangan guna mengetahui secara pasti bagaimana insiden tersebut bisa terjadi.

Polisi menyatakan penyelidikan masih terus dilakukan, termasuk mendalami kemungkinan adanya kelalaian serta kepatuhan terhadap standar keselamatan kerja di proyek tersebut. Hasil penyelidikan diharapkan dapat memberikan kejelasan sekaligus mencegah kejadian serupa terulang kembali di masa mendatang. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kasus Penikaman Ketua Golkar Maluku Tenggara Masuk Tahap Penyidikan, SPDP Dikirim ke Kejaksaan
Lepas Kloter JKB 01, Gus Irfan dan Sufmi Dasco Pimpin Pelepasan Jemaah Haji Embarkasi Banten
Terkuak di Persidangan, “Sultan Kemnaker” Bobby Mahendro Akui Miliki Tiga NIK Berbeda
Target Rampung 2,5 Tahun, Menko Yusril Desak Pembahasan RUU Pemilu Dimulai Pertengahan 2026
Tragedi di Bandara: Ketua Golkar Maluku Tenggara Tewas, Pelaku Ternyata Atlet MMA
Noel Berang: Sebut ‘Sultan Kemnaker’ Tak Layak Jadi Saksi Mahkota, Layak Dihukum Mati
Tragedi Berdarah di Bandara Karel Sadsuitubun: Nus Kei Tewas Ditikam Akibat Dendam Masa Lalu
Kebon Pala Terendam Banjir 1,75 Meter: Warga Mulai Mengungsi Akibat Luapan Sungai Ciliwung

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 17:29 WIB

Kasus Penikaman Ketua Golkar Maluku Tenggara Masuk Tahap Penyidikan, SPDP Dikirim ke Kejaksaan

Rabu, 22 April 2026 - 16:22 WIB

Lepas Kloter JKB 01, Gus Irfan dan Sufmi Dasco Pimpin Pelepasan Jemaah Haji Embarkasi Banten

Rabu, 22 April 2026 - 14:06 WIB

Terkuak di Persidangan, “Sultan Kemnaker” Bobby Mahendro Akui Miliki Tiga NIK Berbeda

Rabu, 22 April 2026 - 13:45 WIB

Target Rampung 2,5 Tahun, Menko Yusril Desak Pembahasan RUU Pemilu Dimulai Pertengahan 2026

Senin, 20 April 2026 - 14:52 WIB

Tragedi di Bandara: Ketua Golkar Maluku Tenggara Tewas, Pelaku Ternyata Atlet MMA

Berita Terbaru