Subsidi Motor Listrik Belum Jelas, Industri Terombang-Ambing

Senin, 7 Juli 2025 - 11:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Motor Listrik. (Foto : Ist.)

Motor Listrik. (Foto : Ist.)

Jakarta-Mediadelegasi : Nasib subsidi motor listrik bikin nangis karena belum juga diumumkan secara jelas oleh pemerintah. Ketidakpastian ini membuat industri kendaraan listrik roda dua di Indonesia seperti terombang-ambing tanpa arah.

Sementara mobil listrik dan mobil hybrid sudah menikmati insentif, motor listrik masih menunggu kepastian yang tak kunjung datang. Kondisi ini membuat konsumen ragu untuk membeli. Banyak yang memilih menunda hingga kejelasan subsidi motor listrik diumumkan.

Akibatnya, penjualan motor listrik anjlok dan membuat produsen harus memutar otak untuk bertahan. Pemerintah memang memberikan skema subsidi berbeda untuk motor listrik dibanding mobil listrik.

Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Dasar Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah, Muhammad Rachmat Kaimuddin mengatakan untuk motor listrik potongan diberikan langsung kepada konsumen, bukan berupa insentif pajak seperti pada mobil.

“Skemanya ini berbeda, kalau motor listrik mau masuk Perpres yang sudah ada berarti ikut 10 persen. Tapi potongannya cuma sedikit, paling cuma Rp2 juta,” ujar pria yang juga menjabat sebagai Dewan Pembina AEML (Asosiasi Ekosistem Mobilitas Listrik) di Jakarta.

Dengan subsidi Rp7 juta yang selama ini digadang-gadang, dealer malah harus menanggung biaya di awal. Proses klaim subsidi dari pemerintah tidak langsung diterima produsen, menimbulkan beban keuangan.

BACA JUGA:  Mancing Manies: Program Baru yang Mengajakmu Menyelami Dunia Memancing

Hal ini membuat rantai distribusi dan penjualan jadi macet. “Saya tidak tahu, harus ditanya dulu. Saya sedang menyiapkan laporan untuk Perpres (Peraturan Presiden) 79,” ucap Rachmat.

Padahal, subsidi motor listrik sangat mempengaruhi daya beli masyarakat. Harga motor listrik jadi lebih murah, dan minat pasar meningkat pesat ketika program insentif berjalan.

Inilah yang terjadi pada 2024, ketika kuota 50.000 unit langsung ludes, bahkan penjualan tembus hingga 60.000 unit. Berbeda dengan awal 2025, pasar motor listrik tanpa subsidi benar-benar lesu.

Pada kuartal pertama, hanya sekitar 2.000 unit yang berhasil terjual. Ini menandakan bahwa masyarakat masih sangat tergantung pada insentif pemerintah untuk beralih ke motor listrik.

Bagi produsen, kondisi ini sangat menyulitkan. Mereka sudah melakukan produksi massal, namun barang menumpuk karena tidak terserap pasar. Di sisi lain, arus kas perusahaan tersendat karena subsidi tak kunjung mengucur.

Bukan hanya produsen, dealer juga ikut menjerit. Mereka harus menanggung potongan harga sementara uang pengganti belum jelas waktunya. Ketidakpastian ini membuat banyak pelaku usaha waswas dan mempertimbangkan ulang investasi di sektor kendaraan listrik.

BACA JUGA:  Menteri PKP Gandeng Gubernur Sumut Sukseskan Pembangunan 15.000 Rumah Subsidi 

Di tengah kampanye besar-besaran pemerintah untuk mendorong transisi ke kendaraan ramah lingkungan, subsidi motor listrik yang belum jelas ini justru menjadi batu sandungan. Alih-alih menjadi pendorong, ketidakpastian insentif justru menghambat laju elektrifikasi kendaraan roda dua.

Semua pihak kini menunggu kejelasan isi Perpres yang akan menjadi dasar hukum pemberian subsidi. Harapannya, pemerintah segera bertindak tegas agar pasar tidak semakin goyah.

Masa depan industri motor listrik di Indonesia kini bertumpu pada keputusan yang tak kunjung turun. Pemerintah diharapkan dapat segera mengumumkan kebijakan yang jelas dan konsisten untuk mendukung perkembangan industri motor listrik di Indonesia.

Dengan demikian, industri motor listrik dapat tumbuh dan berkembang dengan baik, serta dapat membantu pemerintah dalam mencapai target elektrifikasi kendaraan roda dua di Indonesia. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jampidsus Febrie Adriansyah Dikabarkan Mundur
Surat Rahasia Kejagung Bocor: Soroti Kasus Pejabat, Pegawai Kejaksaan Dilarang Komentar Soal Perkara
Bupati Langkat Syah Afandin Di OTT KPK
Pertamina Resmi Naikkan Harga Pertamax
Nama Raffi Ahmad Terseret Dalam Kasus Dugaan Suap Importasi Barang di Bea Cukai
​Kurs Rupiah Terpuruk di Angka Rp18.000, Hasto Kristiyanto Kritik Keras Manajemen Pemerintahan
Tuntut Kepastian Operasional, Investor Dapur SPPG di Wilayah 3T Geruduk Kantor BGN
Rupiah Hancur! Tembus Rp18.175 per Dolar AS
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 00:15 WIB

Jampidsus Febrie Adriansyah Dikabarkan Mundur

Kamis, 9 Juli 2026 - 23:19 WIB

Surat Rahasia Kejagung Bocor: Soroti Kasus Pejabat, Pegawai Kejaksaan Dilarang Komentar Soal Perkara

Jumat, 3 Juli 2026 - 09:17 WIB

Bupati Langkat Syah Afandin Di OTT KPK

Rabu, 10 Juni 2026 - 07:47 WIB

Pertamina Resmi Naikkan Harga Pertamax

Selasa, 9 Juni 2026 - 15:03 WIB

Nama Raffi Ahmad Terseret Dalam Kasus Dugaan Suap Importasi Barang di Bea Cukai

Berita Terbaru

Foto: Proses Penangkapan WNA Singapura yang diduga Memproduksi Pabrik Vape Narkoba di Medan(Kiri), Kakanwil Imigrasi Sumut(Kanan).

Kota Medan

Kanwil Imigrasi Sumut Bungkam Soal WNA Singapura

Jumat, 10 Jul 2026 - 15:51 WIB