Medan-Mediadelegasi : Tas Birkin pertama buatan Hermes baru-baru ini terjual dengan harga yang fantastis, yaitu US$10 juta atau sekitar Rp162 miliar di balai lelang Sotheby’s. Tas yang sudah dalam kondisi tidak sempurna ini menjadi tas tangan termahal yang pernah terjual di pelelangan. Meskipun tas berwarna hitam ini sudah lecet dan bernoda, namun tetap mampu menarik perhatian kolektor-kolektor kelas dunia.
Sotheby’s tidak memberikan perkiraan harga sebelum pelelangan, namun selama siaran langsung penjualan, penawaran semakin tinggi antara 9 kolektor. Pertarungan sengit ini akhirnya dimenangkan oleh seorang kolektor pribadi asal Jepang.
Morgane Halimi, kepala global tas tangan dan aksesori Sotheby’s, menyebut penjualan ini sebagai “tonggak penting” bagi sejarah mode dan kemewahan. “Ini adalah demonstrasi yang mengejutkan tentang kekuatan sebuah legenda dan kapasitasnya untuk membangkitkan gairah dan keinginan para kolektor yang mencari barang-barang luar biasa dengan asal-usul yang unik,” kata Halimi.
Tas ini merupakan tas Birkin pertama yang dibuat Hermes untuk aktor dan penyanyi Inggris Jane Birkin. Birkin mengenakan tas ini hampir setiap hari pada 1985-1994 sebelum menjadi simbol kemewahan mode masa kini.
Tas ini memecahkan rekor penjualan termahal di Sotheby’s. Sebelumnya, rekor penjualan tas dipecahkan oleh tas Kelly yang bertahtakan berlian seharga US$513 ribu atau sekitar Rp8 miliar.
‘Birkin asli’ sudah berpindah tangan lebih dari sekali sejak Jane Birkin menjualnya pada 1994 guna mendukung penelitian AIDS. Tas terakhir kali dilelang 25 tahun lalu oleh Sotheby’s dan diidentifikasi sebagai milik Catherine B.
Jane Birkin meninggal pada 2023 dalam usia 76 tahun. Semasa hidupnya, ia pernah bergurau bahwa orang akan paling mengingatnya karena inspirasi gayanya. “Astaga, kalau saya meninggal nanti… (orang-orang) mungkin hanya akan membicarakan tasnya,” katanya.
Menurut balai lelang, tas Birkin asli memiliki perbedaan dengan tipe-tipe tas berikutnya. Perbedaan ini terletak pada ukuran tas tangan, cincin, dan perangkat keras, serta tali bahu.
Tas ini juga memiliki sepasang pemotong kuku perak kecil yang menjuntai di tali bahu. Birkin menyukai kuku yang rapi sehingga ia menyimpan pemotong kuku di dekatnya agar mudah diakses dan digunakan.
Tas ini menjadi saksi perjalanan Birkin, termasuk perubahan warna akibat dua stiker dari organisasi kemanusiaan Médecins du Monde dan UNICEF.
Penjualan tas ini menunjukkan bahwa barang-barang kemewahan dapat memiliki nilai yang sangat tinggi jika memiliki sejarah dan asal-usul yang unik.
Kolektor-kolektor kelas dunia bersedia membayar harga yang tinggi untuk memiliki barang-barang yang memiliki nilai sejarah dan estetika yang tinggi.
Tas Birkin ini menjadi contoh bagaimana sebuah barang dapat menjadi simbol status dan kemewahan, serta bagaimana nilai sebuah barang dapat meningkat seiring waktu.
Dengan penjualan ini, Sotheby’s kembali menunjukkan posisinya sebagai salah satu balai lelang terkemuka di dunia, yang mampu menarik perhatian kolektor-kolektor kelas dunia dan menjual barang-barang dengan nilai yang sangat tinggi.
Penjualan tas Birkin ini juga menunjukkan bahwa minat terhadap barang-barang kemewahan dan mode masih sangat tinggi, dan bahwa kolektor-kolektor kelas dunia bersedia membayar harga yang tinggi untuk memiliki barang-barang yang langka dan unik. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.






