Samosir-Mediadelegasi: Tim Bupati Percepatan Pembangunan (TBPP) nama baru dari Staf Khusus Bupati di Pemkab Samosir ternyata mempunyai peran dalam menentukan pejabat di Pemkab Samosir.
Sebutan Baperjakat juga telah berganti dengan Tim Penilai Kinerja. “Dulu namanya Baperjakat, sekarang namanya tim penilai kinerja,” jelas Mangindar Simbolon salah satu TBPP Pemkab Samosir, di Pangururan belum lama ini.
Mangindar menjelaskan tentang keterlibatan kelima personil TBPP dalam pengisian jabatan di sejumlah OPD Pemkab Samosir.
“Kami tidak mencampuri substansi, tapi kenapa belum dimulai? Lalu kami bikin nota dinas kepada pak bupati, untuk mengejar ini, mengejar persiapan APBD 2022, maka perlu melantik eselon lll dan sebahagian telah dilaksanakan Desember lalu,” kata Mangindar.
Lebih lanjut dia mengakui, assessment sudah ada. Namun katanya, itu hanyalah salah satu dasar penilaian.
“Nah kita doronglah, kita diskusi dengan teman-teman, ini berapa lama ini, harus mengejar misalnya, supaya bisa pelantikan minggu terakhir Desember, maka saya masih ingat, kita harapkan dari tanggal 8 Desember tim penilai kinerja harus sudah mulai bekerja, hasilnya diberikan kepada Bupati dan Wakil Bupati,” jelasnya.
Tentang keterbukaan hasil assessment yang ramai diperbincangkan di kalangan masyarakat, menurutnya itu tidak harus dipublikasikan.
” Assessment itu sebenarnya rahasia pimpinan, saya pernah lakukan asasement itu internal, kita gak boleh mempermalukan orang,” harapnya.
Selain assessment, Tim penilai kinerja, TBPP, ternyata penempatan para pejabat di Pemkab Samosir dipengaruhi berbagai sektor.
” Assessment itu kan, ada beberapa unsur di dalam. Menempatkan seseorang di jabatan itu tidak hanya assessment, ada faktor lain,” katanya.
Menurutnya, bisa saja nanti nilai assessment bagus bidang ini, tapi di bidang lain dia tidak bagus, misalnya kepemimpinan, leadersipnya, kepercayaan pimpinan, maka itu dianggap rahasia pimpinan, tak perlu dipublish.
Mangindar Simbolon juga menyarankan kepada Bupati dan Wakil Bupati Samosir tentang pengalamanya menempatkan pejabat sewaktu ia menjabat sebagai Bupati Samosir selama dua periode.
“Kalau saya dulu, dan saya sarankan juga bupati dan wakil bupati sekarang, itu adalah resultant, ada assessment, ada dari tim penilai kinerja, baperjakat, bahkan ada masukan dari masyarakat,” ungkapnya.
Menanggapi tentang berbagai protes tentang pelantikan eselon ll dan lll yang sudah digelar pada bulan Desember tahun lalu, Mangindar menganggap itu hal yang lumrah.
“Apalagi kondisi sekarang jabatan struktural berkurang, tapi calon bertambah, karena tidak hanya eselon lll itu yang berkeinginan disitu, yang dari bawah tadinya yang kepala seksi kepala seksi, sudah memenuhi syarat berkeinginan kan. Itulah prerogatif bupati dan wakil bupati,” tandasnya.
Sebelumnya Bupati Samosir Vandiko Timotius Gultom sudah melantik beberapa pejabat Eselon ll dan III dijajaran Pemkab Samosir, yang digelar di Aula Kantor Bupati Samosir, pada Desember Tahun lalu. D|Sam-59






