Tindakan Lurah Kesawan Menuai Kecaman

Sabtu, 4 September 2021 - 02:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aksi ngamen di Lapangan Merdeka, Jalan Balaikota Medan, Jumat (3/9), dibubarkan Lurah Kesawan. Foto: D|Ist

Aksi ngamen di Lapangan Merdeka, Jalan Balaikota Medan, Jumat (3/9), dibubarkan Lurah Kesawan. Foto: D|Ist

Medan-Mediadelegasi: Maswan Harahap, Lurah Kesawan, Kota Medan, Sumatera Utara, Jumat (3/9), membubarkan aksi ngamen di Lapangan Merdeka, Jalan Balaikota Medan. Tindakan lurah ini menuai kecaman sejumlah elemen masyarakat serta tokoh pemuda di Kota Medan.

Menurut mereka, aksi mengamen di Jalan yang dilakukan para musisi Kota Medan tersebut bertujuan mengais rezeki guna menghidupi keluarga di tengah pandemi Covid-19 berdampak vakum dua tahun terakhir terhadap profesi yang mereka geluti.

“Kami sangat menyesalkan tindakan Lurah Kesawan yang terkesan membenturkan PPKM dalam membungkam kreativitas para kaum muda dalam mengekspresikan diri serta mengharapkan rezeki mengamen dari pengendara,” ujar Ketua Panggung Musisi Kota Medan Budi Dharma SH.

BACA JUGA: SMSI Medan Fasilitasi Kegiatan Musisi Mengamen di Masa Pandemi

Seharusnya, jelas Budi Dharma yang juga Sekretaris Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kota Medan ini, jika Lurah itu memiliki wawasan, arif dan bijaksana serta benar-benar menunjukkan loyalitas, dapat memanfaatkan momen aksi mengamen para musisi menaikkan nama baik dengan merangkul serta mengapresiasi kegiatan tersebut.

BACA JUGA:  Sertifikat Tanah Bakal Dilengkapi Foto Pemilik

Budi Dharma yang juga Advokat muda ini menyebutkan, Lurah menuding aksi mengamen itu melanggar aturan sehingga aksi mengamen tersebut dibubarkan sebuah tudingan yang keliru.

Dikatakannya, Walikota Medan saat ini fokus melakukan pendataan dan penyaluran bantuan PPKM. “Seharusnya, sembari melihat dan mengapresiasi aksi mengamen tersebut, Lurah bisa sekalian melakukan pendatan agar Walikota yang begitu bijaksana memberikan bantuan kepada warganya di Kota Medan cepat teralisasi. Sekali mendayung, dua tiga pulau terlampui,” kata Budi.

Senada dengan pernyataan tersebut, Ketua SMSI Kota Medan Bobby O Zulkarnain menilai, tipikal seperti ini kerap terlihat di sejumlah kantor pemerintahan. “Jika diinvestigasi kinerjanya, pasti banyak hal yang bertolak belakang dengan cara Walikota Medan memimpin dan bertindak,” kata Bobby.

BACA JUGA:  Relawan Bonansa Deklarasikan Ganjar Capres 2024

Secara organisasi, lanjutnya, SMSI Kota Medan sudah menyampaikan kegiatan positif mengamen ini melalaui sejumlah media online lokal dan nasional.  “Lurah Kesawan harusnya meniru model Walikota Medan dalam memimpin yang tegas tanpa menyakiti,” ketus Bobby.

Secara terpisah, Edison Tamba yang merupakan mantan pengamen, serta aktif di sejumlah organisasi kepemudaan ini mengecam keras, jika kegaiatan positif para musisi Kota Medan dibubarkan Lurah.

“Pak Lurah, harusnya mengetahui aksi mengamen di pinggir jalan itu merupakan nilai seni yang tinggi. Selain banyak yang menghibur warga yang lewat, begitu juga pengendara. Rasa penat itu pasti berkurang jika telinga kita mendengar alunan music,” ujar Edison Tamba yang juga Wakil Ketua DPD KNPI Sumut ini. D|Rel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Desak Rudy RZ Dipindah ke Nusakambangan, DPW FPM Sumut Akan Gelar Aksi di Ditjenpas
Nobar di Kesawan, Kursi untuk Wali Kota, Aspal untuk Warga Jadi Sorotan Publik
Farid Wajdi: Wakil Rakyat Tak Boleh Antikritik, Demokrasi Hidup dari Pengawasan Publik
5 Zodiak Paling Hoki 29 Juni 2026: Karier Melesat, Keuangan Makin Menggembirakan
Anggota DPR RI Turun Tangan Atasi Polemik Universitas Darma Agung: LLDIKTI Jangan Tunduk ke Yayasan
Oknum Polisi Nekat Tabrak Mobil Warga di Medan, Diduga Dipicu Cemburu Asmara
Berhasil Diburu Sejak Sebulan Lebih, Begal yang Masuk DPO Akhirnya Ditangkap di Minimarket
Usai Penjelasan Pemko, Anggaran Air Mineral Rp1,1 Miliar Masih Diperdebatkan
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 11:08 WIB

Desak Rudy RZ Dipindah ke Nusakambangan, DPW FPM Sumut Akan Gelar Aksi di Ditjenpas

Senin, 29 Juni 2026 - 11:04 WIB

Nobar di Kesawan, Kursi untuk Wali Kota, Aspal untuk Warga Jadi Sorotan Publik

Senin, 29 Juni 2026 - 10:55 WIB

Farid Wajdi: Wakil Rakyat Tak Boleh Antikritik, Demokrasi Hidup dari Pengawasan Publik

Senin, 29 Juni 2026 - 10:43 WIB

5 Zodiak Paling Hoki 29 Juni 2026: Karier Melesat, Keuangan Makin Menggembirakan

Minggu, 28 Juni 2026 - 16:47 WIB

Anggota DPR RI Turun Tangan Atasi Polemik Universitas Darma Agung: LLDIKTI Jangan Tunduk ke Yayasan

Berita Terbaru

Bupati Langkat Syah Afandin Di OTT KPK. (Foto:Ist)

Jakarta

Bupati Langkat Syah Afandin Di OTT KPK

Jumat, 3 Jul 2026 - 09:17 WIB