TPS 3R Solusi Pakan Alternatif Unggas dan Ikan Air Tawar

Selasa, 29 Juni 2021 - 21:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kisaran- Mediadelegasi : Tempat Penampungan Sampah (TPS) 3R (Reduce, Reuse, Recycle) merupakan solusi pakan alternatif untuk unggas dan ikan jenis air tawar dengan larva maggot.

Hal itu terungkap saat Bupati Asahan H Surya BSc meninau TPS 3 R di Jalan Pd Indah, Kelurahan Sei Renggas, pada Selasa (29/6/2021).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Asahan, Agus Jaka Putra Ginting, SH, MM mengatakan Maggot merupakan jenis belatung yang ukurannya lebih besar dan berasal dari lalat. Belatung ini hanya menkonsumsi sampah organik. Jadi, limbah organik yang bau, akan dimakan maggot.

Maggot nantinya menjadi pakan alternatif yang kaya akan unsur enzim dan berprotein tinggi. Untuk itu maggot yang bernutrisi tinggi ini nantinya diberikan untuk ternak unggas yakni ayam kampung, serta ikan jenis air tawar yakni lele, nila, dan gurame.

Budidaya maggot menjadikan ini sebagai teknologi dan solusi menangani limbah organik. Karena itu, program ini bisa menjadi sebuah inovasi dan solusi penanganan sampah yang menjadi momok selama ini.

“Oleh karena itu, teknologi maggot dapat mengubah sampah dari malapetaka menjadi berkah,” ungkap Agus.

Muhammad Hamdani, selaku Ketua Kelompok Tani Integrasi PAM Asahan yang mengelola TPS 3R tersebut mengatakan hal ini sudah lama viral di daerah Jawa, namun beberapa waktu belakangan baru masuk ke Sumatera Utara.

BACA JUGA:  Safari Ramadan di Pulaurakyat dan Buntupane

Ia mengatakan bahwa hal ini pertama kali di Asahan. Sementara itu, sampah organik yang digunakan yaitu sisa sampah limbah pasar(diantaranya sayuran seperti kol, wortel, terong, serta buah-buahan yang busuk), sampah dari restoran, serta kotoran ayam itu sendiri yang nantinya diurai oleh maggot atau larva.

Sampah 1 ton akan habis diurai oleh maggot berjumlah 500 kg selama satu malam, dalam hal ini sampah tersebut harus 2x lipat dari beban maggot tersebut.

Sirkulasi udara di dalam TPS juga harus diperhatikan dan sangat memadai. Sistem di dalamnya harus didesain secara terbuka, karena sinar matahari harus masuk kedalam untuk pertumbuhan pupa yang kemudian akan menjadi lalat yang dapat bertelur dan menghasilkan maggot.

Maggot atau belatung tersebut nantinya akan dimakan oleh ayam, sebagian untuk makan ayam dan sebagian untuk diindukkan lagi.

Sementara itu, total ayam kampung yang dipeliharanya saat ini berjumlah sekitar 300 ekor. Sampai saat ini, sudah ada 2 binaan kelompok tani yang digagas oleh Hamdani yaitu di wilayah mutiara dan sidodadi.

BACA JUGA:  Bupati Asahan menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Asahan

“Media maggot ini bukan hanya menghasilkan pakan ternak tetapi lebih untuk pengelolaan sampah organik yang dapat pula sebagai pakan maggot. Kelebihan nya tentu menghemat biaya pakan sampai 50 persen, sehingga tidak tergantung pakan pabrikan. Selama ini sampah 1 ton akan habis diurai oleh maggot berjumlah 500 kg selama satu malam,” terang Hamdani.

Sementara itu, Bupati Asahan H. Surya, B.Sc mengatakan, ini inovasi yang pertama kali di Asahan dan tentunya harus dikembangkan.

Dia sangat bangga dan mengapresiasi ide yang dikembangkan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Asahan bekerjasama dengan Kelompok Tani Integrasi PAM Asahan yang mengelola TPS 3R tersebut.

“Saya sangat mengapresiasi dan menganggap ini ide baru yang bisa dibuktikan dan menghasilkan. Program ini dapat dikolaborasikan dengan dinas terkait seperti Dinas Peternakan dan Dinas Pertanian di Kabupaten Asahan. Saya berharap Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Asahan dapat terus memfasilitasi program ini sehingga harapan saya di tahun 2024 Kabupaten Asahan bisa mendapat Piala Adipura. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Asahan tentunya akan terus berupaya agar program ini bisa semakin maju dan berkembang,” tegas Surya.D|Kis-19

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

300 ASN Asahan Tertangkap Pakai Fake GPS Absen, Komisi C: Jangan Ditutupi, Tindak Tegas!
Satres Narkoba Polres Asahan Musnahkan 8,7 Kg Sabu dan 772 Vape Etomidate, Selamatkan 19.600 Jiwa
Kapolres Asahan Terima Silaturahmi Kepala ATR/BPN Asahan, Bahas Koordinasi Permasalahan Lahan
Kapolres Asahan Perkuat Sinergitas Penegakan Hukum Melalui Silaturahmi ke Kejaksaan Negeri Asahan
Kapolres Asahan Terima Silaturahmi Panitia Pentasbishan Calon Pendeta HKBP dan Pimpinan Jemaat HKBP Kisaran Kota
Kapolres Asahan Terima Silaturahmi Pengurus Kabupaten Limited Sepakbola Mini Indonesia Kabupaten Asahan
Peresmian Mako Satpolairud Polres Asahan, Wujud Penguatan Pelayanan Keamanan Wilayah Perairan
Bupati Asahan Pimpin Rapat Evaluasi dan Pengendalian Harga TBS Kelapa Sawit
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 15:42 WIB

300 ASN Asahan Tertangkap Pakai Fake GPS Absen, Komisi C: Jangan Ditutupi, Tindak Tegas!

Kamis, 23 Juli 2026 - 10:48 WIB

Satres Narkoba Polres Asahan Musnahkan 8,7 Kg Sabu dan 772 Vape Etomidate, Selamatkan 19.600 Jiwa

Jumat, 17 Juli 2026 - 17:36 WIB

Kapolres Asahan Terima Silaturahmi Kepala ATR/BPN Asahan, Bahas Koordinasi Permasalahan Lahan

Jumat, 17 Juli 2026 - 11:27 WIB

Kapolres Asahan Perkuat Sinergitas Penegakan Hukum Melalui Silaturahmi ke Kejaksaan Negeri Asahan

Kamis, 16 Juli 2026 - 17:25 WIB

Kapolres Asahan Terima Silaturahmi Panitia Pentasbishan Calon Pendeta HKBP dan Pimpinan Jemaat HKBP Kisaran Kota

Berita Terbaru