Tragedi di Lebak Bulus,Remaja 14 Tahun Bunuh Ayah dan Nenek, Psikolog Ungkap Akar Masalah Generasi Z

“Pertama ada berbagai masalah gangguan mental emosional, gangguan kepribadian dan gangguan jiwa berpotensi dapat memicu perilaku agresif dan kekerasan. Perilaku agresif ini juga bisa disebabkan oleh gangguan impulsif (impulse control disorders), yang menyebabkan individu sulit mengendalikan dorongan untuk melakukan tindakan ekstrem dalam situasi tertentu, misalnya kemarahan atau frustrasi yang tidak bisa diatasi dengan cara yang lebih sehat,” ujar Kassandra seperti dihubungi. Senin (2/12/2024).

“Kedua, anak-anak yang dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang penuh kekerasan atau kecemasan seringkali mengalami kesulitan dalam mengelola emosi dan berisiko untuk menunjukkan perilaku agresif, termasuk terhadap orang yang dekat dengan mereka seperti orangtua atau saudara.”

“Ketiga, remaja seringkali terjebak dalam konflik internal yang sangat besar, seperti pencarian identitas, tekanan teman sebaya, atau masalah akademis. Stres yang tidak terkelola dengan baik, disertai dengan kurangnya keterampilan koping (coping skills), bisa mendorong remaja untuk melepaskan emosi mereka dengan cara yang destruktif, termasuk kekerasan,” ujarnya.

Kassandra nenyebut anak-anak yang mengalami kekerasan atau trauma di masa kecil lebih cenderung mengembangkan gangguan perilaku, depresi, atau bahkan gangguan kepribadian.

“Nah yang keempat adalah soal anak yang alami kekerasan di masa kecil, ini bisa berujung pada tindakan kekerasan di kemudian hari saat dewasa,” ujarnya.

 

Pos terkait