Tragedi Iran Air 655: Kesalahan Fatal di Selat Hormuz yang Tak Pernah Diakui Sepenuhnya

- Penulis

Minggu, 22 Juni 2025 - 09:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ist

Foto: Ist

Jakarta-Mediadelegasi: Pada 3 Juli 1988, dunia menyaksikan tragedi mengerikan di atas Selat Hormuz. Kapal perang AS, USS Vincennes, menembak jatuh pesawat penumpang Iran Air Flight 655, menewaskan seluruh 290 jiwa yang berada di dalamnya.

Insiden ini bukan sekadar kecelakaan, melainkan kesalahan fatal yang berdampak besar pada hubungan AS-Iran dan hingga kini masih menyisakan pertanyaan.

USS Vincennes, yang tengah berpatroli di wilayah konflik Iran-Irak, salah mengidentifikasi pesawat Airbus A300 Iran Air 655 sebagai pesawat tempur F-14 Iran. Dalam hitungan detik, rudal-rudal ditembakkan, menghancurkan pesawat sipil yang tengah dalam perjalanan rutin dari Teheran ke Dubai.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kejadian ini terjadi di zona udara yang telah ditentukan, jauh dari area pertempuran.

BACA JUGA:  Presiden Prabowo Hadiri Pengukuhan 1.451 Hakim di Mahkamah Agung

Setelah insiden tersebut, militer AS awalnya membela diri dengan klaim salah identifikasi. Namun, bukti-bukti yang tak terbantahkan memaksa mereka mengakui kesalahan.

Meskipun demikian, AS menolak meminta maaf secara resmi. Pemerintah AS hanya menyampaikan “penyesalan” atas kejadian ini. Sikap ini dinilai sebagai penghinaan oleh Iran dan keluarga korban.

Presiden AS Ronald Reagan saat itu bahkan membenarkan tindakan USS Vincennes, menyebutnya sebagai aksi bela diri.

Klaim ini dibantah banyak pihak karena bukti menunjukkan kesalahan fatal dalam identifikasi dan prosedur. Perbedaan persepsi ini memperburuk hubungan kedua negara yang sudah tegang.

Kasus ini akhirnya berlanjut ke Mahkamah Internasional. Pada 1992, AS dijatuhi hukuman untuk membayar ganti rugi kepada keluarga korban. Namun, bahkan dalam putusan ini,

BACA JUGA:  DJP Minta ASN, TNI & Polri D Segera Daftar Coretax Pajak

.AS tetap menghindari pengakuan penuh atas kesalahannya. Mereka membayar kompensasi, tetapi tak pernah benar-benar meminta maaf.

Tragedi Iran Air 655 menjadi catatan kelam dalam sejarah penerbangan dan hubungan internasional. Kesalahan fatal yang dilakukan oleh militer AS, sikap tidak mau meminta maaf,

dan perbedaan persepsi yang berlarut-larut, menjadi bukti betapa sebuah kesalahan dapat berdampak sangat besar dan sulit untuk dilupakan. Insiden ini seharusnya menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya kehati-hatian, keakuratan, dan tanggung jawab dalam tindakan militer.

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

kehilangan KTP elektronik dikenakan sanksi denda
Warga Dairi Tolak “Putar Ulang” Izin Tambang Seng
Dua Bus Transjakarta Adu Banteng di Cipulir
Puasa 1 Ramadan Jatuh Pada 19 Februari 2026
Pemerintah Gelar Sidang Isbat: Menanti Keputusan Resmi Awal Ramadan 1447 H
Prabowo Jamin Stabilitas Pasar Modal Pasca-Mundurnya Petinggi OJK dan BEI
Pemkab Tapanuli Utara Paparkan Manajemen Talenta ASN di BKN Pusat
Tapanuli Utara Raih Penghargaan UHC Awards Kategori Madya

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 09:54 WIB

kehilangan KTP elektronik dikenakan sanksi denda

Jumat, 27 Februari 2026 - 11:34 WIB

Warga Dairi Tolak “Putar Ulang” Izin Tambang Seng

Senin, 23 Februari 2026 - 11:18 WIB

Dua Bus Transjakarta Adu Banteng di Cipulir

Selasa, 17 Februari 2026 - 21:29 WIB

Puasa 1 Ramadan Jatuh Pada 19 Februari 2026

Selasa, 17 Februari 2026 - 11:07 WIB

Pemerintah Gelar Sidang Isbat: Menanti Keputusan Resmi Awal Ramadan 1447 H

Berita Terbaru