Upaya Kudeta Gagal, Demokrat Untung Besar

- Penulis

Sabtu, 6 Februari 2021 - 16:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Mediadelegasi: Gagalnya kudeta terhadap Partai Demokrat disinyalir oleh KSP Moeldoko memberi untung besar bagi Demokrat dari sisi elektoral. Apalagi jika Demokrat memposisikan diri sebagai oposisi.

Direktur Eksekutif Arus Survei Indonesia (ASI), Ali Rif’an mengatakan, apa yang dilakukan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan menyampaikan penemuan skenario kudeta, merupakan langkah politik cerdas.

Katanya, isu gerakan kudeta yang mencuat dan mencatut nama KSP Moeldoko, tidak boleh dipandang sebelah mata.

Apalagi, telah disebutkan nama-nama yang juga mengarah ke Menkumham, Menko Polhukam, bahkan Presiden Jokowi, turut dicatut memberi restu pada Moeldoko.

“Ini bagian dari antisipasi, kalau ada pihak eksternal apalagi dilingkaran kekuasaan itu mengerikan (bagi Demokrat). Sudah mahfum dualisme kepemimpinan partai, yang sah biasanya yang dapat Kemenkumham,” kata Ali Rif’an, Sabtu (6/2/2021).

BACA JUGA:  Mahfud MD Sebut SBY dan Moeldoko Sahabatnya

Keuntungan politik berikutnya bagi Demokrat, peristiwa politik ini dapat dijadikan momentum untuk mendapatkan keuntungan elektoral.

Dalam situasi politik nasional seperti saat ini, Partai Demokrat bisa memposisikan sebagai partai oposisi menggantikan Partai Gerindra.

Pilihan itu, akan dapat meningkatkan elektoral partai karena bisa menampung para pendukung Gerindra dan Prabowo yang kecewa karena telah masuk ke pemerintahan.

Menurutnya, penyebutan nama Jokowi saat mengumbar indikasi kudeta itu resonansi politiknya sangat tinggi terhadap publik.

“Momentum Demokrat mengambil posisi strategis sebagai partai oposisi. Yang disampaikan AHY memiliki dampak resonansi politik tinggi, menyebut Jokowi luar biasa daya ledaknya,” jelasnya.

“Di posisi itu jelas mendapatkan keuntungan elektoral,” kata Ali.

BACA JUGA:  Duet AHY-RK Pilpres 2024, Bappilu Demokrat: Masih Panjang

Sementara Direktur Lingkar Madani (Lima) Untuk Indonesia, Ray Rangkuti kepada wartawan Jumat (5/2/2021) mengatakan, sejatinya, isu ini juga secara tak langsung menguntungkan AHY dan Moeldoko.

“Apakah Pak Moeldoko dirugikan dan AHY dirugikan? Enggak kalau bacaan saya, dua-duanya malah diuntungkan dengan peristiwa ini,” ungkapnya.

Untuk AHY, diuntungkan karena adanya isu tersebut akan membuat konsolidasi internal lebih ditingkatkan.

Sedangkan Moeldoko diuntungkan karena namanya disebut-sebut bakal maju sebagai capres di Pilpres 2024 mendatang.

Keuntungan lain yang didapat Moeldoko adalah popularitas yang otomatis terdongkrak. D | Jak-rmol/ral/ps

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Memimpin, Bukan Memanejeri Belajar dari Alex Ferguson dan Michael Moritz untuk Menguatkan Organisasi Kemasyarakatan Berbasis Genealogis di Indonesia
Aktor Park Dong Bin Meninggal Dunia, Sosok di Balik Viral ‘Meme Jus’
Helikopter PK CFX Jatuh di Sekadau, Delapan Jiwa Melayang di Hutan Rimba
Menaker: Serikat Pekerja Bukan Lawan Perusahaan, tapi Penjaga Hak Pekerja
PSSI Sumut Gandeng AAFI, 26 Peserta Lulus Kursus Pelatih Futsal Nasional di Medan
Spektrum Letusan Semeru, Sembilan Erupsi Beruntun Sabtu Pagi
Bantuan Bencana Muzani Disalurkan untuk Warga Sumatera Utara
Kabar Beredar: Chandra Dalimunthe Disebut Jadi Plt Kadis PUPR Sumut, Gantikan Hendra Siregar

Berita Terkait

Selasa, 19 Mei 2026 - 15:22 WIB

Memimpin, Bukan Memanejeri Belajar dari Alex Ferguson dan Michael Moritz untuk Menguatkan Organisasi Kemasyarakatan Berbasis Genealogis di Indonesia

Kamis, 30 April 2026 - 14:12 WIB

Aktor Park Dong Bin Meninggal Dunia, Sosok di Balik Viral ‘Meme Jus’

Jumat, 17 April 2026 - 14:17 WIB

Helikopter PK CFX Jatuh di Sekadau, Delapan Jiwa Melayang di Hutan Rimba

Jumat, 17 April 2026 - 10:20 WIB

Menaker: Serikat Pekerja Bukan Lawan Perusahaan, tapi Penjaga Hak Pekerja

Senin, 13 April 2026 - 20:10 WIB

PSSI Sumut Gandeng AAFI, 26 Peserta Lulus Kursus Pelatih Futsal Nasional di Medan

Berita Terbaru