“Alasan kami membanting karena para guru meminta agar diberikan cepat. Setelah dibanting, guru lain tidak terima sikap saya, dan nasi itu lepas dari tangan saya,” ujarnya.
Peristiwa ini memicu beragam reaksi di media sosial. Sebagian warganet menyayangkan tindakan emosional sang guru, sementara lainnya menyoroti kondisi dan tekanan yang kerap dialami guru honorer di daerah.
Pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Kampar belum memberikan keterangan resmi terkait kejadian ini. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.






