Dubes Rusia: Barat Mulai Sadar Tak Bisa Kalahkan Rusia di Ukraina

- Penulis

Selasa, 11 November 2025 - 13:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Vassily Nebenzia, Duta Besar (Dubes) Rusia untuk PBB. Foto: Ist.

Vassily Nebenzia, Duta Besar (Dubes) Rusia untuk PBB. Foto: Ist.

Medan-Mediadelegasi: Duta Besar (Dubes) Rusia untuk PBB, Vassily Nebenzia, menyebut negara-negara Barat mulai menyadari bahwa mereka tidak bisa mengalahkan Rusia. Dia merujuk pada perang di Ukraina yang masih berlangsung.

“Konflik ini bukan semata-mata dengan Ukraina, melainkan dengan (negara) Barat, yang menganggap Ukraina hanyalah alat untuk mengalahkan Rusia,” ujarnya, kepada kantor berita RIA Novosti, dikutip Selasa (11/11/2025).

Menurut Nebenzia, jika diperhatikan, negara-negara Barat semakin jarang membicarakan soal Ukraina lagi karena telah menyadari kekuatan Rusia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Mereka mulai menyadari bahwa hal itu mustahil (mengalahkan Rusia),” ujarnya.

Amerika Serikat (AS) pada bulan lalu menjatuhkan sanksi kepada Rusia, mengincar dua perusahaan raksasa energi, Rosneft dan Lukoil.

BACA JUGA:  Thailand dan Kamboja Sepakat Gencatan Senjata Mulai 27 Desember 2025

Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, sebelumnya mengatakan sanksi dijatuhkan karena Rusia dinilai terus menolak mengakhiri perang.

“Mengingat penolakan Presiden Putin untuk mengakhiri perang yang tidak masuk akal ini, Departemen Keuangan menjatuhkan sanksi kepada dua perusahaan minyak terbesar Rusia yang mendanai mesin perang Kremlin,” ucap Bessent.

Dia menegaskan akan terus melakukan langkah-langkah tambahan demi mendukung upaya Presiden Donald Trump dalam mengakhiri konflik.

Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Rusia, Maria Zakharova, menilai sanksi baru itu justru sama sekali tidak membantu upaya negosiasi damai di Ukraina.

“Kami memandang langkah ini sepenuhnya kontraproduktif, termasuk dalam hal memberikan sinyal dukungan guna mencapai solusi negosiasi yang signifikan atas konflik Ukraina,” ujarnya.

BACA JUGA:  Rusia Ungkap Fakta Mengejutkan, Kedubes Azerbaijan di Kiev Hancur Akibat Rudal Pertahanan Ukraina Sendiri

Dia menegaskan, Rusia sudah terbiasa menghadapi tekanan ekonomi dari Barat. Selama 3 tahun terakhir, Moskow terus menjadi target sanksi bertubi-tubi, namun ekonomi domestiknya tetap bertahan.

“Langkah-langkah seperti ini tidak akan berpengaruh besar bagi kami,” katanya. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gelombang PHK Besar-besaran: Meta Potong 8.000 Karyawan, Ganti dengan AI
Perang Blokade Memanas: AS Tutup Selat Hormuz, Iran Balas dengan Larangan Serupa
Trump Umumkan Perpanjangan Gencatan Senjata Israel-Lebanon Selama 3 Minggu
Ketegangan Meningkat: Iran Kecam Blokade AS, Anggap sebagai Agresi Terbuka
Tembus Blokade AS, Dua Supertanker Iran Berhasil Keluar dari Selat Hormuz
Jepang Siaga Tinggi: Gempa M 7,4 Guncang Sanriku, Peringatan Tsunami 3 Meter Diterbitkan
Pasar Global Terguncang: Harga Minyak Dunia Meroket Akibat Blokade Selat Hormuz
Eskalasi di Teluk: Blokade AS dan Insiden Kapal Touska Picu Kebuntuan Negosiasi

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 14:14 WIB

Gelombang PHK Besar-besaran: Meta Potong 8.000 Karyawan, Ganti dengan AI

Jumat, 24 April 2026 - 11:09 WIB

Perang Blokade Memanas: AS Tutup Selat Hormuz, Iran Balas dengan Larangan Serupa

Jumat, 24 April 2026 - 11:02 WIB

Trump Umumkan Perpanjangan Gencatan Senjata Israel-Lebanon Selama 3 Minggu

Rabu, 22 April 2026 - 16:31 WIB

Ketegangan Meningkat: Iran Kecam Blokade AS, Anggap sebagai Agresi Terbuka

Rabu, 22 April 2026 - 13:55 WIB

Tembus Blokade AS, Dua Supertanker Iran Berhasil Keluar dari Selat Hormuz

Berita Terbaru