Medan-Mediadelegasi: Politisi senior Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar, Capt DR Anton Sihombing MM MMar, menilai maraknya wacana publik tentang peluang atau jajakan tiga periode bagi Jokowi sebagai Presiden RI, pada dasarnya merupakan aspirasi rakyat dalam negara demokrasi sehingga tidak harus dan tidak perlu dihambat.
“Wacana Presiden tiga periode untuk Jokowi (Presiden RI sekarang) itu kan bagian dari iklim demokrasi berupa aspirasi rakyat. Terlepas dari sejauh mana komposisi yang setuju atau yang tak setuju, nanti kan ada keputusan dan penetapan yang bersifat final konsitusi, kenapa musti dihambat. Biarkanlah mengalir seperti air, kita lihat saja bagaimana nanti di muaranya,” katanya Mediadelegasi Medan, Selasa (15/3).
Melalui sambungan seluler, Anton dari Jakarta mengutarakan hal itu ketika menanggapi ekspos tentang rencana Peringatan 20 Tahun Perjuangan Provinsi Tapanuli yang akan digelar Panitia Pemrakarsa Pembentukan Provinsi Tapanuli (P4T—Panitia Protap) bersama Brigade Serbaguna Taruna Tapanuli (Brigsena Tatap, pimpinan panglima-nya Gelmok Samosir SH MH) dalam waktu dekat ini.
Anton secara khusus mencontohkan gerakan perjuangan Provinsi Tapanuli pun jangan dihambat oleh siapapun. Selain merupakan hak konstitusi untuk percepatan pembangunan daerah, juga untuk pemerataan kesejahteraan rakyat (Tapanuli).
Soalnya, perjuangan pembentukan Provinsi Tapanuli juga merupakan gerakan histori yang sejatinya harus mengalir seperti air menuju muara pengesahan sebagai daerah otonomi baru (DOB).
Mantan anggota DPR RI (tiga periode) yang kini Dewan Pakar Partai Golkar itu mengatakan, wacana dan aspirasi publik tentang Jokowi tiga periode jadi Presiden, sama dengan aspirasi rakyat Tapanuli yang sudah lama atau 20 tahun lebih memperjuangkan DOB Tapanuli, yang harus diperhatikan oleh negara dan bangsa ini.
“Saat ini, sejumlah komponen anak bangsa dari lembaga dan asosiasi sedang menyusun kajian dan analisis kemungkinan perubahan masa jabatan presiden terkait wacana Jokowi tiga periode (jadi presiden). Kajian awal ini menunjukkan peta perbandingan barisan yang mendukung (pro tiga periode) dengan pihak yang menolak (kontra wacana) tiga periode. Jadi, kita lihat sajalah nanti. Biarkan semua mengalir seperti air,” ujar Anton serius.
Secara khusus pula Anton mencetuskan harapannya kepada warga atau publik Sumut, khususnya warga Tapanuli (rakyat Batak) yang ada di seluruh Indonesia, untuk menentukan sikap atas wacana tiga periode ini. Soalnya, survei dan fakta selama ini menunjukkan lebih dari 80 persen warga Tapanuli telah menetapkan pilihannya kepada Jokowi selama dua periode Pilpres, baik pada Pilpres 2014 (Jokowi–Jusuf Kalla) dan Pilpres 2019 (Jokowi –Ma’ruf Amin).
Terlepas dari apa dan bagaimana keputiusan negara soal wacana presiden tiga periode tersebut, Anton hahkan berharap ada gerakan dan ketersentuhan hati Jokowi untuk mengesahkan DOB Provinsi Tapanuli sebelum tiba Pilpres pada 14 Februari 2024 mendatang. D|Red







Bravo bp Anton Sihombing, salam sehat selalu, Tuhan berkati umur panjang, hingga masih bisa lihat terwujudnya Propinsi Tapanuli menuju Indonesia Maju.
mantap
Mari semua komponen Batak bersatu untuk perjuangkan Propinsi Taput.
mantap