Waspada Gelombang Tinggi Hingga 4 Meter 18-21 Maret 2025

Selasa, 18 Maret 2025 - 15:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Ist.

Foto : Ist.

Jakarta – Mediadelegasi : Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat, terutama bagi nelayan yang beraktivitas dengan moda transportasi seperti perahu nelayan untuk selalu waspada, karena gelombang tinggi berpotensi terjadi di beberapa wilayah perairan Indonesia pada 18-21 Maret 2025.

Keberadaan Bibit Siklon Tropis 91S di Samudra Hindia sebelah selatan Jawa Barat, yang dipadukan dengan aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO), berpotensi menyebabkan peningkatan curah hujan dan gelombang tinggi di sejumlah wilayah Indonesia.

Prakirawan BMKG Furqon Alfahmi mengatakan bibit siklon 91S (11.6°LS 107.1°BT) terpantau di Samudra Hindia selatan Jawa Barat bergerak ke arah barat daya-barat, memicu peningkatan kecepatan angin dan tinggi gelombang.

Menurut Furqon, pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari Barat Laut – Timur Laut dengan kecepatan angin berkisar 8-30 knot, sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan umumnya bergerak dari Tenggara – Barat Daya dengan kecepatan angin berkisar 6-30 knot.

“Kecepatan angin tertinggi terpantau di Laut Natuna Utara, Samudra Hindia barat Bengkulu hingga Lampung, dan Samudra Hindia selatan Banten hingga Jawa Tengah,” kata Furqon melalui keterangan tertulis, Selasa, 18 Maret 2025.

BACA JUGA:  Reshuffle Kabinet Prabowo Lantik Brian Yuliarto Gantikan Satryo Brodjonegoro Jadi Mendikti Saintek

Kondisi angin tersebut, kata Furqon, menyebabkan peningkatan gelombang setinggi 1,25 – 2,5 meter berpeluang terjadi di Samudra Hindia barat Kepulauan Mentawai, Samudra Hindia barat Kepulauan Nias, Samudra Pasifik utara Maluku, Samudra Pasifik utara Papua, Selat Karimata bagian utara, Laut Jawa bagian tengah, Laut Bali, Teluk Bone, Laut Banda, Selat Makassar bagian utara, Selat Makassar bagian selatan, Laut Sulawesi bagian timur, Samudra Pasifik utara Papua Barat, Laut Arafuru bagian Utara, Laut Arafuru bagian barat.

Potensi gelombang yang sama berpeluang terjadi di Samudra Hindia barat Aceh, Laut Sulawesi bagian timur, Samudra Pasifik utara Papua Barat, Selat Malaka bagian utara, Laut Jawa bagian barat, dan Laut Jawa bagian timur. Gelombang serupa berpotensi terjadi di Laut Sumbawa, Laut Flores, Laut Seram, Selat Makassar bagian tengah, Laut Maluku, Samudra Pasifik utara Maluku, Samudra Pasifik utara Papua, Laut Arafuru bagian tengah, dan Laut Arafuru bagian timur.

Gelombang yang lebih tinggi di kisaran 2,5 – 4,0 meter berpeluang terjadi di Samudra Hindia barat Bengkulu, Samudra Hindia selatan Banten, Samudra Hindia selatan Jawa Tengah, Samudra Hindia selatan Bali, Samudra Hindia selatan NTB, Samudra Pasifik utara Papua Barat Daya, Samudra Hindia barat Lampung, Samudra Hindia selatan Jawa Barat, Samudra Hindia selatan Jawa Timur, Laut Natuna Utara, dan Samudra Hindia selatan NTT. “Potensi gelombang tinggi di beberapa wilayah tersebut dapat berisiko terhadap keselamatan pelayaran,” kata Furqon.

BACA JUGA:  Gempa Bumi M5,4 Terjadi di Maluku, Masyarakat Diminta Waspada

Untuk itu, BMKG selalu mengimbau masyarakat untuk selalu waspada, terutama bagi nelayan yang beraktivitas dengan moda transportasi seperti perahu nelayan agar menghindar saat kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 meter.

Kapal tongkang diminta menghindar saat kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1,5 meter. Kapal ferry perlu waspada ketika kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2,5 meter. Untuk kapal ukuran besar seperti kapal kargo dan kapal pesiar diminta menghindar saat kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4,0 meter. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia Beri Izin Ruang Udara, Malaysia Tawarkan Bantuan Pemadaman Karhutla
Alasan Menhut Tak Ikut Kunjungan Prabowo ke Kalimantan-Sumatera
Prabowo menghadiri akad nikah Sekretaris Pribadinya
Aksi Lepas Logo Bank Mandiri Jelang Demo Jadi Sorotan Netizen
Prabowo Subianto bertolak ke Kalimantan
Terbitkan SEMA 4/2026, MA Tutup Celah Upaya Hukum untuk Putusan Bebas
KPK Klarifikasi Kegiatan OTT di Bogor
Kementerian PKP-BGN Siapkan Rumah Bagi Keluarga Penerima MBG
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 20:37 WIB

Indonesia Beri Izin Ruang Udara, Malaysia Tawarkan Bantuan Pemadaman Karhutla

Selasa, 25 Agustus 2026 - 20:06 WIB

Alasan Menhut Tak Ikut Kunjungan Prabowo ke Kalimantan-Sumatera

Selasa, 25 Agustus 2026 - 11:47 WIB

Prabowo menghadiri akad nikah Sekretaris Pribadinya

Senin, 24 Agustus 2026 - 21:33 WIB

Aksi Lepas Logo Bank Mandiri Jelang Demo Jadi Sorotan Netizen

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 15:13 WIB

Prabowo Subianto bertolak ke Kalimantan

Berita Terbaru