Jakarta-Mediadelegasi : Badan Pusat Statistik (BPS) menemukan bahwa masih ada keluarga mampu yang menerima bantuan sosial (bansos) setelah melakukan verifikasi ulang bersama Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKM). Hasil verifikasi menunjukkan bahwa terdapat 1,9 juta data yang termasuk dalam kategori inclusion atau exclusion errors.
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menjelaskan bahwa inclusion errors adalah mereka yang semestinya tidak dapat bantuan tetapi selama ini mendapat bantuan, sedangkan exclusion errors adalah mereka yang mestinya dapat bantuan tetapi tidak mendapatkannya. “Dari hasil ground-checking ada 1,9 juta lebih data yang disebut inclusion errors, mereka semestinya tidak dapat (bantuan), tapi selama ini dapat bantuan,” ucap Gus Ipul.
Atas temuan ini, keluarga mampu tersebut dihapuskan dari data sistem agar tidak menerima bansos program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) pada triwulan kedua tahun ini. Dari 1,9 juta keluarga penerima bansos, 616.367 di antaranya adalah penerima PKH, sedangkan 1.286.066 KPM lainnya adalah penerima BPNT.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Gus Ipul memastikan bahwa proses verifikasi ini akan membuat penyaluran bansos lebih tepat sasaran. Dengan demikian, diharapkan dapat menghemat anggaran bansos hingga Rp14,4-17,9 triliun. “Program Keluarga Harapan dan Sembako ditengarai ada 45 persen yang tidak tepat sasaran,” kata Gus Ipul.
Presiden memerintahkan kepada Kemensos dan BPS untuk melakukan konsolidasi data dan memastikan bahwa bansos disalurkan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan. Dengan proses verifikasi yang lebih ketat, diharapkan bansos dapat disalurkan secara lebih efektif dan efisien.
Penghapusan 1,9 juta keluarga penerima bansos dari daftar penerima diharapkan dapat meningkatkan efektivitas penyaluran bansos dan mengurangi kesalahan data. Dengan demikian, bansos dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang benar-benar membutuhkan. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.












