20 Ribu personel TNI disiapkan untuk menjalankan misi perdamaian di Jalur Gaza Palestina

- Penulis

Senin, 17 November 2025 - 14:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

20 Ribu personel TNI  disiapkan untuk menjalankan misi perdamaian di Jalur Gaza Palestina.(Foto:Ist)

20 Ribu personel TNI disiapkan untuk menjalankan misi perdamaian di Jalur Gaza Palestina.(Foto:Ist)

Jakarta-Mediadelegasi: Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin sebelumnya mengatakan pemerintah Indonesia memiliki dua cara untuk mendapatkan restu mengirimkan pasukan perdamaian ke Gaza. Restu ini diperlukan untuk memastikan pengiriman pasukan dapat berjalan lancar.

“Ada dua alternatif. Alternatif pertama adalah di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB),” kata Sjafrie. Indonesia dan PBB telah lama bekerja sama dalam pengiriman pasukan perdamaian ke daerah konflik seperti Afrika dan Lebanon. Untuk mendapatkan restu PBB, diperlukan pendekatan dan komunikasi antar kepala negara agar tercipta kesepakatan internasional.

Alternatif lainnya, Indonesia harus mendapatkan dukungan dari negara-negara yang dinilai kompeten dalam konflik di Gaza. “Bagi negara-negara Arab, yaitu Arab Saudi, Yordania, Mesir, Qatar dan Uni Emirat Arab, jika mereka menyatakan silakan, maka Indonesia dengan senang hati akan melibatkan,” jelas Sjafrie. “Tentu saja (termasuk) Israel, karena Israel adalah bagian yang sangat kompeten di dalam persoalan ini,” tambahnya.

BACA JUGA:  Desakan Pemakzulan Wapres Gibran: Respon DPR, Pemerintah, dan Partai Politik

Sejalan dengan upaya tersebut, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Mabes TNI Mayjen (Mar) Freddy Ardianzah memastikan bahwa TNI menyiapkan 20.000 personel yang kompeten dan berpengalaman untuk menjalankan misi perdamaian di Jalur Gaza, Palestina.

Freddy mengatakan bahwa puluhan ribu prajurit ini terbiasa menjalankan misi operasi militer selain perang (OMSP) di dalam maupun luar negeri. “Personel tersebut berasal dari satuan yang rutin menjalani pembinaan OMSP dan misi Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB), sehingga kemampuan dasar, interoperabilitas, kesiapsiagaan logistik, dan operasi di berbagai medan sudah terbentuk,” kata Freddy pada Sabtu (15/11).

Seluruh 20.000 personel yang akan dikirim terdiri dari pasukan di bidang kesehatan dan satuan Zeni untuk pembangunan konstruksi. Tugas mereka adalah membuka layanan kesehatan bagi warga korban perang sekaligus membangun infrastruktur dan fasilitas umum.

BACA JUGA:  Skandal IUP Kaltim, KPK Seret Mantan Gubernur Awang Faroek Jadi Tersangka

Para personel tersebut juga akan dilengkapi dengan berbagai peralatan penunjang di bidang kesehatan dan pembangunan konstruksi. “Kita siapkan seperti fasilitas rumah sakit lapangan, peralatan medis darurat, ambulans, perlengkapan air bersih dan sanitasi, serta kemampuan konstruksi Zeni termasuk alat berat dan sarana rekonstruksi,” jelasnya.

Hingga saat ini, TNI masih menunggu persetujuan dari pemerintah dan pihak PBB terkait pengiriman pasukan ke Gaza.D|Red

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

j

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pertamina Resmi Naikkan Harga Pertamax
Nama Raffi Ahmad Terseret Dalam Kasus Dugaan Suap Importasi Barang di Bea Cukai
​Kurs Rupiah Terpuruk di Angka Rp18.000, Hasto Kristiyanto Kritik Keras Manajemen Pemerintahan
Tuntut Kepastian Operasional, Investor Dapur SPPG di Wilayah 3T Geruduk Kantor BGN
Rupiah Hancur! Tembus Rp18.175 per Dolar AS
Korlantas Polri Memutuskan Menunda Pelaksanaan Operasi Patuh 2026
Mulai 8 Hingga 21 Juni 2026 Operasi Patuh Digelar Serentak se-Indonesia, Nomor Plat Kendaraan Jadi Prioritas Utama
Daftar Final 23 Pemain Timnas Indonesia: Debut Mathew Baker & Kembalinya Marselino Ferdinan
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 07:47 WIB

Pertamina Resmi Naikkan Harga Pertamax

Selasa, 9 Juni 2026 - 15:03 WIB

Nama Raffi Ahmad Terseret Dalam Kasus Dugaan Suap Importasi Barang di Bea Cukai

Selasa, 9 Juni 2026 - 09:30 WIB

​Kurs Rupiah Terpuruk di Angka Rp18.000, Hasto Kristiyanto Kritik Keras Manajemen Pemerintahan

Selasa, 9 Juni 2026 - 08:26 WIB

Tuntut Kepastian Operasional, Investor Dapur SPPG di Wilayah 3T Geruduk Kantor BGN

Senin, 8 Juni 2026 - 13:02 WIB

Rupiah Hancur! Tembus Rp18.175 per Dolar AS

Berita Terbaru