Jalur Mengintai Maut Sibuhuan-Bandara Aekgodang

Minggu, 8 Mei 2022 - 21:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Belasan titik rawan longsor, di Jalur mengintai maut Sibuhuan ke Bandara Aekgodang, Sumatera Utara. Foto: D|maruli

Belasan titik rawan longsor, di Jalur mengintai maut Sibuhuan ke Bandara Aekgodang, Sumatera Utara. Foto: D|maruli

PEMBENAHAN badan jalan di Sumatera Utara boleh dibilang sudah mendukung kelancaran arus lalulintas pada mudik lebaran 2022. Namun pembenahan yang dilaukan Dinas Jalan dan Jembatan tidak menyentuh Jalur mengintai maut Sibuhuan-Bandara Aekgodang.

Ruas jalan termasuk cukup tua ini terkesan sulit untuk dibenahi, selain medannya yang ekstrem. Ruas Jalan penghubung Sibuhuan, Ibukota Padanglawas dengan Jalur Lintas Gunungtua-Padangsidimpuan atau Bandara Aekgodang ini bagai tak perlu dibenahi, setelah dibangunnya jalur penghubung Gunungtua-Sibuhuan yang dikenal dengan jalur via Portibi, Padanglawas Utara (Paluta).

Melintasi Jalur mengintai maut Sibuhuan-Bandara Aekgodang, sedikitnya belasan titik rawan anjlok siap menjemput maut pengandara. Kawasan ekstrem mulai terasa setelah melewati jembatan Siraisan,Palas, hingga jelang Pasar Matanggor, Paluta. Badan jalan tanpa pembenahan, seperti pembenahan yang dilakukan pada banyak ruas jalan lainnya.

Tepatnya di kawasan Ulu Aer. Jalur yang terkenal banyak merenggut nyawa perbaikannya bagai tidak terbiayai lagi oleh Negara, karena medannya yang sulit. Sampai-sampai, di jalur ini ini telah dibuat jalur alternatif, namun tetap saja tidak berfungsi, karena kondisinya juga tak layak untuk dilintasi.

BACA JUGA:  Puluhan Kamar Panti Lansia di Sibuhuan Palas Ludes Terbakar

”Jalur alternatif itu hanya disiram pasir dan batu pada bukit yang terjal, sehingga sangat membahayakan bagi pengendara,” ungkap Pulungan, warga Hutabaru, perkampungan dengan Ulu Aer.

Dia juga menceritakan, subuh H-1 lebaran 2022, satu unit minibus Avanza berpenumpang tujuh orang, terjun bebas ke jurang sedalam 100 meter, setelah roda kiri depan kendaraan terjebak tepi badan jalan yang anjok.

Pantauan Mediadelegasi, pekan lalu, belasan titik rawan putus total, di Jalur Sibuhuan-Bandara Aekgodang dengan lebar jalan sangat sempit untuk papasan itu kini hanya mengandalkan kupingan batu gunung yang masih menyanggah. Tidak mungkin dilewati kendaran bertonase berat.

Di kalangan warga Tanjung, Siraisan Kecamatan Ulu Barumun muncul anggapan, jalur Sibuhuan-Bandara Aekgodang, tepatnya di kawasan perbukitan Ulu Aer tidak akan diperbaiki. Alasannya, jika jalur itu diperbaiki, maka Gunungtua, Ibukota Paluta berpotensi menjadi kota mati. “Itu mungkin menjadi salah satu penyebab, pemerintah tidak selera membangun jalur itu hingga layak untuk dilalui,” kata Hasibuan, warga Desa Tanjung.

BACA JUGA:  Bobby Nasution Apresiasi Pesta Gondang Naposo Dalam Rangka HUT Bhayangkara, Kenalkan Adat Istiadat di Era Modern

Sekadar untuk diketahui, jika dari Pasir Pangaraian, Riau, hendak ke Padangsidimpuan, kini terpaksa melalui Gunungtua berjarak lebih kurang 60 kilometer dari Sibuhuan, lalu belok kiri di pertiga Jalan Lintas Gunungtua-Padangsidimpuan sejauh lebih kurang 75 kilometer.

Padahal, jika dari Sibuhuan-ke Padangsidimpuan via Ulu Aer, atau Bandara Aekgodang, hanya sekitar 65 kilometer sudah tiba di pertiga Pal XI, lebih kurang 11 kilometer jelang Padangsidimpuan. D|Red-06

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tiga Jaksa Di Padang Lawas Diperiksa Kejaksaan Agung
Kahiyang Ayu Ajak Kader PKK Gaungkan Deteksi Dini Kanker Serviks di Padanglawas
Masyarakat Luat Huristak Palas Surati Presiden Prabowo Soal Lahan Dicaplok Kawasan Hutan
Kejagung Sita 47.000 Lahan Sawit DL Sitorus di Padang Lawas
Puluhan Kamar Panti Lansia di Sibuhuan Palas Ludes Terbakar
Polres Padang Lawas Tangkap Tiga Oknum LSM Memeras Kepala Sekolah
Bobby Nasution Janji Berkantor Tiga Bulan di Tabagsel
Bobby Nasution Apresiasi Pesta Gondang Naposo Dalam Rangka HUT Bhayangkara, Kenalkan Adat Istiadat di Era Modern
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Januari 2026 - 12:03 WIB

Tiga Jaksa Di Padang Lawas Diperiksa Kejaksaan Agung

Rabu, 20 Agustus 2025 - 10:32 WIB

Kahiyang Ayu Ajak Kader PKK Gaungkan Deteksi Dini Kanker Serviks di Padanglawas

Rabu, 13 Agustus 2025 - 13:05 WIB

Masyarakat Luat Huristak Palas Surati Presiden Prabowo Soal Lahan Dicaplok Kawasan Hutan

Jumat, 25 April 2025 - 13:59 WIB

Kejagung Sita 47.000 Lahan Sawit DL Sitorus di Padang Lawas

Rabu, 9 April 2025 - 18:59 WIB

Puluhan Kamar Panti Lansia di Sibuhuan Palas Ludes Terbakar

Berita Terbaru

Petugas mengamankan barang bukti berupa sabu seberat 621 gram yang disembunyikan di dalam sepatu calon penumpang di Bandara Kualanamu, Jumat (9/10/2026). Tersangka SO berhasil melarikan diri, barang bukti diserahkan ke Sat Narkoba Polresta Deli Serdang. Foto: Ist.

Kabupaten Deli Serdang

Diduga Bawa Sabu 621 Gram, Calon Penumpang Kabur di Bandara Kualanamu

Sabtu, 10 Okt 2026 - 17:06 WIB

Anggota Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI), Daryono. Foto: Ist.

Nasional

Anak Krakatau Siaga, Daryono Ingatkan Warga Tak Panik Tsunami

Sabtu, 10 Okt 2026 - 16:06 WIB

Pembalap Ducati Lenovo, Marc Marquez, beraksi dalam sprint race MotoGP Mandalika 2026 di Sirkuit Mandalika, Lombok, NTB, Sabtu (10/10/2026). Marquez berhasil meraih kemenangan setelah menyalip Jorge Martin saat balapan menyisakan lima lap. Foto: Ist.

Olahraga

Marc Marquez Juara Sprint Race MotoGP Mandalika 2026

Sabtu, 10 Okt 2026 - 14:53 WIB

Mohammad Riza Chalid (MRC), tersangka kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang PT Pertamina periode 2018–2023, yang resmi masuk daftar buronan internasional setelah Interpol menerbitkan Red Notice pada 23 Januari 2026. Foto: Ist.

Nasional

Red Notice Riza Chalid Terbit, Interpol Buru di 196 Negara

Sabtu, 10 Okt 2026 - 14:21 WIB