Eksistensi Ibu dan Keberkahan Hidup Generasi

- Penulis

Kamis, 22 Desember 2022 - 00:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Selamat Hari Ibu. Foto: D|maruli

Ilustrasi Selamat Hari Ibu. Foto: D|maruli

Dalam berbagai perspektif memosisikan peranan ibu begitu besar. Penuh tanggungjawab, memelihara kandungannya, melahirkan, menyusui bayinya, membesarkan serta memperjuangkan pendidikan anaknya, bahkan doa ibu siang dan malam untuk keberkahan hidup anak-anaknya.

BELUM kedengaran, sang ibu protes, ketika nama ayah yang ditulis dalam selembar ijazah atau Surat Tanda Tamat Belajar (STTB) yang diproduksi Kepala Sekolah Formal anak-anaknya.

Demikian juga ayah, hanya tersenyum ketika pihak bank menanya nama ibu kandung kepada nasabah dalam menguji otentifikasi akurasi kepemilikan rekening bank. Kenapa? Karena ibu kandung merupakan sosok yang tak mungkin tertukar oleh sosok yang lain.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Beranjak dari dua paragraf narasi di atas, penulis mencoba mengulas esensi seorang ibu atau perempuan yang berperan secara biologis maupun sosial dalam kehidupan sebagai kado di Hari Ibu, 22 Desember 2022.

BACA JUGA: Meryl Ajak Perempuan Tangguh Merayakan Hari Ibu

Kamus Besar Bahasa Indonesia menuliskan arti ibu sebagai wanita yang telah melahirkan seseorang, sebutan untuk wanita yang sudah bersuami,  panggilan yang takzim kepada wanita baik yang sudah bersuami maupun yang belum, bagian yang pokok (besar, asal, dan sebagainya), yang utama di antara beberapa hal lain; yang terpenting misalnya negeri atau kota.

BACA JUGA:  FUSI UINSU Medan Gelar Pelatihan Jurnalistik di Hotel Pancur Gading

Jelas, makna dari kata ibu (perempuan) adalah sesuatu yang utama sesuai keperluannya. Mulai dari ibu (kandung) yang melahirkan, ibu yang membesarkan, ibu yang menyusui, ibu tiri, ibu jari-jari, ibukota hingga ibu negara. Semuanya menggambarkan induk atau sesuatu yang utama.

Dapat diuraikan, ibu adalah orangtua perempuan seorang anak, baik melalui hubungan biologis maupun sosial. Umumnya, ibu memiliki peranan yang sangat penting dalam membesarkan anak, dan panggilan ibu dapat diberikan untuk perempuan yang bukan orangtua kandung (biologis) dari seseorang yang mengisi peranan ini.

Dunia, begitu memosisikan ibu sebagai sesuatu yang penting untuk dikenang setiap tanggal 22 Desember, dengan sebutan Hari Ibu. Lebih dari itu, merefleksi peranan ibu hal yang sangat penting untuk menyadarkan dan senantiasa memahami esensi ibu dalam perjalanan karir maupun perjuangan dalam kehidupan anak-anaknya meraih keberkahan.

Jauh sebelum dunia menetapkan perlunya peringatan Hari Ibu, Rasulullah SAW telah meletakkan dasar-dasar teologis bahwa seorang ibu diakui sangat mulia sebagaimana ditegaskan dalam sebuah hadits yang diriwayatakan dari Anas bin Malik RA: “Surga itu di bawah telapak kaki ibu.” Bukti dari bentuk keberkahan peranan ibu.

Sepertinya, tak ada sebuah keikhlasan kecuali keikhlasan seorang ibu, karenanya dia tak pernah berharap memperoleh balas kebaikan dari setiap anak-anaknya. Karena memang balasan kebaikan dari setiap anak tak pernah terhitung lunas kepada ibunya hingga ajal menjemputnya dari kehidupan.

BACA JUGA:  Mengenali Infrastruktur Perangkat Menentukan Aplikasi Tepat

Kita simak hadits dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda, yang artinya: “Seorang anak tidak dapat membalas budi kedua orang tuanya kecuali jika dia menemukannya dalam keadaan diperbudak, lalu dia membelinya kemudian membebaskannya.” (HR Bukhari-Muslim)

Kemudian, dari Abi Burdah, ia melihat melihat Ibnu Umar dan seorang penduduk Yaman yang sedang thawaf di sekitar Ka’bah sambil menggendong ibunya di punggungnya. Orang itu bersenandung: “Sesungguhnya diriku adalah tunggangan ibu yang sangat patuh. Apabila tunggangan yang lain lari, maka aku tidak akan lari”.

Orang itu lalu berkata, “Wahai Ibnu Umar apakah aku telah membalas budi kepadanya?” Ibnu Umar menjawab, “Belum, walaupun setarik nafas yang ia keluarkan ketika melahirkan.” Beliau lalu thawaf dan shalat dua raka’at pada maqam Ibrahim lalu berkata, “Wahai Ibnu Abi Musa (Abu Burdah), sesungguhnya setiap dua raka’at (pada makam Ibrahim) akan menghapuskan berbagai dosa yang diperbuat sesudahnya.” (HR Bukhari).

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Samosir 22 Tahun: Sudah Berjalan, Belum Melompat
Verifikasi Kemiskinan, Menghapus Dosa Tunggakan BPJS
Timnas Indonesia Tertinggal 3-0, Ini sosok Pelatih Timnas Indonesia.
Ramainya Pemberitaan Bakal Calon Bupati Bekasi, Direspon Salah satu Tokoh Bekasi, H Deddy Rohendi SH, MH, CTA, menjelang Pilkada 2024-2029 Di Kabupaten Bekasi
Pergub Riau Ciderai Hak Wartawan Dan Perusahaan Pers
Menunggu Komitmen Tegas Pemerintah Jalankan Moratorium Eksploitasi Hutan Danau Toba
Program Ziarah Spiritual Selaras dengan Dokumen Abu Dhabi
Menjaga Agar Kemarahan Rakyat tak Meledak

Berita Terkait

Rabu, 7 Januari 2026 - 10:11 WIB

Samosir 22 Tahun: Sudah Berjalan, Belum Melompat

Senin, 24 November 2025 - 22:31 WIB

Verifikasi Kemiskinan, Menghapus Dosa Tunggakan BPJS

Kamis, 20 Maret 2025 - 17:18 WIB

Timnas Indonesia Tertinggal 3-0, Ini sosok Pelatih Timnas Indonesia.

Selasa, 19 Maret 2024 - 22:39 WIB

Ramainya Pemberitaan Bakal Calon Bupati Bekasi, Direspon Salah satu Tokoh Bekasi, H Deddy Rohendi SH, MH, CTA, menjelang Pilkada 2024-2029 Di Kabupaten Bekasi

Sabtu, 13 Januari 2024 - 15:37 WIB

Pergub Riau Ciderai Hak Wartawan Dan Perusahaan Pers

Berita Terbaru

Foto bersama usai Penandatanganan MoU KPAD Labuhanbatu Utara dan Ponpes Arkanuddin, Rabu (7/5/2026). Tampak jajaran KPAD, pimpinan pesantren, serta para asatidz berfoto bersama, menandai dimulainya sinergi perlindungan anak demi lingkungan pesantren yang aman dan ramah anak. Foto: GS

Kabupaten Labuhan Batu Utara

KPAD Labura Perkuat Sinergi Perlindungan Anak Bersama Ponpes Arkanuddin Pulo Dogom

Sabtu, 9 Mei 2026 - 10:35 WIB