Kemenag Gagas Platform Digital anti-jemaah Hilang

Kamis, 28 Maret 2024 - 06:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menag RI Yaqut Cholil Qoumas alias Gus Men,saat menutup Bimbingan Teknis (Bimtek) Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Rabu (27/3) malam. Foto: dok-mch

Menag RI Yaqut Cholil Qoumas alias Gus Men,saat menutup Bimbingan Teknis (Bimtek) Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Rabu (27/3) malam. Foto: dok-mch

Jakarta-Mediadelegasi: Kementerian Agama (Kemenag) tengah menggagas pemanfaatan transformasi digital dalam rangkaian ibadah haji.

“Pada musim haji mendatang semoga aplikasi untuk menemukan jamaah haji menyasar dapat diterapkan,” sebut Menteri Agama (Menag) RI Yaqut Cholil Qoumas alias Gus Men, saat menutup Bimbingan Teknis (Bimtek) Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Rabu (27/3) malam.

Menurutnya, saatnya aplikasi itu diterapkan dapat mengurangi kasus jamaah tersesat atau menyasar dari kelompoknya dapat teratasi.

“Kami di Kemenag sedang mengembangkan platform digital untuk bisa mencari jamaah yang hilang dengan lebih cepat,” katanya.

Dikatakan Gus Men, Pemerintahan Kerajaan Arab Saudi menyambut baik pembuatan aplikasi yang akan diterapkan Kemenag saat ibadah haji 2024.

BACA JUGA:  Ramalan Zodiak Besok Rabu 11 Juni 2025: Aries, Taurus, Gemini, Cancer

Aplikasi tersebut nantinya kata Gus Men, berbasis jamaah. Oleh karena itu, semua jamaah haji Indonesia wajib untuk menginstal aplikasi tersebut. “Jadi, kalau aplikasi yang baru ada dalam pelaksanaan rangkaian ibadah haji saat ini hanya dioperasikan petugas, maka ke depan aplikasi itu dapat dimanfaatkan jemaah,” katanya.

Selain bisa untuk mendeteksi jamaah yang tersesat, platform digital ini dapat mengetahui layanan konsumsi dan transportasi.

“Aplikasi ini nantinya juga bisa mendeteksi jamaah yang kekurangan makanan, hilang, dan lain-lain. Sehingga kejadian tahun lalu di Mudzdalifah bisa diantisipasi dengan cepat. Ketika aplikasi ini nanti jadi, petugas harus bisa menggunakan,” kata Gus Men.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, 1.120 petugas siap diterbangkan ke Bandara King Abdul Azis Jeddah pada awal Mei mendatang. Jumlah tersebut merupakan rekrutan Kemenag sebanyak 890 orang dan Kemenkes 230 orang. D|Red-06

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia Beri Izin Ruang Udara, Malaysia Tawarkan Bantuan Pemadaman Karhutla
Alasan Menhut Tak Ikut Kunjungan Prabowo ke Kalimantan-Sumatera
Prabowo menghadiri akad nikah Sekretaris Pribadinya
Aksi Lepas Logo Bank Mandiri Jelang Demo Jadi Sorotan Netizen
Prabowo Subianto bertolak ke Kalimantan
Terbitkan SEMA 4/2026, MA Tutup Celah Upaya Hukum untuk Putusan Bebas
KPK Klarifikasi Kegiatan OTT di Bogor
Kementerian PKP-BGN Siapkan Rumah Bagi Keluarga Penerima MBG
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 20:37 WIB

Indonesia Beri Izin Ruang Udara, Malaysia Tawarkan Bantuan Pemadaman Karhutla

Selasa, 25 Agustus 2026 - 20:06 WIB

Alasan Menhut Tak Ikut Kunjungan Prabowo ke Kalimantan-Sumatera

Selasa, 25 Agustus 2026 - 11:47 WIB

Prabowo menghadiri akad nikah Sekretaris Pribadinya

Senin, 24 Agustus 2026 - 21:33 WIB

Aksi Lepas Logo Bank Mandiri Jelang Demo Jadi Sorotan Netizen

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 15:13 WIB

Prabowo Subianto bertolak ke Kalimantan

Berita Terbaru