DPR RI Desak Pemerintah Pertahankan Status UNESCO Global Geopark Kaldera Toba

Minggu, 25 Mei 2025 - 09:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DPR RI Desak Pemerintah Pertahankan Status UNESCO Global Geopark Kaldera Toba

DPR RI Desak Pemerintah Pertahankan Status UNESCO Global Geopark Kaldera Toba

Jakarta-Mediadelegasi: Status UNESCO Global Geopark (UGGp) Kaldera Toba kini berada di ujung tanduk. Ancaman pencabutan status tersebut disampaikan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Evita Nursanty, yang menekankan dampak buruknya terhadap sektor pariwisata dan perekonomian nasional. Dua tahun setelah peringatan “kartu kuning” dari UNESCO pada September 2023, belum terlihat kemajuan berarti dalam pengelolaan kawasan tersebut.

Kehilangan status UGGP akan berdampak sangat signifikan. Selama Januari hingga September 2024 saja, Geopark Danau Toba telah berhasil menarik investasi sebesar 7,5 juta dollar AS. Status UGGp ini menjadi daya tarik utama bagi wisatawan mancanegara dan juga menjadi kunci penyelenggaraan berbagai event internasional di kawasan Danau Toba. Hilangnya status ini akan berdampak negatif terhadap kunjungan wisatawan dan citra Indonesia di mata dunia.

BACA JUGA:  E Materai Masih Eror- netizen meminta untuk kembali menggunakan meterai konvensional saja.

Evita Nursanty mendesak pemerintah untuk segera melakukan pembenahan tata kelola Kaldera Toba. Ia menekankan pentingnya menjaga status UGGp tersebut demi keberlangsungan sektor pariwisata dan perekonomian daerah. “Jangan sampai Danau Toba kehilangan status pengakuan dunia yang sangat spesial ini,” tegas Evita dalam keterangan resminya.

Komisi VII DPR RI mendorong kementerian/lembaga terkait, pemerintah daerah, dan para pengelola untuk segera memperbaiki kekurangan yang menjadi catatan UNESCO. Mereka harus segera memenuhi kewajiban yang telah ditetapkan untuk mempertahankan status UGGp Kaldera Toba. Kegagalan dalam hal ini akan berdampak buruk terhadap citra pariwisata Indonesia dan kredibilitas negara dalam upaya konservasi alam.

Pemerintah harus segera bertindak cepat dan efektif. Pembenahan tata kelola Kaldera Toba bukan hanya sekadar mempertahankan status UGGp, tetapi juga untuk menjaga kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat sekitar. Kehilangan status ini akan berdampak luas dan berkelanjutan bagi perekonomian dan pariwisata Indonesia.

BACA JUGA:  Eks Dirjen Pajak Suryo Utomo Diperiksa Kejagung Terkait Tax Amnesty

Oleh karena itu, upaya serius dan terintegrasi dari semua pihak sangat diperlukan untuk mengatasi masalah ini. Perbaikan tata kelola dan pemenuhan kewajiban kepada UNESCO harus menjadi prioritas utama agar status UGGp Kaldera Toba dapat dipertahankan dan potensi pariwisata Danau Toba tetap terjaga.D|Red

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia Beri Izin Ruang Udara, Malaysia Tawarkan Bantuan Pemadaman Karhutla
Alasan Menhut Tak Ikut Kunjungan Prabowo ke Kalimantan-Sumatera
Prabowo menghadiri akad nikah Sekretaris Pribadinya
Aksi Lepas Logo Bank Mandiri Jelang Demo Jadi Sorotan Netizen
Prabowo Subianto bertolak ke Kalimantan
Terbitkan SEMA 4/2026, MA Tutup Celah Upaya Hukum untuk Putusan Bebas
KPK Klarifikasi Kegiatan OTT di Bogor
Kementerian PKP-BGN Siapkan Rumah Bagi Keluarga Penerima MBG
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 20:37 WIB

Indonesia Beri Izin Ruang Udara, Malaysia Tawarkan Bantuan Pemadaman Karhutla

Selasa, 25 Agustus 2026 - 20:06 WIB

Alasan Menhut Tak Ikut Kunjungan Prabowo ke Kalimantan-Sumatera

Selasa, 25 Agustus 2026 - 11:47 WIB

Prabowo menghadiri akad nikah Sekretaris Pribadinya

Senin, 24 Agustus 2026 - 21:33 WIB

Aksi Lepas Logo Bank Mandiri Jelang Demo Jadi Sorotan Netizen

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 15:13 WIB

Prabowo Subianto bertolak ke Kalimantan

Berita Terbaru

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni. Foto: Ist.

Nasional

Karhutla 2026: Kemenhut Bekukan Izin 26 Korporasi

Rabu, 16 Sep 2026 - 16:44 WIB

Menteri ATR/Kepala BPN, Nusron Wahid. Foto: Ist.

Nasional

OTT KPK ATR/BPN: Nusron Wahid Disorot, 8 Tersangka Ditahan

Rabu, 16 Sep 2026 - 15:26 WIB