Cukai Rokok Naik: Dampaknya pada Daya Beli dan Penerimaan Negara

- Penulis

Selasa, 10 Juni 2025 - 13:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cukai Rokok Naik: Dampaknya pada Daya Beli dan Penerimaan Negara

Cukai Rokok Naik: Dampaknya pada Daya Beli dan Penerimaan Negara

Jakarta-Mediadelegasi: Kebijakan pemerintah menaikkan cukai rokok kembali menuai kontroversi. Ketua Komisi XI DPR RI, M. Misbakhun, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap dampak kebijakan ini terhadap daya beli masyarakat, khususnya di kalangan menengah ke bawah. Kenaikan harga rokok yang signifikan, diperkirakan mencapai Rp 20.000 per bungkus atau lebih, akan memberatkan konsumen yang mayoritasnya adalah mereka yang berpenghasilan UMR atau bahkan di bawahnya.

Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh konsumen. Kenaikan cukai ini juga berpotensi mengganggu penerimaan negara secara keseluruhan. Meskipun awalnya diproyeksikan untuk meningkatkan pendapatan negara, dampak negatif terhadap daya beli justru dapat mengurangi konsumsi dan pada akhirnya dapat menurunkan penerimaan cukai itu sendiri. Ini adalah paradoks yang perlu dipertimbangkan secara matang oleh pemerintah.

BACA JUGA:  PBNU Sambut Gembira, Paus Fransiskus Datang ke Indonesia

Selain itu, kenaikan cukai rokok juga mengancam keberlangsungan usaha, terutama bagi industri rokok skala menengah. Pabrik-pabrik rokok menengah menyerap banyak tenaga kerja dan berperan penting dalam perekonomian lokal. Penutupan pabrik akibat ketidakmampuan bersaing setelah kenaikan cukai akan berdampak pada pengangguran dan melemahkan perekonomian lokal.

Kenaikan cukai yang signifikan juga berpotensi meningkatkan dominasi perusahaan rokok besar. Perusahaan besar dengan modal dan teknologi yang lebih canggih akan lebih mudah beradaptasi dan tetap bertahan. Sebaliknya, perusahaan kecil dan menengah yang padat karya akan kesulitan bersaing dan terancam gulung tikar. Hal ini dapat mengakibatkan ketidakseimbangan pasar dan mengurangi persaingan yang sehat.

Kondisi ini semakin mengkhawatirkan karena sekitar 70% produksi rokok nasional sudah dikuasai oleh perusahaan besar. Dengan semakin terpuruknya usaha kecil menengah, konsentrasi pasar akan semakin tinggi, yang pada akhirnya bisa memicu monopoli dan merugikan konsumen.

BACA JUGA:  Komisi XIII DPR RI Sidak Rutan Salemba Terkait Kaburnya 7 Tahanan, Temukan Indikasi Kelalaian

Komisi XI DPR RI berencana memanggil Menteri Keuangan, Dirjen Bea Cukai, dan Kemenkeu untuk membahas kebijakan ini lebih lanjut. Tujuannya adalah untuk mencari solusi yang dapat menyeimbangkan kebutuhan fiskal negara dengan keberlangsungan usaha, khususnya industri rokok skala menengah dan daya beli masyarakat.

Misbakhun menekankan perlunya kebijakan fiskal yang lebih bijaksana dan mempertimbangkan dampak sosial ekonomi secara menyeluruh. Pendekatan yang hanya mengejar target penerimaan tahunan tanpa mempertimbangkan kondisi riil di lapangan berpotensi kontraproduktif dan berdampak negatif jangka panjang.D|Red

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Atasi Ketidaksinkronan Regulasi, Pemerintah Putuskan Nasib Kapasitas Produksi PT Aqua Farm Nusantara
​Kejagung Pastikan BPK Bukan Satu-Satunya Lembaga yang Berwenang Hitung Kerugian Negara
Bukan Sekadar Korupsi, Prof. Didik Rachbini Sebut Era Nadiem Rusak Tata Kelola Pendidikan
​Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara, Langsung Peluk Istri dan Orangtua
kehilangan KTP elektronik dikenakan sanksi denda
Warga Dairi Tolak “Putar Ulang” Izin Tambang Seng
Dua Bus Transjakarta Adu Banteng di Cipulir
Puasa 1 Ramadan Jatuh Pada 19 Februari 2026

Berita Terkait

Selasa, 19 Mei 2026 - 20:14 WIB

Atasi Ketidaksinkronan Regulasi, Pemerintah Putuskan Nasib Kapasitas Produksi PT Aqua Farm Nusantara

Minggu, 17 Mei 2026 - 22:07 WIB

​Kejagung Pastikan BPK Bukan Satu-Satunya Lembaga yang Berwenang Hitung Kerugian Negara

Minggu, 17 Mei 2026 - 09:16 WIB

Bukan Sekadar Korupsi, Prof. Didik Rachbini Sebut Era Nadiem Rusak Tata Kelola Pendidikan

Kamis, 14 Mei 2026 - 08:50 WIB

​Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara, Langsung Peluk Istri dan Orangtua

Jumat, 24 April 2026 - 09:54 WIB

kehilangan KTP elektronik dikenakan sanksi denda

Berita Terbaru