Wamendikdasmen Luncurkan Buku Kunjungan Paus Fransiskus, Soroti Peran Pendidikan dalam Membangun Generasi Unggul dan Toleran

Minggu, 5 Oktober 2025 - 14:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq dalam acara peluncuran buku

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq dalam acara peluncuran buku "Faith, Fraternity and Compassion: Perjalanan Apostolik Paus Fransiskus ke Indonesia 3–5 September 2024 (Foto:Ist)

Jakarta-Mediadelegasi : Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq menyatakan bahwa kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia merupakan momentum penting untuk memperkuat iman, persaudaraan sejati, kasih sayang, serta bela rasa antar umat beragama. Pernyataan ini disampaikan dalam acara peluncuran buku “Faith, Fraternity and Compassion: Perjalanan Apostolik Paus Fransiskus ke Indonesia 3–5 September 2024” yang diselenggarakan oleh Kompas Gramedia di Kantor KWI, Jakarta, pada Jumat.

 

 

Fajar Riza Ul Haq menyoroti bahwa Indonesia, sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, telah tiga kali menjadi tujuan kunjungan Paus. Kunjungan pertama dilakukan oleh Paus Paulus VI pada tahun 1970, diikuti oleh Paus Yohanes Paulus II pada tahun 1989, dan terakhir oleh Paus Fransiskus pada tahun 2024.

 

 

“Ini hal unik di mata Vatikan. Indonesia negara mayoritas Muslim, tetapi bukan negara Timur Tengah,” ujar Fajar, menekankan keistimewaan Indonesia dalam menjaga kerukunan antar umat beragama.

 

 

Ia menjelaskan bahwa sejarah perjalanan bangsa Indonesia menunjukkan bahwa hubungan antar agama telah tumbuh sejak awal, yang kemudian melahirkan Pancasila sebagai “common platform” bagi seluruh bangsa.

BACA JUGA:  Eks Mendag Tom Lembong Ungkap Perintah Jokowi Redam Gejolak Harga Pangan

 

 

Fajar juga mengingatkan bahwa Islam di Indonesia memiliki arus utama yang mengedepankan kasih sayang, sebagaimana yang digerakkan oleh Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU). Secara teologis, nilai-nilai ini sejalan dengan nilai-nilai kerahiman yang ada dalam ajaran Katolik.

 

“Bagi saya pribadi, kunjungan Paus ke Indonesia bukan di ruang kosong, adanya saling bela rasa yang sudah muncul dari masyarakat kita sendiri adalah keunikan bangsa ini,” ungkap Fajar.

 

 

Ia mencontohkan momen Muktamar Muhammadiyah pada tahun 2022, di mana umat Katolik turut memberikan dukungan dengan menyediakan gereja sebagai tempat parkir, transit, dan menyumbang konsumsi bagi para peserta.

 

 

Fajar menekankan bahwa isu konvergensi antar umat beragama telah selesai, dan tantangan saat ini adalah bagaimana memperkuat gerakan bersama antar umat beragama untuk menjawab berbagai persoalan yang dihadapi bangsa.

 

BACA JUGA:  Brigjen TNI Martin Susilo Martopo Turnip

 

Dalam kesempatan tersebut, Fajar juga menyinggung buku “Kristen Muhammadiyah” yang merupakan hasil risetnya bersama Mendikdasmen Abdul Mu’ti. Buku ini mendokumentasikan interaksi historis dan praksis antara umat Kristen dan Muhammadiyah di berbagai daerah di Indonesia, sebagai model dialog dan kerja sama lintas iman yang nyata.

 

 

“Saat ini, di bawah kepemimpinan Pak Menteri Abdul Mu’ti nilai-nilai itu kami bawa ke kebijakan pendidikan dasar dan menengah agar lahir generasi yang unggul secara kognitif dan sosial-emosional, peka pada keberagaman, dan mampu mengatasi kesenjangan pendidikan,” jelas Fajar.

 

 

Ia juga menekankan pesan Paus Fransiskus bahwa pendidikan harus memanusiakan manusia, menumbuhkan kesadaran ekologis, dan memperkuat keseimbangan antara aspek kognitif dan sosial-emosional.

 

 

Fajar mengajak semua pihak, termasuk tokoh agama dan masyarakat, untuk terus menghidupkan pesan positif kunjungan Paus, terutama pesan untuk menarasikan nilai kemanusiaan, kebersamaan, dan bela rasa, terutama di ruang digital yang saat ini menjadi sumber informasi bagi generasi muda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jampidsus Febrie Adriansyah Dikabarkan Mundur
Surat Rahasia Kejagung Bocor: Soroti Kasus Pejabat, Pegawai Kejaksaan Dilarang Komentar Soal Perkara
Bupati Langkat Syah Afandin Di OTT KPK
Pertamina Resmi Naikkan Harga Pertamax
Nama Raffi Ahmad Terseret Dalam Kasus Dugaan Suap Importasi Barang di Bea Cukai
​Kurs Rupiah Terpuruk di Angka Rp18.000, Hasto Kristiyanto Kritik Keras Manajemen Pemerintahan
Tuntut Kepastian Operasional, Investor Dapur SPPG di Wilayah 3T Geruduk Kantor BGN
Rupiah Hancur! Tembus Rp18.175 per Dolar AS
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 00:15 WIB

Jampidsus Febrie Adriansyah Dikabarkan Mundur

Kamis, 9 Juli 2026 - 23:19 WIB

Surat Rahasia Kejagung Bocor: Soroti Kasus Pejabat, Pegawai Kejaksaan Dilarang Komentar Soal Perkara

Jumat, 3 Juli 2026 - 09:17 WIB

Bupati Langkat Syah Afandin Di OTT KPK

Rabu, 10 Juni 2026 - 07:47 WIB

Pertamina Resmi Naikkan Harga Pertamax

Selasa, 9 Juni 2026 - 15:03 WIB

Nama Raffi Ahmad Terseret Dalam Kasus Dugaan Suap Importasi Barang di Bea Cukai

Berita Terbaru

Kabupaten Labuhan Batu Utara

Tindaklanjuti Instruksi DPP, Golkar Labura Gelar Pleno Persiapan Musda 2026

Jumat, 7 Agu 2026 - 17:53 WIB

Foto: Jilbab berlogo bordir “Asri” hasil pengadaan Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Deli Serdang sebanyak 15.000 lembar senilai Rp525 juta. Harga satuan yang ditetapkan Rp35.000 disorot JIPI karena dinilai jauh lebih tinggi dari harga pasar sejenis yang diperkirakan hanya sekitar Rp15.000 per lembar.

Kabupaten Deli Serdang

Jilbab Rp525 Juta, Kainnya yang Mahal atau Angkanya yang Bikin Bertanya?

Jumat, 7 Agu 2026 - 17:16 WIB