Dua Pejabat Bank Sumut Dinonaktifkan Pasca Temuan Dugaan Kick Back dari Debitur OJK

Jumat, 21 November 2025 - 11:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bank Sumut Cabang Utama Medan. Foto: Ist.

Bank Sumut Cabang Utama Medan. Foto: Ist.

Medan-Mediadelegasi: Dua pejabat teras PT Bank Sumut, bank pembangunan daerah milik Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, dikabarkan telah dinonaktifkan dari jabatannya. Penonaktifan ini menyusul adanya temuan serius dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang mengarah pada dugaan penerimaan aliran dana dari seorang debitur, yang disinyalir sebagai praktik kick back terkait fasilitas kredit.

Kedua pejabat yang kini berstatus nonaktif tersebut adalah Pimpinan Divisi Kredit PT Bank Sumut berinisial RMS dan seorang pejabat non eksekutif yang diidentifikasi dengan inisial T. Penonaktifan keduanya dilakukan sebagai tindak lanjut dari audit investigasi yang dilakukan oleh otoritas pengawas perbankan.

Secara spesifik, RMS, yang memegang peranan kunci di Divisi Kredit, diduga menerima aliran dana dalam jumlah signifikan, yakni lebih dari Rp 200 juta. Sumber dana ini ditengarai berasal langsung dari seorang debitur Bank Sumut, menguatkan dugaan adanya pelanggaran tata kelola dan etika perbankan.

Sementara itu, untuk pejabat non eksekutif berinisial T, rincian mengenai jumlah pasti aliran dana yang diduga telah diterimanya masih belum dapat dipastikan. Meskipun demikian, status nonaktif yang dikenakan padanya menunjukkan bahwa temuan OJK juga cukup kuat untuk menindaklanjuti dugaan fraud yang melibatkannya.

BACA JUGA:  OJK Berencana Revisi Aturan Rekening Dormant untuk Cegah Kejahatan Keuangan

Seorang pegawai Bank Sumut di Medan, yang enggan disebutkan namanya, membenarkan kabar penonaktifan kedua pejabat tersebut pada Kamis (20/11/2025). “Informasi dari bidang terkait, iya dia (RMS) dinonaktifkan. T juga dinonaktifkan,” ungkap sumber tersebut, seraya menambahkan bahwa aliran dana yang dicurigai tersebut ditransfer melalui rekening giro.

Dugaan fraud ini mulanya terkuak melalui audit internal yang dilakukan oleh pihak pengawasan Bank Sumut sendiri. Dalam proses audit awal tersebut, sudah ditemukan adanya anomali yang melibatkan pejabat berinisial T. Temuan ini kemudian memicu pengawasan lebih lanjut dari regulator.

Titik terang mengenai dugaan kick back ini ditemukan saat OJK mulai melakukan audit investigasi mendalam di Bank Sumut. OJK kemudian menemukan adanya aliran dana yang mencurigakan dari seorang debitur kepada RMS. Dugaan kuatnya adalah kick back yang terkait erat dengan pemberian atau kemudahan fasilitas kredit tertentu.

Sumber internal Bank Sumut juga mengungkapkan bahwa dugaan praktik serupa bukanlah hal baru. “Dengar dari teman, RMS biasa main seperti itu,” ujar sumber tersebut, memberikan indikasi bahwa potensi pelanggaran ini mungkin merupakan pola berulang dalam operasional bank.

Masyarakat perbankan dan internal Bank Sumut kini menanti langkah tegas selanjutnya. “Kita lihatlah nanti bang apa sanksi dari OJK dan apa ditindaklanjuti ke APH (Aparat Penegak Hukum) seperti Lutfi KCP Krakatau,” tambah sumber tersebut, merujuk pada kasus sebelumnya yang telah dibawa ke ranah hukum.

BACA JUGA:  Penyidik Kejatisu Selamatkan Aset Negara Rp25,85 Miliar Lebih

Hingga berita ini diturunkan, Otoritas Jasa Keuangan masih terus melakukan pemeriksaan intensif terkait temuan fraud yang terjadi menjelang akhir tahun 2025 ini. Hasil akhir dari pemeriksaan OJK akan sangat menentukan nasib kedua pejabat tersebut dan potensi sanksi yang akan dikenakan kepada Bank Sumut.

Namun demikian, hingga saat ini, pihak Bank Sumut memilih untuk bungkam dan belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan fraud yang ditemukan oleh OJK ini. Keengganan manajemen untuk berkomentar memunculkan banyak spekulasi di kalangan publik dan nasabah.

Upaya konfirmasi kepada RMS, Pimpinan Divisi Kredit yang dinonaktifkan, melalui pesan digital juga tidak membuahkan hasil. Yang bersangkutan tidak memberikan jawaban apa pun terkait dugaan penerimaan dana dari debiturnya, meninggalkan tanda tanya besar seputar integritas tata kelola di PT Bank Sumut. D|Red.

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemutihan Pajak Kendaraan Sumut Mulai Berjalan, Samsat Dipadati Warga Hingga 30 November 2026
Bobby Nasution Cari Jalur Luar APBD Bangun Infrastruktur Nelayan Nias Selatan, Libatkan Swasta & Bank
Toyota Land Cruiser 300 Muncul di Anggaran Dinkes Sumut Rp2,7 Miliar, LIPPSU Desak Aparat Turun Tangan
Pemutihan Pajak Kendaraan di Sumut Digelar Nopember 2026, Bebas Denda dan Pajak Progresif
Pemprov Sumut dan Jabar Resmi Gandeng Tangan, Dorong Transformasi Digital dan Reformasi Birokrasi
Proyek Turap Nias Dipercepat: Bobby Nasution Targetkan Selesai Sebelum Nataru
Wagub Surya Dukung Revisi Perda Narkoba Sumut, Larang ASN Vape & Antisipasi Narkoba Jenis Baru
Bobby Nasution Pastikan Pasokan BBM Nias Aman Jelang Nataru, Atasi Pembatasan Tonase Jalan
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 13:57 WIB

Pemutihan Pajak Kendaraan Sumut Mulai Berjalan, Samsat Dipadati Warga Hingga 30 November 2026

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:24 WIB

Bobby Nasution Cari Jalur Luar APBD Bangun Infrastruktur Nelayan Nias Selatan, Libatkan Swasta & Bank

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:08 WIB

Toyota Land Cruiser 300 Muncul di Anggaran Dinkes Sumut Rp2,7 Miliar, LIPPSU Desak Aparat Turun Tangan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 16:29 WIB

Pemutihan Pajak Kendaraan di Sumut Digelar Nopember 2026, Bebas Denda dan Pajak Progresif

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:02 WIB

Pemprov Sumut dan Jabar Resmi Gandeng Tangan, Dorong Transformasi Digital dan Reformasi Birokrasi

Berita Terbaru

Pengurus BWI Perwakilan Deli Serdang  Periode 2026-2029 usai dilantik Bupati Deli Serdang, Senin (2/11). Foto: dok-bwi-ds

Kabupaten Deli Serdang

BWI Deli Serdang Didorong Kembangkan Wakaf Produktif untuk Kesejahteraan Umat

Selasa, 3 Nov 2026 - 10:26 WIB