Kemensos Kerahkan Kapal dan Helikopter untuk Salurkan Bantuan ke Wilayah Terisolasi di Sumatera

- Penulis

Rabu, 3 Desember 2025 - 12:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah Kerahkan 11 Helikopter untuk Salurkan Bantuan ke Daerah Terisolasi di Sumatera. Foto: Ist.

Pemerintah Kerahkan 11 Helikopter untuk Salurkan Bantuan ke Daerah Terisolasi di Sumatera. Foto: Ist.

Medan-Mediadelegasi: Kementerian Sosial (Kemensos) memberikan perhatian khusus terhadap penanganan banjir dan longsor yang melanda Sumatera, terutama di wilayah-wilayah yang masih terisolasi seperti Aceh Tamiang. Menteri Sosial, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), memastikan bahwa pihaknya telah mengerahkan kapal dan helikopter untuk mendistribusikan bantuan kepada para pengungsi.

Gus Ipul menuturkan bahwa seluruh wilayah terdampak di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara mendapatkan perhatian serius dari Kemensos. Prioritas utama diberikan kepada daerah-daerah yang hingga kini masih sulit dijangkau melalui jalur darat.

“Kita utamakan daerah-daerah yang masih terisolir untuk memastikan dukungan logistik terpenuhi. Aceh Tamiang salah satunya,” ujar Gus Ipul dalam keterangannya, Rabu (3/12/2025). Ia menekankan bahwa Kemensos berupaya secepat mungkin menjangkau seluruh korban bencana, tanpa terkecuali.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Gus Ipul menambahkan bahwa akses darat menuju beberapa wilayah di Aceh Tamiang diperkirakan mulai dapat dilalui oleh kendaraan roda empat. Dengan perkembangan ini, Kemensos segera mengirimkan buffer stock logistik mulai Kamis pagi, setelah berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Adapun, bantuan logistik yang dikirim antara lain makanan siap saji, pakaian untuk ibu dan anak, obat-obatan, tenda pengungsian dan tenda anak, matras, beras, dan kebutuhan dasar lainnya. Bantuan ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan mendesak para pengungsi dan meringankan beban mereka.

BACA JUGA:  GPIPS: Strategi Atasi Bencana dan Jaga Ketahanan Pangan

Gus Ipul menuturkan bahwa pengiriman bantuan juga dilakukan melalui kapal yang dikawal langsung oleh Wakil Menteri Sosial (Wamensos), Agus Jabo. Langkah ini diambil untuk memastikan bantuan dapat sampai dengan aman dan tepat waktu ke wilayah-wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

Secara paralel, distribusi bantuan melalui udara juga disiapkan bekerja sama dengan BNPB. Kemensos akan memanfaatkan helikopter yang disediakan oleh BNPB untuk menyalurkan bantuan ke kantong-kantong pengungsian yang masih sulit dicapai.

“Kita juga akan menggunakan helikopter yang disediakan BNPB untuk menyalurkan lewat udara,” tuturnya. Ia menegaskan bahwa pola distribusi melalui laut dan udara akan terus dioptimalkan untuk menjangkau seluruh pengungsi yang membutuhkan bantuan.

Selain Kemensos dan BNPB, unsur TNI dan Polri turut mengirimkan personel dan logistik untuk mendukung upaya penanganan bencana. Sinergi antara berbagai pihak ini diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan dan meringankan beban para korban bencana.

Koordinasi intensif juga dilakukan antara Kemensos, BNPB, pemerintah kabupaten/kota, serta Polda dan unsur daerah lainnya untuk mempercepat penanganan. Koordinasi yang baik antarinstansi ini sangat penting untuk memastikan bantuan dapat disalurkan secara efektif dan efisien.

BACA JUGA:  Korban Banjir dan Longsor Sumatra Bertambah, 1.135 Jiwa Meninggal Dunia

“Bupati (Aceh Tamiang) tadi melaporkan masih ada sekitar 10 kecamatan yang terisolir, sementara dua kecamatan sudah mulai terbuka aksesnya. Besok mudah-mudahan bertambah,” kata Gus Ipul. Ia berharap agar akses ke wilayah-wilayah terisolasi lainnya dapat segera dibuka, sehingga bantuan dapat menjangkau seluruh korban bencana.

Gus Ipul turut melaporkan bahwa total bantuan yang telah disalurkan hingga malam ini mencapai sekitar Rp25 miliar, baik dalam bentuk natura maupun dukungan operasional dapur umum. Dana tersebut termasuk belanja bahan baku dan pembiayaan SDM.

Selain itu, Kemensos mengoperasikan sekitar 30 dapur umum, baik yang dikelola masyarakat maupun yang dibangun bersama dinas sosial setempat yang tersebar di tiga provinsi. Dapur-dapur umum ini menyediakan makanan siap saji bagi para pengungsi dan relawan.

Lebih dari 570 SDM Taruna Siaga Bencana (Tagana) dikerahkan untuk mendukung operasional dapur umum. Para personel Tagana ini bekerja keras untuk menghasilkan sekitar 80.000 bungkus makanan setiap hari, yang kemudian didistribusikan kepada para pengungsi di berbagai wilayah terdampak. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGE NEWS.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hujan Deras Melanda, Tiga Kecamatan di Nagan Raya Terendam Banjir
Tabrakan Bus ALS dan Truk Tangki di Muratara, 16 Orang Tewas
Kasus Pencabulan Santriwati, Izin Ponpes Ndolo Kusumo Pati Dicabut
Kompol Dedi Kurniawan Divonis PTDH Terkait Kasus Narkoba, Dalih Penyelidikan Ditolak
Siaga Hantavirus: Kemenkes Siapkan Rapid Test dan PCR, Belum Ada Rencana Lockdown
Waspada Hantavirus, Pemerintah Perkuat Screening dan Surveillance
KSPI Minta Pemerintah Cabut atau Revisi Permenaker 7/2026, Dinilai Melegalkan Outsourcing
Letjen TNI Robi Herbawan Resmi Ditunjuk Jadi Kabais TNI

Berita Terkait

Kamis, 7 Mei 2026 - 17:15 WIB

Hujan Deras Melanda, Tiga Kecamatan di Nagan Raya Terendam Banjir

Kamis, 7 Mei 2026 - 16:30 WIB

Tabrakan Bus ALS dan Truk Tangki di Muratara, 16 Orang Tewas

Kamis, 7 Mei 2026 - 16:21 WIB

Kasus Pencabulan Santriwati, Izin Ponpes Ndolo Kusumo Pati Dicabut

Kamis, 7 Mei 2026 - 15:11 WIB

Kompol Dedi Kurniawan Divonis PTDH Terkait Kasus Narkoba, Dalih Penyelidikan Ditolak

Kamis, 7 Mei 2026 - 14:44 WIB

Waspada Hantavirus, Pemerintah Perkuat Screening dan Surveillance

Berita Terbaru