Medan-Mediadelegasi: Gelombang demonstrasi besar-besaran di Iran semakin memanas pada Kamis (8/1/2026), dengan laporan mengenai tindakan represif dari pemerintah yang berujung pada jatuhnya ratusan korban jiwa.
Seorang dokter di Teheran mengungkapkan kepada TIME bahwa enam rumah sakit mencatat sedikitnya 217 korban tewas akibat peluru tajam. Sebagian besar korban adalah anak muda, termasuk mereka yang tewas di dekat kantor polisi Teheran utara, di mana pasukan keamanan dilaporkan memberondong gelombang demonstran dengan senapan mesin.
Jumlah kematian yang sangat mengkhawatirkan ini masih belum dapat dikonfirmasi secara independen. Pemerintah Iran sendiri telah memutus koneksi internet dan telepon nasional sejak Kamis malam, mempersulit akses informasi dari lapangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Baca Juga : https://mediadelegasi.id/chandra-digitalisasi-perizinan-tarik-investor/
Gelombang Demonstrasi Meluas Ke 31 Provinsi
Demonstrasi yang kini meluas ke 31 provinsi merupakan bentuk protes warga terhadap kondisi perekonomian yang semakin merosot. Tuntutan pun berkembang, dengan desakan untuk menggulingkan rezim yang telah berkuasa sejak 1979.
Meskipun sebagian besar demonstrasi berlangsung damai, dengan seruan “Kebebasan” dan “Matilah Diktator,” beberapa gedung pemerintah dilaporkan dirusak.
Kelompok hak asasi manusia (HAM) melaporkan jumlah korban tewas yang jauh lebih rendah, yaitu 63 orang, termasuk 49 warga sipil. Namun, mereka menekankan bahwa angka tersebut hanya mencakup korban yang telah teridentifikasi.
Di tengah situasi yang semakin memanas, rezim Iran menyiarkan serangkaian pesan yang mengancam. Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menyatakan bahwa Republik Islam tidak akan mundur menghadapi para perusak yang berusaha menyenangkan Presiden AS Donald Trump.
Sementara itu, jaksa Teheran mengancam para demonstran dengan hukuman mati. Seorang pejabat Garda Revolusi Islam bahkan memperingatkan orang tua untuk menjauhkan anak-anak dari demonstrasi, dengan nada sinis mengatakan, “Jika peluru mengenai Anda, jangan mengeluh.”
Tindakan represif pemerintah Iran ini menuai kecaman dari berbagai pihak. Organisasi-organisasi HAM internasional mendesak pemerintah Iran untuk menghormati hak warga negara untuk berkumpul dan menyampaikan pendapat secara damai.
Situasi di Iran saat ini sangat tegang dan tidak pasti. Demonstrasi diperkirakan akan terus berlanjut, sementara pemerintah tampaknya tidak akan segan-segan menggunakan kekerasan untuk memadamkan perlawanan. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGE NEWS.












