Medan-Mediadelegasi: Direktur Rumah Sakit (RS) Citra Medika Tembung, Hendra Taufik Hasibuan, mengatakan, setiap pasien yang berobat ke rumah sakitnya dilayani sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang baku. “Sama seperti di RS lain, RS Citra Medika pun memiliki SOP berdasarkan standar berbasis evidence-based practice, regulasi terkini dan konsensus,” tegasnya saat dikonfirmasi awak MediaDelegasi.
Khusus mengenai bayi 9 bulan yang pada 25 Januari 2026, yang menurut orangtuanya Fitri, kurang mendapat pelayanan, Hendra Hasibuan mengklarifikasinya dengan detail.
Didampingi dokter jaga dr Nurul dan perawat yang menerima pasien pada saat berobat, Hendra Hasibuan menjelaskan, bayi dan ibunya Fitri datang ke RS Citra Medika dan langsung ditangani dr Nurul dengan memasang oksigen. “Tindakan itu dilakukan setelah memeriksa secara menyeluruh bahwa pasein dalam kondisi lemah hingga harus ditangani langsung. Pasien saat itu dianalisis sesak hingga butuh oksigen,” urainya. “Hasil diagnosis, pasien disarankan rawat inap dan ibunya menyetujui!”
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Setelah memasang selang oksigen, lanjutnya, dr Nurul menyarankan keluarga untuk mendaftar ke IGD dan diterima petugas receptionist. Saat bersamaan, lanjutnya, ada pasien lainnya yang mengalami pendarahan dan juga membutuhkan penanganan secepatnya,“ tambah Hendra Hasibuan.
Tetapi, ketika seluruh upaya dilakukan dan keluarga pasien merujuk ke rumah sakit lain hingga berujung wafatnya bayi, ujarnya, adalah hal di luar kendali dokter dan perawat di RS Citra Medika. “Sekali lagi, RS sudah melakukan pelayanan sesuai SOP,” tegasnya.
Sebagaimana diberitakan, ibu bayi bernama Fitri menduga kematian anaknya sehubungan belum mendapatkan penanganan medis secara intensif. Apalagi, menurut warga Bandar Khalifah Pasar 10 Tembung yang berusia 35 tahun itu pihak rumah sakit meminta jaminan Rp500 ribu karena anaknya tidak terdaftar dalam program Universal Health Coverage (UHC) maupun BPJS Kesehatan, Hendra Hasibuan menampiknya.
Ia mengatakan, sesuai peraturan, setiap pasien pasti dilayani sesuai kritesia. Mulai dari fasilitas UHC atau bila memiliki kartu BPJS dilakukan sesuai kriteria. “Tetapi jika pasien umum, sewajarnya ditanyai deposit. Jika Rp500 ribu, juga tidak benar untuk deposit,” tegasnya. “Khusus untuk pasien, anak dari Ibu Fitri, tidak ada hal seperti itu. Buktinya, langsung ditangani mulai dari oksigen,” tegasnya sambil mengatakan yang bersangkutan bahkan memindahkan perawatan anaknya dari RS Citra Medika Tembung.
Beri Bantuan
Pasca kematian tersebut, jajaran RS Citra Medika Tembung bersama petukas Pelayanan Kesehatan Pemprovsu, pada Selasa, 3 Februari 2026, bersilaturahmi ke keluarga Fitri.
Dalam pertemuan itu, Hendra Hasibuan dan jajaran perawat serta Kabid dan Kasi Yankes Pemprovsu mengucapakan ikut berbelasung kawa sekaligus memberikan bantuan yang dimaksudkan menyambut keeratan silaturahmi. “Kami memberi batuan bahan makanan. Hal itu dimaksudkankan meringankan beban dan bentuk solidaritas serta ikut berbelasung kawa,” tegasnya.
Bantuan bahan makanan seperti beras, gula, telur dan minyak goreng serta tali asih menjalang Ramadhan tersebut disampaikan dan diterima Fitri yang baru kehilangan buah hatinya.
“Saya sangat bersyukur atas kehadiran pihak rumah sakit dan Yankes Pemprovsu yang berkenan berkunjung ke rumah saya untuk mengucapkan rasa belasung kawa. Saya juga sudah ikhlas menerima musibah sebagai cobaan dari-Nya,” ujar wanita single parent di mana suaminya wafat saat bayinya berumur empat hari. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.












