Tantangan Ekonomi: Jurus Menkeu Amankan APBN

Senin, 16 Februari 2026 - 16:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. Foto: Ist.

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. Foto: Ist.

Medan-Mediadelegasi: Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memberikan penjelasan tegas mengenai arah kebijakan fiskal pemerintah di tengah tantangan ekonomi global awal tahun ini. Purbaya mengungkapkan bahwa pemerintah harus mengambil keputusan sulit demi menjaga stabilitas nasional.

Tantangan Ekonomi: Tata Ulang APBN Jadi Kunci

Menurut Menkeu, perlambatan ekonomi yang terjadi beberapa waktu terakhir menjadi tantangan dan memaksa pemerintah untuk memilih strategi yang paling minim risiko bagi rakyat. Ia memberikan perbandingan tajam antara kondisi saat ini dengan memori kelam krisis finansial masa lalu.

“Ini kan kemarin terpaksa karena ada perlambatan signifikan. Pilihannya yang mana? Ke kondisi seperti 1998 atau meningkatkan utang sedikit, tetapi ekonomi kita selamat habis itu kita tata ulang semuanya,” ujar Purbaya di The Tribrata Darmawangsa, ditulis, Senin (16/2/2026).

Purbaya menjelaskan bahwa kebijakan meningkatkan utang dilakukan secara terukur sebagai stimulus untuk memastikan roda ekonomi tetap berputar. Baginya, menyelamatkan ekonomi dari jurang krisis sistemik adalah prioritas utama sebelum pemerintah melakukan konsolidasi atau penyehatan kembali anggaran negara.

Strategi “tata ulang” yang dimaksud Menkeu mencakup komitmen untuk menyehatkan kembali APBN melalui optimalisasi pendapatan negara setelah kondisi ekonomi dinyatakan benar-benar stabil. Ia menjamin bahwa langkah ekspansi fiskal ini bersifat sementara dan akan segera diikuti dengan efisiensi di berbagai lini.

BACA JUGA:  Dicopot Usai Keracunan MBG Sidoarjo, BGN: SPPG Kalitengah Lalaian Disengaja

Baca Juga : https://mediadelegasi.id/polemik-revisi-kpk-golkar-bantah-jokowi/

Purbaya juga berpesan agar sektor jasa keuangan tetap optimis dalam menyalurkan likuiditas. Langkah penyelamatan yang diambil pemerintah diharapkan dapat memberikan ruang bagi dunia usaha untuk tetap ekspansif, sehingga pemulihan ekonomi dapat berjalan lebih cepat tanpa harus mengorbankan kesejahteraan masyarakat luas.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (Menkeu Purbaya) memasang target pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa melampaui 6 persen pada 2026. Sasaran pertumbuhan ekonomi ini berada di atas asumsi dalam APBN yang ditetapkan sebesar 5,4 persen.

Ia menilai capaian tersebut menjadi langkah untuk keluar dari pola pertumbuhan yang selama ini bertahan di kisaran 5 persen.

“Karena apalagi terjadi, berarti kita sudah keluar dari kutukan pertumbuhan 5 persen,” kata Purbaya dalam forum Indonesia Economic Outlook, Jumat (13/2/2026).
Purbaya menegaskan pemerintah tidak ingin terjebak dalam pertumbuhan yang stagnan. Ia memperkirakan ekonomi Indonesia pada 2026 berpotensi tumbuh di rentang 5,5 hingga 6 persen.

Dia menilai, target tersebut bukan sekadar angka formal, tetapi mencerminkan penguatan momentum pemulihan ekonomi. Ia menyebut fondasi ekonomi nasional saat ini berada dalam kondisi yang solid. Berbagai program prioritas, termasuk stimulus dan belanja sosial, turut dipercepat untuk menjaga daya beli masyarakat dan likuiditas di sistem keuangan.

Sebelumnya, Purbaya optimistis Indonesia bisa menuju Indonesia Emas jika pertumbuhan ekonomi terus dijaga dengan baik. Ia menegaskan seluruh kebijakan fiskal pemerintah saat ini diarahkan untuk mempertahankan momentum pertumbuhan.

BACA JUGA:  Bupati Sergai Tanggapi Fraksi, Tekankan Pembangunan SDM, Ekonomi, dan Infrastruktur dalam P-APBD 2025

Menurut Purbaya, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4 persen dalam APBN. Namun, ia ingin mendorong angka tersebut bisa mendekati 6 persen. Ia mengatakan banyak pihak bertanya bagaimana prospek ekonomi Indonesia dalam beberapa tahun ke depan, bukan hanya dalam satu atau dua kuartal.

Untuk menjawab itu, Purbaya menjelaskan bahwa ekonomi Indonesia biasanya bergerak dalam siklus, yaitu masa pertumbuhan (ekspansi), lalu perlambatan (resesi), kemudian tumbuh lagi.

Menurut dia, setelah masa resesi yang singkat, Indonesia biasanya bisa menikmati pertumbuhan cukup panjang.

Selain itu, ia menyebut sejumlah indikator ekonomi mulai menunjukkan perbaikan. Indeks yang menggambarkan arah ekonomi 6 hingga 12 bulan ke depan sempat turun, namun kini sudah mulai naik lagi dalam beberapa bulan terakhir. Indikator kondisi ekonomi saat ini juga menunjukkan tren yang lebih baik.

Purbaya menilai, jika kondisi ini bisa dijaga dan kebijakan tetap konsisten, Indonesia berpeluang mempertahankan pertumbuhan hingga 2033. Ia pun yakin Indonesia bisa menuju Indonesia Emas, bukan sebaliknya.

“Jadi kelihatannya kita ada kemungkinan besar bisa membawa ekonomi Indonesia ke Indonesia emas, bukan Indonesia suram,” pungkasnya. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Satu tanggapan untuk “Tantangan Ekonomi: Jurus Menkeu Amankan APBN”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ketua GCP: Saya Di-prank, KPU Harus Bertanggung Jawab Polemik Ijazah Gibran
Febrie Adriansyah Didakwa Peras Rp55 Miliar dari Tan Kian Agar Tak Jadi Tersangka Jiwasraya
KPK Panggil Eks Bupati Tapsel & Madina, 15 Saksi Diperiksa Pengembangan Korupsi Jalan Sumut
Gibran Buka Suara: Kuliah S1 di Singapura Bukti Telah Lulus Pendidikan Sebelumnya
Gibran Dilaporkan ke Bareskrim, Bawa Putusan MK soal Tak Ada Bukti Ijazah Setara SMA
KPK Masih Tunggu Nusron Wahid Hadir, 8 Tersangka Kasus Suap HGB Bogor Sudah Ditetapkan
Pakar Hukum: MK Tetap dalam Koridor Kewenangan, Alihkan Masalah Gibran ke Jalur Pemakzulan
Kabut Asap Kembali Selimuti Pekanbaru, PC PMII Desak Pemerintah Perkuat Langkah Konkret dan Penanganan Sumber Asap
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 17:46 WIB

Ketua GCP: Saya Di-prank, KPU Harus Bertanggung Jawab Polemik Ijazah Gibran

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:07 WIB

Febrie Adriansyah Didakwa Peras Rp55 Miliar dari Tan Kian Agar Tak Jadi Tersangka Jiwasraya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:15 WIB

KPK Panggil Eks Bupati Tapsel & Madina, 15 Saksi Diperiksa Pengembangan Korupsi Jalan Sumut

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:45 WIB

Gibran Buka Suara: Kuliah S1 di Singapura Bukti Telah Lulus Pendidikan Sebelumnya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:08 WIB

Gibran Dilaporkan ke Bareskrim, Bawa Putusan MK soal Tak Ada Bukti Ijazah Setara SMA

Berita Terbaru

Camat Sungaikanan, Yusran Hasian Harahap SE MM (dua kiri), Perwakilan Kebun B Simangunsong (tiga kanan), Tokoh masyarakat H Kodirun Harahap SH (dua kanan) bersama jajaran Polsek Sungaikanan dan Personel Koramil 12/Langgapayung saat meninjau langsung longsor hebat sudut Kebun B di Desa Sabungan, Sungaikanan, Labusel, kemarin. Foto: D|maruli siregar

Kabupaten Labuhan Batu Selatan

Sengkarut Gurita Bisnis Kebun di Sabungan Labusel

Rabu, 7 Okt 2026 - 19:54 WIB