Respons Kecelakaan Maut, AHY Instruksikan Percepatan Pembangunan Flyover Tutup Lintasan Sebidang

Selasa, 28 April 2026 - 16:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Koordinator bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Foto: Ist.

Menteri Koordinator bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Foto: Ist.

Jakarta-Mediadelegasi: Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono atau yang akrab disapa AHY, segera mengambil langkah strategis menyusul musibah tabrakan kereta api di Stasiun Bekasi Timur. Ia menyoroti masih banyaknya titik rawan berupa pelintasan sebidang yang bersinggungan langsung dengan jalur transportasi darat, yang dinilai berpotensi memicu bahaya.

Hal tersebut diungkapkan AHY saat meninjau langsung lokasi kejadian dan mengecek kondisi di lapangan pada Selasa (28/4/2026). Menurutnya, solusi jangka panjang yang harus segera didorong adalah pembangunan infrastruktur pemisah jalur, seperti flyover atau jembatan layang, agar tidak lagi terjadi persinggungan antara kendaraan jalan raya dengan rel kereta api.

“Saya minta dan saya ingin mendorong untuk mempercepat semuanya karena memang misalnya untuk membangun flyover sehingga tidak lagi ada lintasan sebidang. Ini perlu penyiapan tata ruangnya, lahannya, ini juga membutuhkan proses pembangunan flyover itu sendiri,” ujar AHY di hadapan awak media.

Ia menegaskan bahwa keberadaan flyover tidak hanya berfungsi mengurai kemacetan lalu lintas yang sering terjadi di sekitar perlintasan, tetapi juga secara signifikan dapat menekan risiko terjadinya kecelakaan maut yang kerap mengorbankan jiwa manusia.

BACA JUGA:  KLB Keracunan Pelajar Akibat MBG, BGN: Program Tetap Berjalan Kecuali Ada Perintah Lain dari Presiden

Setelah pembangunan flyover di titik-titik tertentu selesai dan mulai beroperasi, langkah selanjutnya yang akan dilakukan adalah pembenahan total sistem manajemen lalu lintas di kawasan tersebut agar pengaturan arus kendaraan berjalan lebih tertib dan aman.

“Sekaligus bisa menutup sejumlah lintasan sebidang lainnya jika flyover tersebut misalnya sudah hadir di tengah-tengah masyarakat kita,” tuturnya menjelaskan skema penataan yang akan diterapkan.

Namun, di samping menyiapkan solusi infrastruktur jangka panjang, AHY juga menekankan pentingnya pengamanan maksimal di titik-titik perlintasan yang masih ada saat ini. Setiap titik rawan wajib dilengkapi dengan fasilitas pengaman yang memadai dan diawasi langsung oleh petugas.

“Misalnya, terhadap masih cukup banyaknya lintasan sebidang tadi, kita harus memastikan setiap titik pelintasan kereta itu harus ada pengamanan, harus ada palang, dan harus ada petugas yang menjaga,” tegasnya lagi.

BACA JUGA:  Perlintasan Kereta Api Sebidang Asahan Memakan Korban

Kecelakaan dahsyat yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line ini sendiri hingga kini masih dalam proses penanganan menyeluruh. Berdasarkan data terbaru dari Polda Metro Jaya, korban jiwa yang meninggal dunia tercatat mencapai 15 orang.

“Iya, 15 meninggal dunia, sampai siang ini,” ucap Kepala Bidang Dokkes Polda Metro Jaya, Kombes Martinus Ginting kepada wartawan, Selasa (28/4/2026).

Martinus menambahkan, saat ini proses identifikasi terhadap jenazah masih terus dilakukan secara intensif. Dari total 15 korban meninggal, sebanyak 10 jenazah saat ini berada di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, sedangkan sisanya sebanyak 5 orang berada di RS Kota Bekasi.

“Semuanya masih dilakukan proses identifikasi,” kata dia memastikan. Pihak kepolisian bersama tim medis bekerja maksimal untuk memastikan data identitas korban akurat sebelum nantinya diserahkan sepenuhnya kepada keluarga besar yang ditinggalkan. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dony Oskaria: Keterlambatan Laporan Keuangan Danantara Akibat Proses Konsolidasi Ribuan BUMN
Pagar Tinggi di Mal Jadi Sorotan, Pramono Anung Minta Dibongkar, Polda: Belum Ada Pemberitahuan Aksi
BNN dan Bea Cukai Bongkar Sindikat Vape Narkotika dalam Kemasan Makanan Ringan di Batam, WNA Ikut Diseret
Rotasi Besar-Besaran Kejaksaan RI: Jaksa Agung Mutasi 90 Kajari di Seluruh Indonesia, Ini Daftar Lengkap dan Alasannya
Roy Suryo Hadirkan Ahli Pidana di Sidang Praperadilan Ganti Rugi Rp206 Juta Terkait Dugaan Fitnah Ijazah Jokowi
PN Jaksel Tolak Praperadilan Lodewyk Pusung: Tak Berwenang Mengadili Perkara Dugaan Korupsi MBG
MK Kabulkan Sebagian Uji Materi MBG: Anggaran Harus Dipisah dari Pos Pendidikan Mulai 2028
Totok Suharyanto Kunjungi Kejagung, Disebut Silaturahmi Meski Bayang Kasus Febrie Adriansyah Membayangi
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 12:17 WIB

Pagar Tinggi di Mal Jadi Sorotan, Pramono Anung Minta Dibongkar, Polda: Belum Ada Pemberitahuan Aksi

Jumat, 31 Juli 2026 - 17:30 WIB

BNN dan Bea Cukai Bongkar Sindikat Vape Narkotika dalam Kemasan Makanan Ringan di Batam, WNA Ikut Diseret

Jumat, 31 Juli 2026 - 16:42 WIB

Rotasi Besar-Besaran Kejaksaan RI: Jaksa Agung Mutasi 90 Kajari di Seluruh Indonesia, Ini Daftar Lengkap dan Alasannya

Jumat, 31 Juli 2026 - 10:44 WIB

Roy Suryo Hadirkan Ahli Pidana di Sidang Praperadilan Ganti Rugi Rp206 Juta Terkait Dugaan Fitnah Ijazah Jokowi

Kamis, 30 Juli 2026 - 17:36 WIB

PN Jaksel Tolak Praperadilan Lodewyk Pusung: Tak Berwenang Mengadili Perkara Dugaan Korupsi MBG

Berita Terbaru