Prajurit Marinir Asal Lampung Utara Gugur Saat Pendidikan Denjaka, Berpulang di Tahap Akhir Pelatihan

Kamis, 21 Mei 2026 - 12:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Prajurit Marinir TNI AL asal Lampung Utara gugur saat menjalani latihan korps pasukan elite Denjaka. Foto: Ist.

Prajurit Marinir TNI AL asal Lampung Utara gugur saat menjalani latihan korps pasukan elite Denjaka. Foto: Ist.

Lampung-Mediadelegasi: Kabar duka mendalam kembali menghampiri keluarga besar Tentara Nasional Indonesia, khususnya Korps Marinir. Seorang prajurit muda asal Kabupaten Lampung Utara, Provinsi Lampung, gugur saat sedang menempuh pendidikan pasukan elit TNI Angkatan Laut, Detasemen Jala Mangkara atau Denjaka, di kompleks Bumi Marinir Cilandak, Jakarta. Kepergian prajurit terbaik ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat di kampung halamannya.

Suasana haru dan isak tangis tak terbendung memenuhi rumah duka yang berlokasi di Kelurahan Cempedak, Kecamatan Kotabumi, Lampung Utara. Kerabat, tetangga, dan warga sekitar berdatangan untuk melayat dan memberikan penghormatan terakhir. Almarhum diketahui bernama lengkap Prajurit Satu (Pratu) Mar Zalendra Ferdika, sosok pemuda yang dikenal sangat berdedikasi tinggi terhadap dinasnya.

Sebelum terpilih mengikuti pendidikan bergengsi dan sangat ketat tersebut, Pratu Mar Zalendra Ferdika telah mengabdi dan bertugas di Batalyon Intai Amfibi 2 (Yontaifib 2) Marinir Surabaya. Di satuan inilah ia mengasah kemampuan dasarnya hingga dinilai memiliki kualifikasi dan kemampuan lebih untuk dipersiapkan menjadi bagian dari pasukan khusus andalan TNI AL.

Almarhum resmi mulai menempuh pendidikan pembentukan pasukan elite Denjaka sejak bulan Januari 2026 lalu. Pendidikan ini dikenal sangat berat, fisik dan mental diuji hingga batas maksimal kemampuan manusia, hanya prajurit-prajurit pilihan yang mampu bertahan hingga garis akhir dan berhak menyandang brevet kebanggaan komando pasukan khusus tersebut.

BACA JUGA:  AJI Kecam Ajudan Kapolri Pukul Kepala Wartawan

Takdir berkata lain, ajal menjemputnya justru saat masa pendidikan intensif tersebut telah memasuki bulan kelima. Artinya, almarhum tinggal selangkah lagi, berada di tahapan akhir perjuangan, untuk lulus dan menyandang gelar pasukan elit yang sangat bergengsi itu. Perjuangan kerasnya selama berbulan-bulan harus berakhir dengan kepulangan yang abadi.

Perly Haryadi, ayah tercinta almarhum, menceritakan dengan linangan air mata bahwa sebenarnya beberapa hari sebelum kejadian, keluarga sempat mendengar kabar bahwa kondisi kesehatan putranya sempat menurun selama menjalani masa latihan yang sangat melelahkan. Namun, keluarga sama sekali tidak menyangka bahwa kabar selanjutnya yang diterima adalah kabar kepergian selamanya.

.
“Sebelum berangkat dia sempat memberi tahu keluarga kalau akan ikut pendidikan Denjaka, dan kami mengizinkan serta merestui,” kenang Perly Haryadi saat ditemui di rumah duka pada Kamis, 21 Mei 2026. Ia mengenang keinginan kuat putranya untuk mengukir prestasi dan menjadi prajurit yang lebih hebat demi mengabdi kepada negara.

Hingga saat ini, keluarga masih menanti kejelasan lebih lanjut dari pihak kesatuan. “Sampai sekarang kami masih menunggu penjelasan resmi mengenai penyebab pasti meninggalnya anak kami,” tambahnya. Keluarga berharap diberikan kejelasan kronologi agar kepergian putranya dapat dimengerti dan diterima dengan lapang dada.

Di mata seluruh keluarga besar maupun tetangga di lingkungan tempat tinggalnya, sosok Zalendra dikenal sebagai pemuda yang sangat ramah, santun, dan sopan kepada siapa saja. Di balik keramahannya itu, tersimpan semangat juang yang luar biasa tinggi dan tekad kuat sebagai abdi negara yang ingin memberikan pengabdian terbaik bagi bangsa dan tanah air.

BACA JUGA:  Silmy Karim Ajukan Praperadilan, Gugat Penyitaan Aset Rp150 Miliar oleh KPK

Kehidupan pribadinya yang sederhana dan perilakunya yang baik membuatnya dicintai banyak orang. Berita kepergiannya pun menyebar cepat, membuat banyak orang yang mengenalnya turut berduka cita dan mengungkapkan rasa kehilangan yang mendalam atas kepergian pemuda berbakti ini.

Jenazah Pratu Mar Zalendra Ferdika dijadwalkan akan tiba di kediaman keluarga pada malam hari ini. Sesampainya di rumah duka, jenazah akan langsung disemayamkan dan selanjutnya akan dilepas ke peristirahatan terakhir melalui upacara pemakaman secara militer. Hal ini merupakan bentuk penghormatan tertinggi atas jasa-jasa dan pengabdiannya selama menjadi prajurit Korps Marinir.

Pihak keluarga berharap agar pimpinan TNI Angkatan Laut dapat bersikap transparan dan memberikan penjelasan rinci mengenai kronologi serta penyebab pasti kepergian putranya. Kejelasan ini dinilai penting agar keluarga dapat ikhlas melepas kepergian sang putra, yang gugur di tempat latihan demi membekali diri menjadi pasukan elit penjaga kedaulatan laut Indonesia. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Karhutla 2026: Kemenhut Bekukan Izin 26 Korporasi
OTT KPK ATR/BPN: Nusron Wahid Disorot, 8 Tersangka Ditahan
Bos Summarecon Tersangka KPK, Manajemen Buka Suara Soal Suap HGB Bogor
Pemerintah Siaga Satu Karhutla IKN, Zona Inti Istana Presiden Dijaga Ketat
KPK Dalami Aliran Dana Suap Rp1,5 Miliar Summarecon, Bisa Jerat Korporasi
Fahd A Rafiq Hattrick Tersangka KPK, Kini Berstatus Residivis Hukuman Bisa Diperberat
Koper Berisi Rp106 Miliar di Rumah Arif Sugiyanto Diduga Milik Menteri Nusron Wahid
Fahd dan Fadia Arafiq, Kakak Beradik Anak Penyanyi Legendaris yang Sama-sama Terjerat Kasus Korupsi
Berita ini 58 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 16:44 WIB

Karhutla 2026: Kemenhut Bekukan Izin 26 Korporasi

Rabu, 16 September 2026 - 15:26 WIB

OTT KPK ATR/BPN: Nusron Wahid Disorot, 8 Tersangka Ditahan

Rabu, 16 September 2026 - 14:34 WIB

Bos Summarecon Tersangka KPK, Manajemen Buka Suara Soal Suap HGB Bogor

Rabu, 16 September 2026 - 12:07 WIB

Pemerintah Siaga Satu Karhutla IKN, Zona Inti Istana Presiden Dijaga Ketat

Rabu, 16 September 2026 - 10:38 WIB

Fahd A Rafiq Hattrick Tersangka KPK, Kini Berstatus Residivis Hukuman Bisa Diperberat

Berita Terbaru

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni. Foto: Ist.

Nasional

Karhutla 2026: Kemenhut Bekukan Izin 26 Korporasi

Rabu, 16 Sep 2026 - 16:44 WIB

Menteri ATR/Kepala BPN, Nusron Wahid. Foto: Ist.

Nasional

OTT KPK ATR/BPN: Nusron Wahid Disorot, 8 Tersangka Ditahan

Rabu, 16 Sep 2026 - 15:26 WIB