BI Siaga Jaga Rupiah, Pelemahan Dipicu Konflik Timur Tengah dan Lonjakan Kebutuhan Dolar

Jumat, 29 Mei 2026 - 16:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BI merespons pelemahan rupiah yang mendekati Rp17.900 per dolar AS. Foto: Ist.

BI merespons pelemahan rupiah yang mendekati Rp17.900 per dolar AS. Foto: Ist.

Jakarta-Mediadelegasi: Bank Indonesia (BI) merespons pelemahan nilai tukar rupiah yang mendekati level Rp17.900 per dolar Amerika Serikat. Bank sentral menilai tekanan terhadap rupiah dipengaruhi kombinasi faktor eksternal global dan meningkatnya kebutuhan valuta asing di dalam negeri.

Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, mengatakan memanasnya konflik di kawasan Timur Tengah menjadi salah satu faktor utama yang memicu ketidakpastian pasar keuangan global.

Menurut Denny, situasi geopolitik tersebut membuat investor cenderung mencari aset aman sehingga menekan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah. Kondisi itu kemudian diperparah dengan meningkatnya kebutuhan dolar AS di pasar domestik.

“Tekanan terhadap nilai tukar rupiah masih dipengaruhi ketidakpastian global akibat perkembangan konflik di Timur Tengah,” ujar Denny dalam keterangannya, Jumat (29/5/2026).

Ia menjelaskan, kebutuhan valuta asing meningkat secara musiman seiring adanya pembayaran utang luar negeri (ULN) dan repatriasi dividen perusahaan. Sementara itu, arus masuk dolar AS ke pasar domestik dinilai masih terbatas.

BACA JUGA:  Gubernur Bengkulu Tegaskan Tidak Ada Kelaparan di Pulau Enggano

Untuk menjaga stabilitas nilai tukar, BI memastikan akan terus hadir di pasar melalui berbagai langkah intervensi. Bank sentral menegaskan komitmennya menjaga stabilitas rupiah dilakukan secara berkelanjutan baik di pasar domestik maupun internasional.

Denny menyebut intervensi dilakukan melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, transaksi spot, hingga Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar dalam negeri.

Selain itu, BI juga melakukan pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder secara terukur guna menjaga stabilitas pasar keuangan nasional.

Tidak hanya mengandalkan intervensi pasar, BI juga memperkuat bauran kebijakan moneter dengan menjaga struktur suku bunga instrumen keuangan agar tetap kompetitif dan menarik bagi investor global.

Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah terjadinya arus keluar modal asing atau capital outflow yang dapat memperburuk tekanan terhadap rupiah. BI berharap imbal hasil aset keuangan domestik tetap mampu bersaing di tengah gejolak global.

BACA JUGA:  Rupiah Tertekan, BI Terapkan 7 Langkah Strategis, Batas Beli Dolar Turun Jadi 50 Ribu

Dari sisi pengendalian permintaan dolar AS, BI juga memperketat aturan pembelian valuta asing tanpa dokumen pendukung. Mulai Juni 2026, pembelian tunai dolar AS tanpa underlying dibatasi maksimal 25 ribu dolar AS per pelaku per bulan.

Bank Indonesia juga memperkuat koordinasi dengan berbagai otoritas terkait untuk mengawasi aktivitas pembelian dolar AS dalam jumlah besar oleh perbankan maupun korporasi. BI memastikan akan terus memantau perkembangan pasar global dan domestik serta siap mengambil langkah tambahan demi menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan ketahanan ekonomi nasional. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KPK Bantah Video Jemput Paksa Nusron Wahid: Penyidik Siapkan Panggilan Ulang
Dirjen Imigrasi Pastikan Menteri ATR Nusron Wahid Sudah Kembali ke Indonesia Usai dari Singapura
KPK Surati Panglima TNI Soal Dugaan Korupsi Dana Bencana BNPB yang Libatkan Oknum Prajurit
Tim Advokasi Hadiri Gelar Perkara Bareskrim Polri Terkait Suket Penyetaraan Ijazah Gibran
PDIP Bantah Operasi Politik Ijazah Jokowi: Pembuktian Cukup Tunjukkan Dokumen Asli
KMP Batu Mandi Terbakar di Merak: ASDP Ungkap Kronologi dan Sampaikan Permohonan Maaf
Tersangka Blackout Batam-Bintan Ditangkap: 4 Petugas PLN dan 1 Kontraktor Jadi Tersangka
Demo di Tugu Tani: Aliansi Mahasiswa Bawa 5 Tuntutan, dari Karhutla hingga Biaya Pendidikan
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:34 WIB

KPK Bantah Video Jemput Paksa Nusron Wahid: Penyidik Siapkan Panggilan Ulang

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:06 WIB

Dirjen Imigrasi Pastikan Menteri ATR Nusron Wahid Sudah Kembali ke Indonesia Usai dari Singapura

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:10 WIB

KPK Surati Panglima TNI Soal Dugaan Korupsi Dana Bencana BNPB yang Libatkan Oknum Prajurit

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:41 WIB

Tim Advokasi Hadiri Gelar Perkara Bareskrim Polri Terkait Suket Penyetaraan Ijazah Gibran

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:03 WIB

KMP Batu Mandi Terbakar di Merak: ASDP Ungkap Kronologi dan Sampaikan Permohonan Maaf

Berita Terbaru