Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Pecahkan Rekor Terendah Sejarah Akibat Tekanan Global dan Domestik

- Penulis

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NIlai tukar rupiah menyentuh rekor performa terendah sepanjang sejarah dengan menyentuh Rp18.029 per dolar AS pada, Kamis (4/6/2026). Foto: Ist.

NIlai tukar rupiah menyentuh rekor performa terendah sepanjang sejarah dengan menyentuh Rp18.029 per dolar AS pada, Kamis (4/6/2026). Foto: Ist.

Jakarta-Mediadelegasi: Tekanan berat yang menimpa mata uang rupiah akhirnya mencapai titik kritis yang dikhawatirkan pasar. Pada sesi perdagangan Kamis (4/6/2026), nilai tukar rupiah melemah signifikan hingga menembus batas psikologis Rp18.000 per satu dolar Amerika Serikat. Pergerakan ini sekaligus mencatatkan sejarah baru sebagai level terendah yang pernah disentuh mata uang Garuda sepanjang pencatatan transaksi keuangan di Indonesia.

Pagi itu, pembukaan perdagangan sudah menampilkan sinyal pelemahan. Rupiah tercatat melemah 0,06 persen dan langsung bertengger di angka Rp17.960 per dolar AS. Namun, laju depresiasi berlangsung sangat agresif dan tak terbendung. Pergerakan turun yang cepat ini menunjukkan ketidakpastian dan kecemasan yang tinggi di kalangan pelaku pasar keuangan.

Hanya dalam waktu kurang dari 30 menit setelah bel perdagangan berbunyi, nilai tukar rupiah terus tergerus tajam. Tepat pada pukul 09.04 WIB, posisinya sudah menyentuh angka Rp17.995 per dolar AS, nyaris menyentuh angka psikologis yang menjadi batas penanda kestabilan ekonomi makro negara. Tekanan jual yang datang secara masif menjadi pemicu utama pergerakan ini.

Puncaknya terjadi pada pukul 09.16 WIB, ketika rupiah secara resmi menembus level Rp18.000 per dolar AS. Angka ini menjadi rekor baru yang memprihatinkan. Tekanan belum berhenti di situ; hingga pukul 09.46 WIB, nilai tukar masih terkoreksi turun sedalam 0,35 persen ke posisi Rp18.029 per dolar AS, mempertegas betapa kuatnya arus keluar modal yang terjadi.

BACA JUGA:  Dolar AS Tembus Rp 17.800, Purbaya Sebut Pelemahan Rupiah Tak Masuk Akal

Melihat kondisi pasar keuangan global, indeks nilai tukar dolar AS sebenarnya hanya menguat tipis ke level 99,44 pada pukul 09.01 WIB. Di sisi lain, harga minyak mentah dunia justru tercatat turun sebesar 1,07 persen ke angka 96,76 dolar AS per barel. Kendati demikian, kedua indikator tersebut dinilai masih berada di level yang cukup tinggi dan berisiko membebani neraca keuangan Indonesia.

Posisi harga komoditas dan kekuatan dolar yang masih tinggi dikhawatirkan akan memperlebar defisit neraca transaksi berjalan, sekaligus memberi tekanan tambahan pada defisit anggaran pendapatan dan belanja negara. Hal ini membuat beban ekonomi makro semakin berat dan menambah ketidakpastian bagi pelaku usaha maupun investor.

Analis pasar uang, Ibrahim Assuaibi, menjelaskan bahwa kejatuhan nilai tukar rupiah hari ini merupakan hasil gabungan dari sentimen eksternal dan kondisi fundamental ekonomi dalam negeri. Ia menilai tidak ada satu faktor tunggal yang bertanggung jawab, melainkan akumulasi risiko yang datang dari berbagai arah sekaligus.

Menurut proyeksi Ibrahim, untuk sisa sesi perdagangan hari ini, rupiah diprediksi akan terus bergerak sangat fluktuatif. Rentang pergerakan diperkirakan berada di antara Rp17.960 hingga Rp18.030 per dolar AS. Tingkat volatilitas yang tinggi ini menandakan bahwa pasar masih berupaya mencari keseimbangan di tengah tekanan yang berat.

BACA JUGA:  Menlu: PPTM 2026 Fokus Perlindungan Rakyat Indonesia

Dari sisi eksternal, pemicu utama kegelisahan pasar adalah memanasnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Konflik militer kian meruncing setelah tentara Israel memperpanjang operasi tempurnya di wilayah Lebanon selatan, yang kemudian dibalas oleh Iran melalui peluncuran rudal balistik ke arah Kuwait dan Bahrain.

“Putaran pembicaraan lain yang melibatkan Israel dan Lebanon dijadwalkan Rabu, sementara ketidakpastian masih berlanjut mengenai negosiasi antara Washington dan Teheran,” ungkap Ibrahim. Ketidakpastian penyelesaian konflik ini membuat investor cenderung mencari aset aman seperti dolar AS, sehingga mata uang negara berkembang ikut tertekan.

Sementara itu, dari sisi dalam negeri, daya tarik rupiah di mata investor ikut menurun merespons rilis data inflasi terbaru. Pada periode Mei 2026, angka inflasi Indonesia tercatat melonjak ke level 0,28 persen secara bulanan, angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan realisasi bulan April 2026 yang hanya mencapai 0,13 persen.

Meski tekanan nilai tukar dan kenaikan harga terasa berat, terdapat catatan positif dari sektor perdagangan. Neraca perdagangan nasional pada bulan April 2026 masih mencatatkan surplus senilai 89,1 juta dolar AS. Dengan capaian ini, Indonesia sukses mempertahankan tren surplus selama 72 bulan berturut-turut sejak Mei 2020, yang diharapkan menjadi penopang kekuatan ekonomi di tengah gejolak saat ini. D|Red.

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Saiful Mujani Diperiksa 5 Jam Terkait Dugaan Penghasutan: Pernyataan Saya Hanya Pertanyaan, Bukan Ajakan
Kejagung Bongkar Dugaan Korupsi MBG: Pengadaan Motor Listrik Rp1 Triliun Bermasalah, Ada Mark Up dan Vendor Tak Memenuhi Syarat
Mantan Wamenaker Immanuel Ebenezer Divonis 4,5 Tahun Penjara dalam Kasus Pemerasan Sertifikasi K3
Gunung Lewotobi Laki-laki Kembali Meletus, PVMBG Tetapkan Zona Bahaya 5 Kilometer
KPK Perluas Jerat Kasus Imigrasi: Saffar Godam dan Jaya Saputra Ikut Ditahan, Total 17 Orang Terjaring
Silmy Karim Ditahan KPK, Berakhir Buronan Setelah Serahkan Diri Tengah Malam
Dadan Hindayana Resmi Jadi Tersangka, Diduga Terlibat Jual Beli Titik Dapur MBG Jadi Alasan Pencopotan
Dadan Hindayana Terima Pencopotan Sebagai Hak Prerogatif Presiden, Ucapkan Terima Kasih Atas Kepercayaan
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 17:59 WIB

Saiful Mujani Diperiksa 5 Jam Terkait Dugaan Penghasutan: Pernyataan Saya Hanya Pertanyaan, Bukan Ajakan

Kamis, 4 Juni 2026 - 16:56 WIB

Mantan Wamenaker Immanuel Ebenezer Divonis 4,5 Tahun Penjara dalam Kasus Pemerasan Sertifikasi K3

Kamis, 4 Juni 2026 - 14:12 WIB

Gunung Lewotobi Laki-laki Kembali Meletus, PVMBG Tetapkan Zona Bahaya 5 Kilometer

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:36 WIB

KPK Perluas Jerat Kasus Imigrasi: Saffar Godam dan Jaya Saputra Ikut Ditahan, Total 17 Orang Terjaring

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:25 WIB

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Pecahkan Rekor Terendah Sejarah Akibat Tekanan Global dan Domestik

Berita Terbaru