Strategi Fiskal-Moneter Dikerahkan BI: Upaya Kuat Kembalikan Kekuatan Rupiah yang Tembus Rp18.000

- Penulis

Sabtu, 6 Juni 2026 - 11:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, saat memberikan keterangan pers di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Sabtu (6/6/2026). Foto: Ist.

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, saat memberikan keterangan pers di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Sabtu (6/6/2026). Foto: Ist.

Jakarta-Mediadelegasi: Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, mengumumkan langkah strategis gabungan antara kebijakan fiskal dan moneter untuk menahan laju pelemahan sekaligus memperkuat kembali nilai tukar rupiah. Pernyataan ini disampaikan langsung menyusul dinamika pasar keuangan yang mendorong nilai tukar rupiah menembus angka psikologis dan rekor terendah sepanjang sejarah, melampaui batas Rp18.000 per satu dolar Amerika Serikat.

Dalam konferensi pers yang digelar di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, pada Sabtu (6/6/2026), Perry Warjiyo menegaskan bahwa koordinasi antara otoritas moneter yang diwakili BI dan otoritas fiskal di bawah pemerintah adalah kunci utama dan sangat erat kaitannya. Sinergi ini tidak bisa dipisahkan dalam upaya menjaga stabilitas ekonomi makro, khususnya nilai tukar yang menjadi barometer kepercayaan ekonomi negara.

“Penguatan koordinasi fiskal dan moneter itu terus kita lakukan dan saat ini memang difokuskan bagaimana fiskal dan moneter seirama, saling mendukung, saling memperkuat untuk memperkuat upaya bersama stabilisasi nilai tukar rupiah,” ujar Perry menjelaskan arah kebijakan yang sedang disusun dan diterapkan bersama.

Lebih rinci, Gubernur BI memaparkan terdapat dua pilar utama strategi besar yang disepakati bersama untuk menghadapi tekanan eksternal yang membebani mata uang nasional tersebut. Langkah-langkah ini dirancang untuk menjawab tantangan arus modal yang sempat berbalik arah keluar negeri serta menjaga kelancaran sistem pembayaran dan keuangan di dalam negeri.

Strategi pertama yang menjadi fokus utama adalah upaya meningkatkan daya tarik investasi atau imbal hasil instrumen keuangan di dalam negeri. Tujuannya jelas, yakni agar arus masuk modal asing atau portfolio inflow kembali berdatangan ke Indonesia, baik itu ke pasar saham maupun pasar Surat Berharga Negara (SBN) dan instrumen moneter lain seperti SRBI.

BACA JUGA:  Bank Indonesia Kenaikan Suku Bunga Acuan Jadi 5,25 Persen: Langkah Jaga Rupiah dan Kendalikan Inflasi

“Dengan kenaikan suku bunga di luar negeri memang terjadi arus keluar modal atau outflow, baik dari saham maupun SBN, meski porsinya relatif kecil dibandingkan posisi di SRBI. Oleh karena itu, fiskal dan moneter sepakat untuk sama-sama meningkatkan daya tarik imbal hasil supaya arus masuk ini kembali masuk,” jelas Perry, merespons dampak kebijakan bank sentral negara maju yang memicu pergeseran dana global.

Langkah ini menyiratkan bahwa kebijakan suku bunga dan pengelolaan utang negara akan diselaraskan sedemikian rupa agar produk keuangan Indonesia kembali kompetitif dan diminati investor global, yang pada akhirnya akan mendorong permintaan terhadap mata uang rupiah meningkat kembali di pasar valuta asing.

Sementara itu, strategi kedua yang tak kalah penting adalah komitmen bersama antara bank sentral dan pemerintah untuk menjaga kecukupan likuiditas di pasar uang maupun di sektor perbankan. Ketersediaan uang yang cukup dan harga uang yang terjaga kestabilannya dianggap vital agar ekonomi tetap berputar meski tekanan nilai tukar sedang tinggi.

Perry Warjiyo menjelaskan peran spesifik BI dalam hal ini, di mana bank sentral akan tetap mengelola kas negara secara optimal. Salah satu caranya adalah melalui peningkatan bunga yang dibayarkan BI kepada pemerintah atas penempatan dana negara, sehingga memberikan ruang dan dukungan bagi operasi fiskal berjalan baik.

BACA JUGA:  Irigasi Dikorupsi, Alphard Dibeli: OTT DPRD Muara Enim

“Dengan demikian, operasi moneter itu tetap berjalan untuk mendukung stabilitas nilai tukar rupiah, sementara operasi fiskalnya juga mendukung. Jadi keduanya berjalan beriringan dan saling menguatkan posisi ekonomi kita di tengah gejolak pasar,” tambahnya, menegaskan tidak ada pemisahan langkah antara kebijakan moneter dan fiskal.

Sebagai catatan perkembangan terbaru, pada akhir perdagangan hari Jumat (5/6/2026), nilai tukar rupiah sempat tercatat bergerak positif. Rupiah ditutup menguat sebanyak 13 poin atau setara dengan kenaikan sekitar 0,07 persen, berada di level Rp18.036 per dolar AS. Penguatan ini menjadi sedikit napas lega di tengah tekanan berat.

Namun meski sempat menguat dalam sesi perdagangan kemarin, posisi rupiah yang masih bertengger di atas angka Rp18.000 menegaskan bahwa mata uang Indonesia kini berada di posisi terlemah sepanjang sejarah pencatatan ekonomi. Oleh karena itu, strategi ganda yang diumumkan BI dan pemerintah ini diharapkan menjadi penahan sekaligus pendorong utama agar rupiah perlahan namun pasti kembali menguat ke level yang lebih sehat dan stabil. D|Red.

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polemik Usulan Sipil Pimpin Polri: Sahroni Minta Pigai Fokus Urus Pelanggaran HAM
Proses Pemulangan Berjalan Lancar, 29.344 Jemaah Haji Indonesia Sudah Kembali ke Tanah Air
Kecelakaan Maut Tol Pekanbaru-Dumai: Sopir Hiace Diduga Tertidur Sesaat, 5 Orang Tewas
Gunung Lewotobi Laki-laki Meletus Kembali, Kolom Abu Setinggi 1.500 Meter Mengarah Barat
Polres Jakarta Utara Kejar Pemilik Utama, Peredaran Vape Etomidate di Alexa Suites Berlangsung 3 Bulan
Rumah Orang Tua Mantan Pj Bupati Kerinci Ludes Terbakar, Armada Damkar Lokal Rusak Hambat Penanganan
Posisi Wakil Menteri Imipas Belum Diisi, Silmy Karim Diduga Terima Rp 100 Juta Per Pekan dari Praktik Pemerasan
Anggota Brimob Jadi ‘Mata-mata’ Sindikat Narkoba Samarinda, Diboyong Bareskrim ke Jakarta
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 17:59 WIB

Polemik Usulan Sipil Pimpin Polri: Sahroni Minta Pigai Fokus Urus Pelanggaran HAM

Sabtu, 6 Juni 2026 - 17:17 WIB

Proses Pemulangan Berjalan Lancar, 29.344 Jemaah Haji Indonesia Sudah Kembali ke Tanah Air

Sabtu, 6 Juni 2026 - 16:37 WIB

Kecelakaan Maut Tol Pekanbaru-Dumai: Sopir Hiace Diduga Tertidur Sesaat, 5 Orang Tewas

Sabtu, 6 Juni 2026 - 15:14 WIB

Gunung Lewotobi Laki-laki Meletus Kembali, Kolom Abu Setinggi 1.500 Meter Mengarah Barat

Sabtu, 6 Juni 2026 - 13:17 WIB

Polres Jakarta Utara Kejar Pemilik Utama, Peredaran Vape Etomidate di Alexa Suites Berlangsung 3 Bulan

Berita Terbaru