Gempa M 7.0 Guncang Mindanao Filipina di Hari Pertama Sekolah, Gedung Kampus Runtuh & Peringatan Tsunami Dikeluarkan

Senin, 8 Juni 2026 - 11:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gedung St. Marcellin Champagnat Hall di Universitas Notre Dame of Dadiangas, Kota General Santos, Filipina, mengalami kerusakan parah dan sebagian struktur bangunan ambles serta runtuh akibat guncangan gempa berkekuatan magnitudo 7,0 yang melanda wilayah Mindanao pada Senin (8/6/2026). Foto: Ist.

Gedung St. Marcellin Champagnat Hall di Universitas Notre Dame of Dadiangas, Kota General Santos, Filipina, mengalami kerusakan parah dan sebagian struktur bangunan ambles serta runtuh akibat guncangan gempa berkekuatan magnitudo 7,0 yang melanda wilayah Mindanao pada Senin (8/6/2026). Foto: Ist.

Manila-Mediadelegasi: Sebuah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7.0 mengguncang wilayah Pulau Mindanao, Filipina, pada Senin pagi, 8 Juni 2026, pukul 07.37 waktu setempat. Kejadian ini terjadi tepat di hari pertama dimulainya tahun ajaran baru di sejumlah wilayah, sehingga menimbulkan kepanikan besar di kalangan siswa, guru, dan warga yang sedang beraktivitas di luar rumah. Guncangan yang sangat kuat terasa hingga ke berbagai provinsi dan kota besar di selatan negara tersebut.

Saat gempa terjadi, ribuan siswa dan tenaga pendidik baru saja memasuki ruang kelas dan memulai kegiatan belajar mengajar. Namun, guncangan yang tiba-tiba dan sangat dahsyat membuat suasana berubah menjadi mencekam. Banyak siswa yang ketakutan, berteriak, dan berhamburan keluar dari gedung sekolah menuju tempat terbuka demi menyelamatkan diri, sementara para guru berusaha menenangkan dan mengarahkan evakuasi agar tidak terjadi korban akibat kepanikan.

Dampak paling parah tercatat terjadi di Kota General Santos, di mana gedung Universitas Notre Dame of Dadiangas mengalami kerusakan fatal. Bangunan bertingkat tersebut dikabarkan runtuh dan ambles ke bawah akibat tidak mampu menahan kekuatan guncangan yang terjadi. Foto-foto yang dibagikan pihak kampus memperlihatkan struktur bangunan yang hancur, di mana lantai dasar tampak tidak lagi utuh dan sebagian bangunan terlihat merosot ke bawah.

Kondisi bangunan yang runtuh ini menjadi sorotan utama karena menegaskan betapa hebatnya tenaga yang dilepaskan dari peristiwa seismik tersebut. Puing-puing berserakan dan struktur beton yang patah menjadi pemandangan mengerikan di kawasan pendidikan itu, memaksa tim penyelamat dan otoritas setempat segera melakukan pengecekan menyeluruh guna memastikan tidak ada siapa pun yang terjebak di dalam reruntuhan bangunan kampus tersebut.

BACA JUGA:  Ketegangan Meningkat, Ledakan Hebat Guncang Teheran

Tidak hanya di kawasan pendidikan, kerusakan juga terjadi di pusat perbelanjaan besar di kota yang sama. Gedung SM Mall di General Santos dilaporkan mengalami kerusakan, meskipun sejauh ini dikategorikan sebagai kerusakan ringan pada bagian bangunan atau fasad luar. Namun, hal ini cukup membuat pengunjung dan karyawan yang sedang berada di dalam berlarian menyelamatkan diri, dan manajemen segera menutup sementara pusat perbelanjaan demi keamanan.

Guncangan gempa ini terasa sangat luas hingga ke kota-kota besar lainnya di Pulau Mindanao. Di Kota Koronadal, dampak langsung terasa pada sistem layanan publik dan infrastruktur dasar. Gempa menyebabkan gangguan parah pada jaringan komunikasi, di mana sinyal internet terputus total atau sangat tidak stabil, mempersulit koordinasi awal antarpihak berwenang. Selain itu, pasokan listrik dan air bersih juga diputuskan sementara sebagai langkah pencegahan atau akibat kerusakan jaringan.

Merespons situasi darurat yang berlangsung, pemerintah daerah di berbagai provinsi segera mengambil keputusan tegas demi keselamatan warga. Wali Kota Cotabato, Bruce Matabalao, mengeluarkan perintah resmi untuk memulangkan seluruh siswa di semua tingkatan pendidikan, mulai dari taman kanak-kanak hingga sekolah menengah atas, dan menutup aktivitas sekolah untuk sementara waktu. Langkah serupa juga diterapkan di Kota Kidapawan.

Selain lembaga pendidikan, perkantoran dan instansi pemerintahan juga ikut mengosongkan gedung-gedung kantornya. Karyawan diminta pulang dan tidak melanjutkan aktivitas kerja hari itu, mengingat kekhawatiran akan stabilitas bangunan serta risiko terjadinya gempa susulan yang biasanya memiliki kekuatan cukup besar dan berpotensi menambah kerusakan yang sudah ada.

BACA JUGA:  Maduro Digulingkan, AS Incar Minyak Venezuela

Badan penanggulangan bencana dan seismologi Filipina, Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina atau PHIVOLCS, segera merilis data rinci mengenai lokasi pusat gempa. Berdasarkan pengukuran, episentrum gempa berada di sekitar 13 kilometer ke arah selatan Kota General Santos, masuk dalam wilayah Provinsi Cotabato Selatan. Lokasi ini berada di kawasan pergerakan lempeng aktif yang memang rawan gempa.

Kondisi lokasi gempa yang berada tidak jauh dari garis pantai dan kekuatan magnitudo yang besar membuat otoritas segera mengeluarkan peringatan dini bencana gelombang pasang atau tsunami. Peringatan ini diberlakukan untuk sembilan provinsi yang terletak di sepanjang garis pantai yang menghadap ke arah pusat gempa. Warga di wilayah pesisir diminta segera mengevakuasi diri ke tempat yang lebih tinggi dan menjauhi bibir pantai.

Saat ini, tim gabungan dari lembaga penanggulangan bencana, kepolisian, dan militer Filipina telah dikerahkan ke lokasi-lokasi terdampak. Fokus utama saat ini adalah melakukan evakuasi warga, memeriksa kerusakan infrastruktur, memulihkan layanan dasar seperti listrik dan air, serta memantau pergerakan laut untuk memastikan peringatan tsunami berjalan efektif dan aman.

Hingga berita ini disampaikan, belum ada laporan resmi mengenai jumlah pasti korban jiwa atau luka-luka, namun kekhawatiran masih sangat tinggi mengingat gempa terjadi di kawasan padat penduduk dan di jam aktif kegiatan masyarakat. Pemerintah Filipina terus memantau perkembangan dan mengimbau warga tetap waspada terhadap gempa susulan yang kemungkinan besar akan terus terjadi dalam beberapa hari ke depan. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gibran dan Kebohongan Laporan Keuangan yang Menjerat Dana Pensiun Malaysia
Iran Rilis Daftar Sasaran Pembalasan, Pasca Kematian Ayatollah Ali Khamenei
Ai Ogura Ciptakan Kejutan, Rebut Pole Position MotoGP Ceko 2026 di Brno
KTT Rusia-ASEAN Dibuka di Kazan: Putin Jamu Pemimpin Negara ASEAN, Perkuat Hubungan 35 Tahun Kemitraan
Iran Luncurkan Serangan Pembalasan ke Pangkalan AS di Timur Tengah, Rudal dan Dron Ditembakkan
Presiden China Xi Jinping Tiba di Korut, Siap Bertemu Pemimpin Negara Asia Timur Kim Jong Un
Indonesia dan 7 Negara Lain Kecam Keras Serangan Pemukim Israel ke Masjid Al-Aqsa
Badai Tropis Jangmi Terjang Jepang, Puluhan Ribu Rumah Mati Lampu dan Aktivitas Lumpuh
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 13:21 WIB

Gibran dan Kebohongan Laporan Keuangan yang Menjerat Dana Pensiun Malaysia

Senin, 13 Juli 2026 - 11:13 WIB

Iran Rilis Daftar Sasaran Pembalasan, Pasca Kematian Ayatollah Ali Khamenei

Sabtu, 20 Juni 2026 - 17:23 WIB

Ai Ogura Ciptakan Kejutan, Rebut Pole Position MotoGP Ceko 2026 di Brno

Rabu, 17 Juni 2026 - 13:57 WIB

KTT Rusia-ASEAN Dibuka di Kazan: Putin Jamu Pemimpin Negara ASEAN, Perkuat Hubungan 35 Tahun Kemitraan

Rabu, 10 Juni 2026 - 13:53 WIB

Iran Luncurkan Serangan Pembalasan ke Pangkalan AS di Timur Tengah, Rudal dan Dron Ditembakkan

Berita Terbaru