Polda Metro Jaya Sebut Ada Upaya Penghambat Penyidikan Kasus Dugaan Fitnah Ijazah Jokowi

Senin, 22 Juni 2026 - 15:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanuddin, memberikan keterangan pers terkait kasus dugaan fitnah ijazah Presiden ke-7 Joko Widodo. Dalam pernyataannya, ia menyampaikan bahwa terdapat upaya penghambatan proses penyidikan yang diduga melibatkan mantan pejabat dan pihak lain, sekaligus menegaskan seluruh tahapan penanganan kasus terhadap tersangka Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma tetap berjalan sesuai ketentuan KUHAP dan profesional. Foto: Ist.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanuddin, memberikan keterangan pers terkait kasus dugaan fitnah ijazah Presiden ke-7 Joko Widodo. Dalam pernyataannya, ia menyampaikan bahwa terdapat upaya penghambatan proses penyidikan yang diduga melibatkan mantan pejabat dan pihak lain, sekaligus menegaskan seluruh tahapan penanganan kasus terhadap tersangka Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma tetap berjalan sesuai ketentuan KUHAP dan profesional. Foto: Ist.

Jakarta-Mediadelegasi: Polda Metro Jaya mengungkapkan adanya dugaan keterlibatan mantan pejabat dan pihak lain yang berusaha menghalangi serta menghambat jalannya proses penyidikan dalam kasus dugaan penyebaran fitnah terkait ijazah Presiden ke-7 Joko Widodo. Meskipun demikian, pihak kepolisian menegaskan tetap menjalankan tugas secara profesional dan sesuai aturan hukum yang berlaku.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanuddin, saat memberikan keterangan kepada awak media pada Senin, 22 Juni 2026. Ia memastikan bahwa seluruh rangkaian proses mulai dari penyelidikan, penyidikan, penangkapan, penahanan, hingga pelimpahan berkas tahap II terhadap tersangka Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa telah berjalan sesuai ketentuan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).

Kombes Iman menjelaskan bahwa jika ditanya soal intervensi, istilah yang lebih tepat adalah adanya upaya untuk menghalangi, mengganggu, maupun memperlambat jalannya penyidikan. Menurutnya, berbagai cara telah dilakukan oleh pihak-pihak tertentu agar proses hukum ini tidak berjalan lancar, namun penyidik tetap bersikap tegas dan mengikuti prosedur yang telah ditetapkan.

“Kalau intervensi, saya kira lebih tepatnya ke mencoba menghalang-halangi atau mengganggu atau menghambat proses penyidikan ya, upaya-upaya untuk supaya penyidikan ini terhambat atau mengalami gangguan. Tentunya hal ini tetap kita hadapi dengan bijak dan sesuai prosedur yang tercantum dalam KUHAP,” ujarnya.

BACA JUGA:  Bersitegang di Semanggi, BEM UI Tetap Bersikeras Aksi di Bundaran HI Meski Dilarang Polisi

Meski dihadapkan pada sejumlah tantangan tersebut, jajaran Ditreskrimum Polda Metro Jaya menegaskan tetap bekerja secara independen dan tidak terpengaruh oleh tekanan dari pihak mana pun. Semua langkah yang diambil didasarkan pada bukti yang terkumpul dan landasan hukum yang jelas demi menjaga keadilan dan kepastian hukum.

Ia kemudian menyebutkan secara terbuka bahwa di antara pihak yang diduga berusaha mengganggu proses tersebut terdapat sosok mantan pejabat yang masih memiliki pengaruh dan seolah-olah masih menjabat posisi tertentu. Namun demikian, hal itu tidak akan mengubah sikap penyidik yang tetap berpegang teguh pada aturan hukum yang berlaku.

“Ya kalau adanya upaya-upaya atau mungkin sebagaimana teman-teman ketahui dan lihat, ada yang mantan pejabat yang masih merasa memegang jabatan dan lain-lain. Kami tetap berpedoman pada KUHAP yang mengatur setiap tahapan dalam proses penyidikan ini,” tegas Kombes Iman.

Pihak kepolisian juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memberikan pemahaman dan edukasi yang benar mengenai pentingnya menghormati proses penegakan hukum. Ia mengingatkan agar publik tidak mudah terpengaruh atau termakan oleh narasi yang belum jelas kebenarannya.

BACA JUGA:  MA: Indonesia Kekurangan 1.995 Hakim

Menurutnya, penilaian terhadap sebuah perkara sebaiknya tidak didasarkan pada informasi yang beredar di media sosial semata, apalagi jika bersifat provokatif, berisi kebohongan, atau tidak memiliki dasar fakta yang kuat. Hal itu hanya akan menimbulkan keresahan dan kesalahpahaman di tengah masyarakat luas.

“Bukan melalui narasi di media sosial, bukan melalui narasi-narasi provokatif yang sifatnya hoaks atau yang tidak benar. Biarkan proses hukum berjalan sebagaimana mestinya,” tambahnya.

Ia juga menegaskan bahwa seluruh hak tersangka tetap dihormati dan dijamin undang-undang, termasuk kesempatan untuk menempuh jalur praperadilan jika dianggap perlu. Proses hukum ini terbuka dan mengikuti mekanisme yang telah diatur secara rinci dalam peraturan perundang-undangan.

Sebelumnya, pada hari yang sama, Polda Metro Jaya resmi melimpahkan kedua tersangka beserta berkas perkaranya ke Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan. Sebelumnya, Roy Suryo dan Dokter Tifa telah ditangkap oleh tim penyidik pada hari Jumat, 19 Juni 2026, sebagai bagian dari rangkaian pengungkapan kasus ini yang kini akan dilanjutkan ke tahap penuntutan. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Basarnas: Korban Tewas Gempa M 7,7 NTT Capai 70 Orang, 132 Luka-Luka
BEM UI Dihadang Polisi di Jalan Sudirman, Massa Sampaikan Orasi dari Mobil Komando
Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp8.095 Triliun per Kuartal II-2026, Struktur Dinilai Tetap Sehat
Puluhan Bus PO Sinar Jaya Terbakar di Cikarang Barat, Api Merembet Karena Parkir Terlalu Rapat
DPR Resmi Setujui Nuzran Joher Jadi Ketua Ombudsman RI Gantikan Hery Susanto
Yaqut Cholil Qoumas Hadapi Sidang Perlawanan Meski Kurang Sehat, Didakwa Rugikan Negara Rp622 Miliar
Polda Metro Jaya Amankan 21 Orang Bawa Flare & Bahan Bom Molotov Jelang Demo BEM UI di Bundaran HI
Kemnaker: Semangat HUT ke-81 RI Dorong Penguatan SDM dan Perluasan Kesempatan Kerja
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 17:33 WIB

Basarnas: Korban Tewas Gempa M 7,7 NTT Capai 70 Orang, 132 Luka-Luka

Selasa, 18 Agustus 2026 - 15:42 WIB

BEM UI Dihadang Polisi di Jalan Sudirman, Massa Sampaikan Orasi dari Mobil Komando

Selasa, 18 Agustus 2026 - 13:55 WIB

Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp8.095 Triliun per Kuartal II-2026, Struktur Dinilai Tetap Sehat

Selasa, 18 Agustus 2026 - 13:33 WIB

Puluhan Bus PO Sinar Jaya Terbakar di Cikarang Barat, Api Merembet Karena Parkir Terlalu Rapat

Selasa, 18 Agustus 2026 - 12:13 WIB

Yaqut Cholil Qoumas Hadapi Sidang Perlawanan Meski Kurang Sehat, Didakwa Rugikan Negara Rp622 Miliar

Berita Terbaru

Gempa bumi M6,1 mengguncang Nias Selatan, Sumatera Utara (Sumut), Selasa (18/8/2026), pukul 13.02 WIB. Foto: BMKG.

Kabupaten Nias Selatan

Gempa M 6,1 Guncang Nias Selatan Sumut, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

Selasa, 18 Agu 2026 - 14:59 WIB