Jakarta-Mediadelegasi: Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, tiba di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta Selatan, pada Jumat siang ini. Kedatangannya dilakukan tak lama setelah ia terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang digelar tim penyidik KPK di wilayah Solo Raya, Jawa Tengah.
Berdasarkan pantauan langsung di lokasi, kedatangan rombongan terlihat dari iring-iringan sebanyak enam unit kendaraan yang memasuki area kompleks kantor KPK. Kendaraan-kendaraan tersebut membawa seluruh pihak yang diamankan dalam operasi penindakan yang berlangsung secara senyap sejak pagi hari.
Saat turun dari mobil, Etik Suryani tampak mengenakan masker berwarna hitam, dipadukan dengan kemeja putih dan pakaian luar berwarna gelap. Penampilannya terlihat tertutup rapat seolah ingin menghindari sorotan kamera dan pertanyaan dari awak media yang sudah menunggu sejak pagi.
Kondisi fisik dan sikapnya pun menarik perhatian. Ia terlihat menundukkan kepala dalam-dalam dengan raut wajah yang tampak lesu dan tak bersemangat. Berbagai pertanyaan yang dilontarkan wartawan terkait kasus yang menjeratnya sama sekali tidak ia jawab.
Bukan hanya itu, saat melangkah menuju pintu masuk gedung, Etik terlihat berjalan sempoyongan dan melangkah dengan gerakan yang sangat lambat. Ia tampak membutuhkan dukungan saat menaiki tangga menuju ruang pemeriksaan, seolah menyadari beratnya proses hukum yang akan dihadapinya.
Sebelumnya, tim penyidik KPK telah melaksanakan operasi tangkap tangan di wilayah Solo Raya pada pagi hari yang sama. Dalam operasi tersebut, tercatat sebanyak lima orang berhasil diamankan, salah satunya adalah kepala daerah yang menjabat sebagai Bupati Sukoharjo ini.
Konfirmasi resmi mengenai pelaksanaan OTT ini disampaikan oleh Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo. Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian penyelidikan tertutup yang telah dipersiapkan matang oleh lembaga antirasuah.
“Konfirm, bahwa KPK melakukan kegiatan penyelidikan tertutup dan terjadi peristiwa tertangkap tangan di wilayah Solo Raya, Jawa Tengah,” ujar Budi singkat saat memberikan keterangan kepada wartawan.
Sebagaimana diungkapkan sebelumnya, perkara yang menjerat Etik Suryani berkaitan dengan dugaan tindak pidana pemerasan. Penyelidikan mengarah pada indikasi bahwa ia meminta sejumlah imbalan atau pungutan dari para perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukoharjo.
Setelah diamankan di lokasi kejadian, Etik dan keempat orang lainnya sempat menjalani pemeriksaan awal di kantor Polresta Surakarta. Setelah itu, mereka langsung dibawa ke Jakarta guna menjalani proses pemeriksaan yang lebih mendalam dan terperinci di kantor pusat KPK.
Saat ini, seluruh pihak yang terjaring sedang menjalani proses pengambilan keterangan dan pengumpulan bukti. Penyidik akan memeriksa setiap keterangan dan dokumen yang ditemukan untuk menguatkan dugaan serta menentukan status hukum bagi para pihak yang terlibat.
Masyarakat pun menantikan perkembangan lebih lanjut dari kasus ini. KPK dipandang harus bekerja secara transparan dan profesional agar proses hukum ini dapat memberikan kepastian, sekaligus menjadi bukti nyata bahwa pemberantasan korupsi dilakukan tanpa pandang jabatan dan kedudukan. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.
Penulis : Tagor
Editor : Alan






