Suasana Ketat di Mabes Polri: Rantis Brimob Bersiaga, Pengusutan Kasus Korupsi Batu Bara hingga Krakatau Steel Berjalan Kencang

Kamis, 9 Juli 2026 - 13:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kendaraan taktis (rantis) dari Satuan Brigade Mobil (Brimob) bersiaga di Mabes Polri pada Kamis (9/7/2026). Foto: Ist.

Kendaraan taktis (rantis) dari Satuan Brigade Mobil (Brimob) bersiaga di Mabes Polri pada Kamis (9/7/2026). Foto: Ist.

Jakarta-Mediadelegasi: Pemandangan yang tak biasa terlihat di lingkungan Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia pada Kamis pagi ini. Sejumlah kendaraan taktis milik Korps Brigade Mobil tampak bersiaga rapi dengan penjagaan yang jauh lebih ketat dibandingkan hari-hari biasanya. Keadaan ini muncul bersamaan dengan berlangsungnya pengusutan tiga kasus besar yang menjadi perhatian utama.

Pengamanan diperketat seiring dengan gencarnya tim gabungan kepolisian melakukan penelusuran terhadap dugaan korupsi di sektor pasokan batu bara untuk PLN, kasus Asabri, serta dugaan penyimpangan di Krakatau Steel. Ketiga perkara ini diketahui berjalan di bawah instruksi langsung dan menjadi perhatian khusus dari Presiden Prabowo Subianto.

Berdasarkan pantauan di lokasi, tercatat ada sekitar enam unit kendaraan taktis yang dipersiapkan. Sekitar pukul 11.25 WIB, sejumlah kendaraan tersebut mulai bergerak meninggalkan kompleks Mabes Polri membawa personel bersenjata lengkap menuju arah Jalan Trunojoyo untuk melanjutkan tugas operasional.

Akses masuk ke lingkungan markas pun diawasi secara lebih ketat dari biasanya. Selain petugas dari Satuan Pengamanan, pengawasan diperkuat dengan kehadiran personel Provos dan Brimob yang bersiaga lengkap dengan perlengkapan tempur guna menjamin keamanan dan kelancaran setiap kegiatan di dalam kompleks.

Menanggapi pemandangan ini, Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Johnny Edison Isir, menyatakan bahwa tingkat pengamanan yang diterapkan hari ini tetap sesuai dengan standar operasional prosedur yang berlaku. Ia memastikan tidak ada hal yang perlu dikhawatirkan oleh masyarakat.

BACA JUGA:  Presiden Prabowo Tiba di Tapanuli Utara, Langsung Tinjau Lokasi Bencana di Tapanuli Selatan

“Warga masyarakat yang membutuhkan pelayanan Polri tetap dilayani dengan mudah di Mabes Polri,” tegas Johnny saat dikonfirmasi terkait alasan di balik penjagaan yang terlihat lebih ketat tersebut.

Di sisi lain, ketatnya pengamanan ini menjadi latar belakang dari rangkaian operasi besar yang telah dilakukan sebelumnya. Sebelumnya, tim penyidik telah melaksanakan penggeledahan di 12 titik lokasi yang tersebar di berbagai wilayah untuk mengumpulkan barang bukti yang berkaitan dengan kasus-kasus tersebut.

Salah satu lokasi yang menjadi sorotan adalah kafe de’Clan Signature di kawasan Cipete, Jakarta Selatan. Di tempat ini, penyidik berhasil menemukan sebuah brankas yang sengaja disembunyikan agar tidak mudah terdeteksi oleh orang luar.

Setelah dibuka, brankas itu menyimpan harta dalam jumlah yang cukup besar. Di dalamnya ditemukan uang tunai sebesar 3.130.000 Dolar Singapura, 889.965 Dolar Amerika Serikat, serta uang Rupiah senilai Rp259.159.000.

Jika seluruh jumlah tersebut dikonversikan ke dalam mata uang Rupiah, total nilai barang bukti yang ditemukan di lokasi itu saja mencapai angka sekitar Rp60 miliar. Jumlah ini menjadi bukti awal yang memperkuat dugaan adanya aliran dana yang tidak wajar.

Temuan yang jauh lebih besar terungkap saat penyidik menggeledah sebuah rumah mewah di kawasan Parahyangan Golf 2, Sentul, Kabupaten Bogor. Di balik dinding salah satu kamar, tersembunyi sebuah brankas besar yang terkunci rapat selama ini.

BACA JUGA:  Presiden Prabowo: Mark Up Anggaran Sama dengan Mencuri

Setelah berhasil dibuka, brankas itu ternyata menyimpan tujuh buah koper berisi harta kekayaan yang nilainya sangat fantastis. Di dalamnya tercatat ada 74 kilogram emas batangan, 4.767.300 Dolar Amerika Serikat, serta 14.083.800 Dolar Singapura.

Selain itu, ditemukan juga uang tunai dalam bentuk Rupiah senilai Rp100 juta. Jika dihitung secara keseluruhan dan dikonversikan ke nilai tukar saat ini, estimasi total harta yang ditemukan di rumah tersebut mencapai angka Rp476 miliar.

Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Koordinasi dan Pengawasan Penyidikan Tindak Pidana Korupsi Mabes Polri, Irjen Pol Totok Suharyanto, yang hadir di lokasi saat penggeledahan berlangsung guna memantau jalannya operasi.

Selain emas dan uang tunai, penyidik juga menyita sejumlah dokumen penting, telepon genggam, serta beberapa bingkai foto keluarga yang diduga berkaitan dengan identitas pemilik rumah maupun asal-usul kekayaan yang tersimpan di brankas tersebut.

Hingga saat ini, pihak kepolisian belum membuka identitas siapa pemilik sebenarnya dari rumah dan harta yang ditemukan itu. Penyidik menyatakan seluruh barang bukti akan diamankan dan dianalisis lebih lanjut untuk mengungkap jejak aliran dana dan keterkaitan pihak-pihak yang terlibat dalam kasus bernilai triliunan rupiah ini. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Penulis : Tagor

Editor : Alan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KPK Periksa Lagi Eks Sekjen MPR Ma’ruf Cahyono: Diduga Minta Fee 10 Persen dari Proyek Pengadaan
TNI Bantah Isu Datangi Polda Metro Jaya: Pengamanan Rumah Jampidsus Sesuai Aturan, Tak Terkait Kasus Korupsi
Dokter Tifa Sebut Dakwaan Jaksa Salah Objek dan Subyek: Minta Hakim Nyatakan Tak Dapat Diterima
Sidang Eksepsi Dokter Tifa: Tak Minta Jokowi Dihukum, Hanya Ingin Keabsahan Ijazah Diuji Terbuka
Kemnaker dan HIPMI Jaya Jalin Kerja Sama: Tingkatkan Kompetensi Tenaga Kerja Sesuai Kebutuhan Industri
Pengamanan Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah oleh TNI: Dinyatakan Atas Permintaan Kejagung, Terpisah dari Penggeledahan Polri
Penggeledahan Rumah Mewah Sentul: Brankas Tersembunyi Berisi Emas dan Uang Tunai Rp476 Miliar Terkuak Polisi
Usulan Reformasi Pajak JHT: Said Iqbal Temui Menkeu, Minta Pembebasan dan Penyesuaian Aturan
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 9 Juli 2026 - 14:26 WIB

KPK Periksa Lagi Eks Sekjen MPR Ma’ruf Cahyono: Diduga Minta Fee 10 Persen dari Proyek Pengadaan

Kamis, 9 Juli 2026 - 13:58 WIB

TNI Bantah Isu Datangi Polda Metro Jaya: Pengamanan Rumah Jampidsus Sesuai Aturan, Tak Terkait Kasus Korupsi

Kamis, 9 Juli 2026 - 13:48 WIB

Dokter Tifa Sebut Dakwaan Jaksa Salah Objek dan Subyek: Minta Hakim Nyatakan Tak Dapat Diterima

Kamis, 9 Juli 2026 - 13:28 WIB

Suasana Ketat di Mabes Polri: Rantis Brimob Bersiaga, Pengusutan Kasus Korupsi Batu Bara hingga Krakatau Steel Berjalan Kencang

Kamis, 9 Juli 2026 - 11:12 WIB

Kemnaker dan HIPMI Jaya Jalin Kerja Sama: Tingkatkan Kompetensi Tenaga Kerja Sesuai Kebutuhan Industri

Berita Terbaru