Program Sekolah Gratis SMA/SMK Diluncurkan, Kepulauan Nias Menjadi Wilayah Pertama Merasakannya

Jumat, 7 Agustus 2026 - 11:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, berfoto bersama para siswa dan jajaran pendidik saat meninjau SMKN 1 Lotu, Kabupaten Nias Utara, Kamis (6/8/2026). Foto: Ist.

Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, berfoto bersama para siswa dan jajaran pendidik saat meninjau SMKN 1 Lotu, Kabupaten Nias Utara, Kamis (6/8/2026). Foto: Ist.

Nias Utara-Mediadelegasi: Kebijakan pendidikan gratis untuk jenjang Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Menengah Kejuruan yang diluncurkan oleh Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, disambut gembira oleh seluruh kalangan pelajar. Kepulauan Nias secara resmi menjadi wilayah pertama yang menikmati langsung manfaat program strategis ini, membawa harapan besar bagi terciptanya pemerataan akses pendidikan berkualitas.

Kebijakan ini menjadi jawaban atas kerinduan masyarakat daerah yang selama ini masih banyak menghadapi kendala biaya dalam melanjutkan pendidikan anak-anak mereka ke jenjang yang lebih tinggi. Kehadiran program ini sekaligus membuktikan keseriusan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dalam memastikan setiap anak berhak memperoleh pendidikan tanpa terhalang keterbatasan ekonomi.

Aliran Berkat Zalukhu, salah seorang siswa di SMKN 1 Lotu, Kabupaten Nias Utara, menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaannya yang mendalam atas diberlakukannya program sekolah gratis tersebut. Menurutnya, kebijakan ini sangatlah tepat sasaran, mengingat banyak orang tua di wilayah kepulauan yang memang memiliki keterbatasan kemampuan ekonomi.

“Kami sangat berterima kasih dan merasa bahagia atas keputusan tersebut. Sebab di daerah terpencil ini, banyak orang tua yang kondisinya ekonominya memang sangat terbatas,” ujar Aliran dengan penuh kegembiraan usai Gubernur Bobby Nasution meninjau langsung lingkungan sekolahnya, Kamis (6/8/2026). Bantuan ini dinilai sangat berarti agar anak-anak tetap dapat bersekolah dengan tenang.

BACA JUGA:  PGMNI Sumut dan Kesbangpol Bahas Langkah Besar untuk Tingkatkan Kesejahteraan Guru Madrasah di Sumut

Aliran menambahkan, program sekolah gratis ini sejatinya telah lama dinantikan oleh para pelajar maupun para orang tua di wilayahnya. Dengan adanya kebijakan ini, kekhawatiran biaya pendidikan yang selama ini membebani pikiran masyarakat perlahan hilang, sehingga anak-anak dapat lebih fokus menuntut ilmu.

Siswa lainnya, Septo Rismanto, turut menyampaikan rasa bangganya atas kehadiran program tersebut. Ia merasakan langsung dampak positifnya: beban yang selama ini dipikul orang tua menjadi jauh lebih ringan, dan hal itu secara otomatis membangkitkan semangat belajar para siswa untuk meraih prestasi yang lebih gemilang.

“Karena program tersebut, beban orang tua menjadi lebih ringan, dan kami pun menjadi lebih bersemangat lagi untuk belajar. Kami ingin membuktikan bahwa dengan dukungan yang diberikan, kami pun mampu berprestasi setara dengan pelajar di daerah lain,” ungkap Septo penuh harap.

Wilman Elviansyah Nasution, siswa SMKN 1 Lotu lainnya, juga menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Provinsi Sumut. Selain menikmati kebijakan biaya pendidikan gratis, ia pun berharap agar peningkatan sarana dan prasarana pendidikan terus dilakukan sehingga semakin menunjang kenyamanan dan kualitas proses belajar mengajar di sekolahnya.

Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Bobby Nasution juga meninjau progres pembangunan dua ruang kelas baru di lingkungan SMKN 1 Lotu yang dibangun dengan alokasi anggaran sebesar Rp317 juta. Pembangunan fasilitas ini menjadi bukti nyata bahwa peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya soal biaya, melainkan juga ketersediaan sarana belajar yang memadai.

BACA JUGA:  Kahiyang Ayu Ajak Ketua Dekranasda Daerah Proaktif Gali Potensi Kerajinan Lokal

Gubernur Bobby menjelaskan bahwa manfaat program sekolah gratis ini ternyata tidak hanya dirasakan oleh para orang tua siswa saja. Kebijakan ini juga memberikan keleluasaan yang lebih besar bagi pihak sekolah dalam mengelola anggaran untuk memenuhi berbagai kebutuhan penunjang pendidikan secara lebih fleksibel.

“Sekarang biaya pendidikan SMA dan SMK yang ada di Pulau Nias sudah digratiskan. Dengan demikian, kepala sekolah memiliki anggaran yang lebih fleksibel untuk digunakan membeli perlengkapan belajar, menambah ruang praktik, hingga melengkapi peralatan praktik yang dibutuhkan siswa,” jelas Gubernur menjelaskan dampak lanjutan dari kebijakan yang diambilnya.

Langkah ini menunjukkan bahwa pemerataan pendidikan di Sumatera Utara benar-benar dimulai dari wilayah yang paling membutuhkan. Melalui kebijakan biaya gratis dan peningkatan fasilitas secara bersamaan, diharapkan generasi muda di Kepulauan Nias dapat tumbuh cerdas, terampil, dan siap membawa daerahnya menuju kemajuan yang lebih baik. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Penulis : Miranda

Editor : Alan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gubernur Bobby Paparkan Tiga Prioritas Pembangunan Kepulauan Nias, BNKP Tegaskan Dukungan Penuh
Gubernur Bobby Bantu Biaya Transportasi Pasien RSUD M Thomsen, Janji Perbaiki Fasilitas Gunungsitoli
Wagub Sumut Apresiasi LCC BMKG 2026, Dorong Budaya Sadar Risiko Bencana Sejak Sekolah
Wagub Sumut Dorong Inalum Perkuat Kontribusi Pendidikan dan Pelestarian Lingkungan Kawasan Danau Toba
Timsel KPID Sumut Umumkan 21 Calon Lolos Wawancara, Siap Masuk Uji Kepatutan di DPRD Sumut
USU Tetapkan 5 Pilar Strategis 2026–2031, Perkuat Tri Dharma Hingga Internasionalisasi Kampus
Kejati Sumut Tegaskan Gedung Baru Tahap I Selesai 100 Persen, Usulan Tahap II Masih Menunggu Keputusan Kejagung
PRSU 2026 Resmi Ditutup, Putaran Uang Capai Rp50 Miliar Selama Satu Bulan
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 11:49 WIB

Program Sekolah Gratis SMA/SMK Diluncurkan, Kepulauan Nias Menjadi Wilayah Pertama Merasakannya

Kamis, 6 Agustus 2026 - 15:23 WIB

Gubernur Bobby Paparkan Tiga Prioritas Pembangunan Kepulauan Nias, BNKP Tegaskan Dukungan Penuh

Kamis, 6 Agustus 2026 - 15:12 WIB

Gubernur Bobby Bantu Biaya Transportasi Pasien RSUD M Thomsen, Janji Perbaiki Fasilitas Gunungsitoli

Rabu, 5 Agustus 2026 - 14:21 WIB

Wagub Sumut Apresiasi LCC BMKG 2026, Dorong Budaya Sadar Risiko Bencana Sejak Sekolah

Rabu, 5 Agustus 2026 - 14:01 WIB

Wagub Sumut Dorong Inalum Perkuat Kontribusi Pendidikan dan Pelestarian Lingkungan Kawasan Danau Toba

Berita Terbaru

Kabupaten Labuhan Batu Utara

Tindaklanjuti Instruksi DPP, Golkar Labura Gelar Pleno Persiapan Musda 2026

Jumat, 7 Agu 2026 - 17:53 WIB

Foto: Jilbab berlogo bordir “Asri” hasil pengadaan Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Deli Serdang sebanyak 15.000 lembar senilai Rp525 juta. Harga satuan yang ditetapkan Rp35.000 disorot JIPI karena dinilai jauh lebih tinggi dari harga pasar sejenis yang diperkirakan hanya sekitar Rp15.000 per lembar.

Kabupaten Deli Serdang

Jilbab Rp525 Juta, Kainnya yang Mahal atau Angkanya yang Bikin Bertanya?

Jumat, 7 Agu 2026 - 17:16 WIB