Jaksa Agung Burhanuddin Tegas: Jangan Pernah Jual Nama Kejaksaan

Rabu, 2 September 2026 - 13:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jaksa Agung ST Burhanuddin. Foto: Ist.

Jaksa Agung ST Burhanuddin. Foto: Ist.

Jakarta-Mediadelegasi: Jaksa Agung ST Burhanuddin memberikan peringatan tegas kepada seluruh jajaran Kejaksaan Republik Indonesia agar menjaga integritas dan kehormatan institusi. Seluruh insan Adhyaksa diminta tidak pernah meminta maupun menerima sesuatu dengan mengatasnamakan Kejaksaan.

Pesan tersebut disampaikan Burhanuddin saat memimpin upacara peringatan Hari Lahir ke-81 Kejaksaan Republik Indonesia, Rabu (2/9/2026). Momentum peringatan tersebut dijadikan sebagai pengingat penting bagi seluruh jajaran untuk kembali memperkuat moralitas dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas.

Burhanuddin menegaskan bahwa jabatan, seragam, serta pangkat yang melekat pada setiap pegawai Kejaksaan bukan sekadar atribut kedinasan. Semua itu, menurutnya, merupakan simbol kehormatan sekaligus amanah besar yang harus dijaga.

Karena itu, ia meminta seluruh jajaran Kejaksaan untuk tidak menyalahgunakan identitas institusi demi kepentingan pribadi. Nama besar Kejaksaan, kata Burhanuddin, tidak boleh digunakan sebagai alat untuk memperoleh keuntungan atau fasilitas tertentu.

“Saudara memiliki seragam dan pangkat di pundak bukan sekadar atribut, melainkan simbol kehormatan dan amanah. Jagalah wibawa itu dengan rendah hati,” ujar Burhanuddin.

Ia kemudian memberikan penegasan kepada seluruh insan Adhyaksa agar tidak meminta maupun menerima sesuatu dengan membawa-bawa nama Kejaksaan. Menurutnya, tindakan semacam itu dapat merusak kepercayaan masyarakat sekaligus menjatuhkan wibawa lembaga.

BACA JUGA:  Masyarakat Dilibatkan pada HUT Ke-79 Bhayangkara

Jaksa Agung menilai integritas merupakan fondasi utama yang harus dimiliki setiap aparat penegak hukum. Integritas yang kuat harus berjalan seiring dengan moralitas agar setiap individu mampu menjaga diri dari tindakan yang tidak patut.

Burhanuddin mengingatkan bahwa lemahnya integritas dapat membuka peluang munculnya berbagai perbuatan tercela. Apabila tidak dicegah, tindakan tersebut berpotensi mencoreng nama baik dan merusak kehormatan institusi Kejaksaan di mata publik.

Menurutnya, perjalanan Kejaksaan selama ini juga tidak selalu berjalan dengan mudah. Berbagai tantangan dan ujian datang silih berganti, baik dari dalam maupun luar institusi.

Ia mengakui, dalam perjalanan panjang tersebut, Kejaksaan pernah menghadapi masa-masa sulit yang menimbulkan kekecewaan. Namun, kondisi tersebut harus dijadikan bahan evaluasi dan momentum untuk melakukan pembenahan secara menyeluruh.

Burhanuddin mengajak seluruh jajaran untuk melakukan introspeksi terhadap tugas dan tanggung jawab yang telah dijalankan. Ia menekankan pentingnya memastikan bahwa seluruh insan Adhyaksa tetap berada di jalur yang benar dalam mengabdi kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

BACA JUGA:  Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor Badan Gizi Nasional, Sehari Usai Pimpinan Dicopot Presiden

Refleksi tersebut, menurutnya, harus menjadi kekuatan untuk terus memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas pelayanan penegakan hukum. Kepercayaan publik, kata dia, harus dibangun melalui tindakan nyata, profesionalitas, serta komitmen menjaga integritas.

Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi, Jaksa Agung pun menyerukan seluruh jajaran Kejaksaan untuk bangkit bersama. Ia mengajak insan Adhyaksa memulihkan kepercayaan masyarakat dan mengembalikan marwah Kejaksaan sebagai institusi penegak hukum.

Burhanuddin optimistis Kejaksaan mampu melewati setiap ujian apabila seluruh jajaran memiliki komitmen yang sama untuk menjaga kehormatan lembaga. Ia menegaskan bahwa setiap tantangan harus menjadi kekuatan untuk membangun institusi yang semakin profesional dan dipercaya masyarakat.

“Inilah saatnya kita bangkit bersama, memulihkan kepercayaan, mengembalikan marwah institusi, dan membuktikan bahwa Kejaksaan mampu melewati ujian hingga menjadi semakin kuat,” pungkasnya. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Penulis : Miranda

Editor : Alan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KPK Bantah Video Jemput Paksa Nusron Wahid: Penyidik Siapkan Panggilan Ulang
Dirjen Imigrasi Pastikan Menteri ATR Nusron Wahid Sudah Kembali ke Indonesia Usai dari Singapura
KPK Surati Panglima TNI Soal Dugaan Korupsi Dana Bencana BNPB yang Libatkan Oknum Prajurit
Tim Advokasi Hadiri Gelar Perkara Bareskrim Polri Terkait Suket Penyetaraan Ijazah Gibran
PDIP Bantah Operasi Politik Ijazah Jokowi: Pembuktian Cukup Tunjukkan Dokumen Asli
KMP Batu Mandi Terbakar di Merak: ASDP Ungkap Kronologi dan Sampaikan Permohonan Maaf
Tersangka Blackout Batam-Bintan Ditangkap: 4 Petugas PLN dan 1 Kontraktor Jadi Tersangka
Demo di Tugu Tani: Aliansi Mahasiswa Bawa 5 Tuntutan, dari Karhutla hingga Biaya Pendidikan
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:34 WIB

KPK Bantah Video Jemput Paksa Nusron Wahid: Penyidik Siapkan Panggilan Ulang

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:06 WIB

Dirjen Imigrasi Pastikan Menteri ATR Nusron Wahid Sudah Kembali ke Indonesia Usai dari Singapura

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:10 WIB

KPK Surati Panglima TNI Soal Dugaan Korupsi Dana Bencana BNPB yang Libatkan Oknum Prajurit

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:41 WIB

Tim Advokasi Hadiri Gelar Perkara Bareskrim Polri Terkait Suket Penyetaraan Ijazah Gibran

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:34 WIB

PDIP Bantah Operasi Politik Ijazah Jokowi: Pembuktian Cukup Tunjukkan Dokumen Asli

Berita Terbaru

Asisten Pengawasan (Aswas) Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara Agung Ardiyanto,SH.,MH. Foto: Ist.

Sumatera Utara

Aswas Kejati Sumut Tegaskan Kedisiplinan Pegawai Saat Apel Pagi

Jumat, 23 Okt 2026 - 11:08 WIB