Rupiah Anjlok ke Rp18.184 per Dolar AS, Tekanan Harga Minyak & Ketidakpastian The Fed Memperberat

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nilai tukar rupiah ditutup melemah ke Rp18.184 per dolar AS pada Rabu (28/10/2026). Pelemahan dipicu ketidakpastian kebijakan The Fed, lonjakan harga minyak mentah, isu reklasifikasi MSCI, serta tekanan defisit APBN. Foto: Ist.

Nilai tukar rupiah ditutup melemah ke Rp18.184 per dolar AS pada Rabu (28/10/2026). Pelemahan dipicu ketidakpastian kebijakan The Fed, lonjakan harga minyak mentah, isu reklasifikasi MSCI, serta tekanan defisit APBN. Foto: Ist.

Jakarta-Mediadelegasi: Nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat pada penutupan perdagangan Rabu (28/10/2026). Mata uang nasional turun 28 poin ke posisi Rp18.184 per dolar AS. Pelemahan ini didorong kombinasi sentimen eksternal dan domestik yang saling memperberat tekanan.

Pengamat Ekonomi, Mata Uang dan Komoditas Ibrahim Assuaibi menjelaskan, pelaku pasar bersikap berhati-hati menjelang pengumuman kebijakan suku bunga The Fed. Lonjakan harga minyak mentah dunia memperumit gambaran inflasi global, sehingga arah kebijakan moneter AS menjadi ketidakpastian yang membebani aset pasar berkembang.

“Pelemahan rupiah pada penutupan hari ini terutama dipengaruhi sikap pasar yang mengantisipasi keputusan kebijakan The Fed, di mana lonjakan harga minyak mentah kian memperumit kalkulasi inflasi dan arah suku bunga acuan mereka,” ujar Ibrahim.

BACA JUGA:  RBI Wajib Masuk APBD 2027, Mendagri Tito Kembalikan RAPBD Daerah yang Tak Memuat Program

Dari sisi dalam negeri, harga minyak mentah yang bertahan di atas US$100 per barel memicu tekanan inflasi melalui biaya produksi dan tarif transportasi. Kondisi ini berpotensi memperlebar defisit APBN akibat membengkaknya belanja subsidi energi, kecuali pemerintah menjaga efisiensi dan penyaluran tepat sasaran.

“Tekanan harga minyak di atas level seratus dolar per barel secara langsung membayangi kemampuan anggaran negara, sehingga pengendalian subsidi dan keseimbangan fiskal menjadi faktor penentu stabilitas pasar saat ini,” tambahnya.

Sentimen negatif bertambah seiring isu konsultasi MSCI yang membuka kemungkinan penurunan status pasar saham Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market. Evaluasi dijadwalkan tuntas Juni 2027; ketidakpastian ini dikhawatirkan memicu pelarian modal asing dan memperbesar volatilitas nilai tukar.

BACA JUGA:  Rupiah Melemah Akibat Defisit Anggaran Lampaui Target

“Isu reklasifikasi oleh MSCI jelas meningkatkan volatilitas rupiah, sehingga akselerasi reformasi, keterbukaan informasi, dan penegakan hukum di pasar modal harus konsisten dijalankan guna memulihkan minat investor asing,” tegas Ibrahim.

Bank Indonesia juga menghadapi dilema kebijakan: menaikkan suku bunga untuk menahan pelemahan rupiah berisiko memperlambat pertumbuhan ekonomi, namun mempertahankan suku bunga dapat memperbesar tekanan pada kurs. Komunikasi yang transparan dan konsistensi bauran kebijakan menjadi kunci keseimbangan tersebut.

Ke depan, rupiah diproyeksikan bergerak fluktuatif dengan rentang penutupan Rp18.180 hingga Rp18.230 per dolar AS pada perdagangan berikutnya, serta rentang mingguan Rp17.900–Rp18.250 per dolar AS. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Penulis : Tagor

Editor : Alan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tewas di Hari Pertama Bertugas, WNI Muhammad Taufiq Gugur di Donetsk Jadi Tentara Rusia
Bareskrim Tetapkan 245 Orang & 20 Korporasi Tersangka Karhutla, 23 Izin Usaha Dicabut
61 Titik Aksi Demo Kamis di Jakarta, Polda Metro Jaya: 17 Kegiatan Lain Juga Berlangsung
Tangkap 19 Orang di Demo Bundaran HI, Polda Metro Jaya Sita Sajam, Petasan & 12 Kaleng Cat
Jokowi Dijadwalkan Hadir 5 November di Sidang Roy Suryo & Dokter Tifa, Jam Terpisah
KPK Periksa Agus Riyanto & 3 Saksi Lain Kasus Korupsi Dana Siap Pakai BNPB, 5 Tersangka Ditetapkan
Roy Suryo Minta Silfester Matutina & Jokowi Dihadirkan ke Sidang Kasus Ijazah Jokowi
Refly Harun Cecar Lechumanan: Penggerudukan Solo Lebih Awal dari Pernyataan Roy Suryo, Tak Logis Dihasut
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 17:16 WIB

Tewas di Hari Pertama Bertugas, WNI Muhammad Taufiq Gugur di Donetsk Jadi Tentara Rusia

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:59 WIB

Bareskrim Tetapkan 245 Orang & 20 Korporasi Tersangka Karhutla, 23 Izin Usaha Dicabut

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:11 WIB

61 Titik Aksi Demo Kamis di Jakarta, Polda Metro Jaya: 17 Kegiatan Lain Juga Berlangsung

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:34 WIB

Tangkap 19 Orang di Demo Bundaran HI, Polda Metro Jaya Sita Sajam, Petasan & 12 Kaleng Cat

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:00 WIB

Rupiah Anjlok ke Rp18.184 per Dolar AS, Tekanan Harga Minyak & Ketidakpastian The Fed Memperberat

Berita Terbaru