Amran Ngamuk Pecat Pejabat Kementan Main Pupuk

Rabu, 19 Februari 2025 - 11:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: ist

Foto: ist

Jakarta-Mediadelegasi: Menteri Pertanian (Mentan), Amran Sulaiman menunjukkan sikap tegasnya terhadap pejabat yang terlibat dalam kasus pupuk palsu. Ia mengungkapkan, pihaknya telah mencopot 11 pejabat Kementerian Pertanian (Kementan), termasuk dua direktur, karena terlibat dalam permasalahan pupuk yang merugikan petani hingga Rp3,2 triliun.
“Ada (masalah) pupuk palsu. Kami temukan, itu bukan sandiwara. Alhamdulillah sudah ada yang tertangkap. Akan kami copot, sebentar lagi akan kami pecat,” ungkap Amran dalam Rapat Kerja Komite II DPD RI, dikutip Selasa (18/2/2025).Tidak hanya pejabat Kementan, Amran juga mengungkapkan setidaknya ada 27 perusahaan yang kini dalam proses hukum, termasuk lima perusahaan yang terbukti memproduksi pupuk palsu. Ia pun menegaskan bahwa tidak ada ruang bagi pihak yang merugikan petani dan negara.”Bahkan yang kami pecat itu sahabat saya sendiri, tapi apa boleh buat? Ini merugikan petani Rp3,2 triliun. Ini tidak boleh dibiarkan,” tegasnya.Amran juga telah melaporkan kasus ini kepada Presiden Prabowo Subianto dan meminta kesempatan untuk membersihkan kementerian yang dipimpinnya dari praktik kecurangan, baik dari dalam maupun luar lingkungan Kementan. Ia menekankan, pupuk palsu bukan hanya merugikan petani tetapi juga mengancam ketahanan pangan nasional.

BACA JUGA:  Libur Sekolah Semester Genap 2024/2025: Jadwal dan Persiapan untuk Tahun Ajaran Baru

“Bukan hanya menyakiti petani, menyakiti negara. Kenapa? Ujungnya adalah negara yang bermasalah. Bisa bayangkan, pupuk palsu itu nilainya Rp19 juta, anggaplah Rp1 juta nilai pupuk, berarti dia merusak 19 juta modal pas-pasan petani, dan petani ikut hancur. Jadi ini juga masalah,” terang dia.Sebagai langkah perbaikan, Amran berkomitmen untuk memastikan distribusi pupuk yang lebih transparan dan meningkatkan pengawasan. Ia juga optimistis Indonesia bisa mencapai swasembada pangan dalam waktu sesingkat-singkatnya.

“Insya Allah kita selesaikan, dalam dan luar kita perbaiki. Doakan, tanda-tanda yang ada bahwa kita akan swasembada dalam waktu sesingkat-singkatnya,” pungkasnya.D|Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia Beri Izin Ruang Udara, Malaysia Tawarkan Bantuan Pemadaman Karhutla
Alasan Menhut Tak Ikut Kunjungan Prabowo ke Kalimantan-Sumatera
Prabowo menghadiri akad nikah Sekretaris Pribadinya
Aksi Lepas Logo Bank Mandiri Jelang Demo Jadi Sorotan Netizen
Prabowo Subianto bertolak ke Kalimantan
Terbitkan SEMA 4/2026, MA Tutup Celah Upaya Hukum untuk Putusan Bebas
KPK Klarifikasi Kegiatan OTT di Bogor
Kementerian PKP-BGN Siapkan Rumah Bagi Keluarga Penerima MBG
Berita ini 33 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 20:37 WIB

Indonesia Beri Izin Ruang Udara, Malaysia Tawarkan Bantuan Pemadaman Karhutla

Selasa, 25 Agustus 2026 - 20:06 WIB

Alasan Menhut Tak Ikut Kunjungan Prabowo ke Kalimantan-Sumatera

Selasa, 25 Agustus 2026 - 11:47 WIB

Prabowo menghadiri akad nikah Sekretaris Pribadinya

Senin, 24 Agustus 2026 - 21:33 WIB

Aksi Lepas Logo Bank Mandiri Jelang Demo Jadi Sorotan Netizen

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 15:13 WIB

Prabowo Subianto bertolak ke Kalimantan

Berita Terbaru