Bansos Bukan Program Seumur Hidup, Mensos Gus Ipul Tekankan Pemberdayaan Masyarakat

Selasa, 5 Agustus 2025 - 12:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Sosial Gus Ipul menegaskan bansos bukan program seumur hidup dan akan dievaluasi setiap lima tahun sekali. (Foto: Ist)

Menteri Sosial Gus Ipul menegaskan bansos bukan program seumur hidup dan akan dievaluasi setiap lima tahun sekali. (Foto: Ist)

Jakarta-Mediadelegasi : Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, menegaskan bahwa bantuan sosial (bansos) bukan program seumur hidup. Bansos bersifat sementara untuk memenuhi kebutuhan dasar sebelum diarahkan menuju pemberdayaan. Hal ini disampaikan Gus Ipul dalam dialog bersama pilar-pilar sosial dari Kabupaten Ponorogo, Pacitan, dan Trenggalek, Jawa Timur.

Gus Ipul menekankan bahwa bansos memiliki peruntukan yang jelas dan tidak bisa digunakan seenaknya. Misalnya, bantuan Rp750.000 per tiga bulan bagi ibu hamil digunakan untuk asupan gizi, atau bantuan untuk bayi 0-6 tahun, lansia, dan penyandang disabilitas sesuai kebutuhan masing-masing.

Pendamping memiliki tugas membina keluarga penerima manfaat agar memanfaatkan bansos sesuai peruntukannya. Gus Ipul juga menyampaikan keprihatinannya terkait temuan lebih dari 600.000 penerima bansos yang terindikasi terlibat judi online, di mana sekitar 300.000 di antaranya adalah penerima Program Keluarga Harapan (PKH).

Sebanyak 230.000 penerima bansos yang terindikasi terlibat judi online sudah langsung diputus penyalurannya. Sisanya masih dalam proses penyelidikan, termasuk kemungkinan data mereka disalahgunakan pihak lain.

Evaluasi dan pemutakhiran data bansos dilakukan secara berkala bekerja sama dengan BPS, pemerintah daerah, dan berbagai pihak. Data terbaru dari BPS menjadi acuan penyaluran bansos setiap triwulan. Gus Ipul menekankan bahwa data bansos sangat dinamis, sehingga perlu diperbarui secara terus-menerus.

BACA JUGA:  Bahlil Dan Pengurus Partai Golkar Temui Prabowo, Perkuat Hubungan Koalisi

Dalam dialog tersebut, para pendamping PKH menyampaikan berbagai masukan terkait beban kerja dan tantangan lapangan. Seorang pendamping dari Ponorogo mengungkapkan bahwa tugas mereka sering menumpuk pada waktu bersamaan, mulai dari pendampingan Sekolah Rakyat, pemeriksaan pertumbuhan anak, monitoring sosial, hingga penanganan kasus.

Gus Ipul mengakui beratnya beban kerja para pendamping dan menyampaikan apresiasi atas dedikasi mereka. Ia berharap ada penjadwalan yang lebih terstruktur agar para pendamping dapat menjalankan tugas dengan lebih optimal.

Gus Ipul juga menekankan pentingnya sinergi antara Kementerian Sosial, pemerintah daerah, dan pilar-pilar sosial dalam menjalankan program bansos. Ia berharap agar seluruh pilar sosial terus menjaga integritas, bekerja sesuai aturan, dan memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah.

Dengan demikian, diharapkan penyaluran bansos dapat tepat sasaran dan pemberdayaan masyarakat dapat tercapai. Gus Ipul menutup dialog dengan ajakan agar seluruh pilar sosial terus bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama.

Program bansos yang efektif dapat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasar mereka. Namun, perlu diingat bahwa bansos bukanlah solusi jangka panjang. Pemberdayaan masyarakat perlu dilakukan untuk membantu mereka keluar dari kemiskinan.

BACA JUGA:  KPK Periksa Tiga Saksi Kasus Dugaan Pemerasan Pengurusan RPTKA di Kemnaker

Gus Ipul menekankan bahwa Kementerian Sosial akan terus melakukan evaluasi dan pemutakhiran data bansos untuk memastikan bahwa program bansos tepat sasaran. Dengan demikian, diharapkan program bansos dapat memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat.

Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan efektivitas program bansos. Salah satu upaya tersebut adalah dengan melakukan pemutakhiran data bansos secara berkala.

Pemerintah juga telah meningkatkan sinergi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan pilar-pilar sosial, untuk memastikan bahwa program bansos tepat sasaran. Dengan demikian, diharapkan program bansos dapat memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat.

Gus Ipul berharap bahwa program bansos dapat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasar mereka dan meningkatkan kualitas hidup mereka. Ia juga berharap bahwa program pemberdayaan masyarakat dapat membantu masyarakat keluar dari kemiskinan dan menjadi mandiri.

Dengan demikian, diharapkan program bansos dan pemberdayaan masyarakat dapat memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat dan membantu mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jampidsus Febrie Adriansyah Dikabarkan Mundur
Surat Rahasia Kejagung Bocor: Soroti Kasus Pejabat, Pegawai Kejaksaan Dilarang Komentar Soal Perkara
Bupati Langkat Syah Afandin Di OTT KPK
Pertamina Resmi Naikkan Harga Pertamax
Nama Raffi Ahmad Terseret Dalam Kasus Dugaan Suap Importasi Barang di Bea Cukai
​Kurs Rupiah Terpuruk di Angka Rp18.000, Hasto Kristiyanto Kritik Keras Manajemen Pemerintahan
Tuntut Kepastian Operasional, Investor Dapur SPPG di Wilayah 3T Geruduk Kantor BGN
Rupiah Hancur! Tembus Rp18.175 per Dolar AS
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 00:15 WIB

Jampidsus Febrie Adriansyah Dikabarkan Mundur

Kamis, 9 Juli 2026 - 23:19 WIB

Surat Rahasia Kejagung Bocor: Soroti Kasus Pejabat, Pegawai Kejaksaan Dilarang Komentar Soal Perkara

Jumat, 3 Juli 2026 - 09:17 WIB

Bupati Langkat Syah Afandin Di OTT KPK

Rabu, 10 Juni 2026 - 07:47 WIB

Pertamina Resmi Naikkan Harga Pertamax

Selasa, 9 Juni 2026 - 15:03 WIB

Nama Raffi Ahmad Terseret Dalam Kasus Dugaan Suap Importasi Barang di Bea Cukai

Berita Terbaru