BCA Optimis Kredit Perbankan 2026 Tumbuh Double Digit

Rabu, 28 Januari 2026 - 12:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bank Central Asia. (Foto:Ist)

Bank Central Asia. (Foto:Ist)

Jakarta-Mediadelegasi: PT Bank Central Asia Tbk (BCA) memandang adanya potensi besar bagi industri perbankan nasional untuk mencatatkan pertumbuhan kredit hingga dua digit pada tahun 2026. Optimisme ini muncul setelah melihat dinamika pasar yang mulai bergerak positif di awal tahun.

BCA Percaya Penyaluran Kredit 2026 Melaju Kencang

Presiden Direktur BCA, Hendra Lembong, menyatakan bahwa target pertumbuhan dua digit tersebut sangat mungkin untuk dicapai. Menurutnya, kondisi ekonomi saat ini memberikan ruang bagi perbankan untuk memacu penyaluran pembiayaan lebih agresif dibandingkan tahun sebelumnya.

Baca juga : https://mediadelegasi.id/relawan-parhobas-bobby-gercep-dinkes-sumut-masih-di-tempat/

Hendra menjelaskan bahwa salah satu faktor pendorong utama adalah banyaknya program pemerintah yang tengah berjalan. Ia berharap sektor perbankan dapat bersinergi dan bekerja keras untuk memanfaatkan momentum program-program strategis tersebut sepanjang tahun ini.

Terkait sikap para pelaku usaha, Hendra mengungkapkan adanya tren yang beragam di lapangan. Sebagian pengusaha terpantau sudah mulai berani melakukan ekspansi bisnis, namun sebagian lainnya masih memilih untuk bersikap waspada atau wait and see.

Sikap hati-hati sebagian pelaku usaha tersebut dipicu oleh kondisi geopolitik global yang dinamis. Perubahan kebijakan internasional, terutama mengenai tarif perdagangan, menjadi perhatian serius yang membuat pengusaha terus mencermati perkembangan situasi.

BACA JUGA:  Kejagung Periksa Mantan Menteri ESDM Sudirman Said Terkait Kasus Korupsi Petral

Meski demikian, Hendra mencatat adanya angin segar dari sisi investasi luar negeri. Arus investasi asing yang masuk ke Indonesia dinilai masih sangat kuat, dengan kontribusi yang signifikan terutama datang dari investor asal China.

Para investor asing tersebut umumnya menjalin kemitraan strategis dengan nasabah-nasabah BCA. Kerja sama ini diharapkan tidak hanya mendorong penyaluran kredit bank, tetapi juga memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi nasional secara luas.

Sebagai konteks, kinerja kredit industri pada tahun 2025 tercatat mengalami perlambatan jika dibandingkan tahun sebelumnya. Bank Indonesia (BI) melaporkan bahwa pertumbuhan kredit sepanjang tahun lalu berada di angka 9,69 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Angka pertumbuhan di tahun 2025 tersebut menunjukkan penurunan performa jika disandingkan dengan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tahun 2024. Pada akhir 2024, industri perbankan nasional berhasil mencatatkan pertumbuhan kredit yang lebih tinggi, yakni sebesar 10,46 persen yoy.

BACA JUGA:  Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Akhirnya Penuhi Panggilan KPK

Berdasarkan data BI, pertumbuhan kredit pada 2025 didominasi oleh kredit investasi yang melonjak tajam hingga 21,06 persen yoy. Sementara itu, kredit konsumsi tumbuh sebesar 6,58 persen yoy dan kredit modal kerja mencatatkan kenaikan 4,52 persen yoy.

Bank sentral sendiri kini terus mendorong pelaku usaha untuk memaksimalkan fasilitas pinjaman yang belum ditarik (undisbursed loan). Hingga Desember 2025, nilai plafon kredit yang belum digunakan masih sangat besar, yakni mencapai Rp2.439,2 triliun.

Secara korporasi, BCA menutup tahun 2025 dengan membukukan total penyaluran kredit sebesar Rp993 triliun, atau tumbuh 7,7 persen yoy. Kredit usaha menjadi penopang utama dengan nilai Rp756,5 triliun, di mana segmen korporasi tumbuh paling tinggi sebesar 11,5 persen yoy.

Menghadapi tahun 2026, Bank Indonesia memprakirakan pertumbuhan kredit industri akan berada pada rentang 8-12 persen. Sejalan dengan itu, BCA menetapkan target konservatif namun optimistis dengan membidik pertumbuhan kredit di kisaran 8-10 persen.D|Red

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Presiden Prabowo Akan Luncurkan BBM B50, Langkah Strategis Percepat Transisi Energi
Regenerasi Korupsi di Langkat: Syah Afandin Ikuti Jejak Pendahulu, KPK Sebut Masalah Kesadaran Pribadi
KPK Ungkap Asal Uang di Amplop Bupati Kuansing: Hasil Kumpulan Dana dari KUD
KPK Tegas: Menhut Raja Juli Antoni Dianggap Kurang Taat Aturan Terkait Amplop dari Bupati Kuansing
Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Masyarakat Dilarang Mendekat Radius 3 Km
Perluas Kesempatan Kerja, Menaker Ajak Perusahaan KEK Mandalika Gunakan MagangHub
OTT KPK Jerat Bupati Langkat: Dugaan Suap dan Gratifikasi Capai Rp4,3 Miliar
OTT KPK di Sumut: Bupati Langkat Syah Afandin Ditangkap, Uang Ratusan Juta Diduga Biaya Proyek
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 4 Juli 2026 - 17:36 WIB

Presiden Prabowo Akan Luncurkan BBM B50, Langkah Strategis Percepat Transisi Energi

Sabtu, 4 Juli 2026 - 16:47 WIB

Regenerasi Korupsi di Langkat: Syah Afandin Ikuti Jejak Pendahulu, KPK Sebut Masalah Kesadaran Pribadi

Sabtu, 4 Juli 2026 - 15:29 WIB

KPK Ungkap Asal Uang di Amplop Bupati Kuansing: Hasil Kumpulan Dana dari KUD

Sabtu, 4 Juli 2026 - 14:35 WIB

KPK Tegas: Menhut Raja Juli Antoni Dianggap Kurang Taat Aturan Terkait Amplop dari Bupati Kuansing

Sabtu, 4 Juli 2026 - 13:43 WIB

Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Masyarakat Dilarang Mendekat Radius 3 Km

Berita Terbaru