Bislaf Jadi Andalan, Kementerian UMKM Pacu Pembiayaan UMKM Sektor Perumahan

- Penulis

Jumat, 12 September 2025 - 15:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kementerian UMKM memfasilitasi UMKM yang bergerak di sektor perumahan untuk dapat mengakses pembiayaan melalui Program Bisnis Layak Funding (Bislaf). (Foto:Ist)

Kementerian UMKM memfasilitasi UMKM yang bergerak di sektor perumahan untuk dapat mengakses pembiayaan melalui Program Bisnis Layak Funding (Bislaf). (Foto:Ist)

Jakarta-Mediadelegasi : Kementerian Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) terus berupaya untuk mendukung pengembangan UMKM di berbagai sektor. Kali ini, Kementerian UMKM memfasilitasi UMKM yang bergerak di sektor perumahan untuk dapat mengakses pembiayaan melalui Program Bisnis Layak Funding (Bislaf).

Inisiatif ini merupakan langkah strategis untuk menjembatani kebutuhan pembiayaan UMKM dengan peluang pendanaan dari berbagai lembaga keuangan dan investor. Selain itu, program ini juga bertujuan untuk mendukung target pemerintah dalam program tiga juta rumah yang menjadi prioritas strategis Presiden Prabowo Subianto.

Dalam acara Intimate Business Matching Bislaf yang diselenggarakan di Bogor, Jawa Barat, pada hari Kamis, Deputi Bidang Usaha Kecil Kementerian UMKM, Temmy Satya Permana, menjelaskan bahwa UMKM memiliki peran sentral dalam pembangunan rumah. Peran tersebut meliputi penyediaan material, kontraktor, hingga jasa pendukung pascahuni.

“Kami berupaya mewujudkan ekosistem yang dapat meningkatkan kapasitas usaha mereka agar siap berperan dalam pembangunan 3 juta rumah,” kata Temmy, seperti dikutip dari keterangan resmi kementerian.

Kementerian UMKM menyadari pentingnya peran UMKM dalam mewujudkan program pembangunan perumahan yang dicanangkan oleh pemerintah.

BACA JUGA:  Daftar Final 23 Pemain Timnas Indonesia: Debut Mathew Baker & Kembalinya Marselino Ferdinan

Berdasarkan data dari Kementerian UMKM, terdapat sekitar 104 ribu UMKM yang bergerak di ekosistem perumahan. Dari jumlah tersebut, sekitar 35 ribu UMKM bergerak di bidang jasa konstruksi, sementara hampir 70 ribu UMKM lainnya berperan sebagai penyedia bahan material.

Meskipun memiliki potensi yang besar, Temmy menyebutkan bahwa UMKM di sektor perumahan masih menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam hal akses pembiayaan.

Oleh karena itu, Program Bislaf diharapkan dapat menjadi jembatan yang menghubungkan kebutuhan modal UMKM dengan peluang pendanaan dari berbagai sumber, termasuk lembaga keuangan, investor, dan program pemerintah.

Pemerintah sendiri telah menyiapkan berbagai kebijakan pendukung untuk sektor perumahan, seperti fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) untuk 350 ribu rumah subsidi, bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS) untuk 38 ribu rumah.

Selain itu, pemerintah juga memberikan insentif pajak pertambahan nilai ditanggung pemerintah (PPN DTP), serta mengalokasikan kredit program perumahan senilai Rp130 triliun dengan bunga bersubsidi. Berbagai kebijakan ini diharapkan dapat meringankan beban UMKM dan mendorong pertumbuhan sektor perumahan.

Dalam kesempatan yang sama, Asisten Deputi Pembiayaan dan Investasi Usaha Kecil, Ali Manshur, menuturkan bahwa acara Intimate Business Matching ini merupakan puncak dari serangkaian bootcamp pendampingan yang telah berlangsung sejak Juni 2025.

BACA JUGA:  Bupati Asahan Resmikan Pameran Mini UMKM

Selama dua hari, 16 UMKM terpilih mengikuti sesi pitching dan mentoring pembuatan pitchdeck, serta sesi one on one dengan lembaga pembiayaan.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan UMKM dalam menarik minat investor dan lembaga keuangan.

Ali berharap kegiatan ini dapat menjadi wadah bagi UMKM untuk memperkuat kualitas perencanaan bisnis mereka dan memperoleh akses pembiayaan yang relevan guna mendorong pertumbuhan usaha.

Dengan adanya akses pembiayaan yang lebih mudah, UMKM diharapkan dapat mengembangkan usahanya dan memberikan kontribusi yang lebih besar bagi perekonomian nasional.

“Kami berharap kegiatan ini dapat memberi manfaat nyata bagi semua pihak, baik UMKM, lembaga keuangan, maupun mitra pendamping,” ujarnya.

Acara ini dihadiri oleh 50 peserta secara daring dan luring, serta melibatkan berbagai lembaga keuangan bank dan non-bank, seperti BTN, BRI, Shafiq, LBS Urun Dana, dan Dana Syariah.D|Red.

 

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pertamina Resmi Naikkan Harga Pertamax
Nama Raffi Ahmad Terseret Dalam Kasus Dugaan Suap Importasi Barang di Bea Cukai
​Kurs Rupiah Terpuruk di Angka Rp18.000, Hasto Kristiyanto Kritik Keras Manajemen Pemerintahan
Tuntut Kepastian Operasional, Investor Dapur SPPG di Wilayah 3T Geruduk Kantor BGN
Rupiah Hancur! Tembus Rp18.175 per Dolar AS
Korlantas Polri Memutuskan Menunda Pelaksanaan Operasi Patuh 2026
Mulai 8 Hingga 21 Juni 2026 Operasi Patuh Digelar Serentak se-Indonesia, Nomor Plat Kendaraan Jadi Prioritas Utama
Daftar Final 23 Pemain Timnas Indonesia: Debut Mathew Baker & Kembalinya Marselino Ferdinan
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 07:47 WIB

Pertamina Resmi Naikkan Harga Pertamax

Selasa, 9 Juni 2026 - 15:03 WIB

Nama Raffi Ahmad Terseret Dalam Kasus Dugaan Suap Importasi Barang di Bea Cukai

Selasa, 9 Juni 2026 - 09:30 WIB

​Kurs Rupiah Terpuruk di Angka Rp18.000, Hasto Kristiyanto Kritik Keras Manajemen Pemerintahan

Selasa, 9 Juni 2026 - 08:26 WIB

Tuntut Kepastian Operasional, Investor Dapur SPPG di Wilayah 3T Geruduk Kantor BGN

Senin, 8 Juni 2026 - 13:02 WIB

Rupiah Hancur! Tembus Rp18.175 per Dolar AS

Berita Terbaru