Jakarta-Mediadelegasi : Badan Narkotika Nasional (BNN) berhasil menangkap 6 awak kapal yang terlibat dalam penyelundupan narkoba jenis sabu-sabu seberat 2 ton di Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau. Kapal MT Sea Dragon Tarawa digunakan untuk mengangkut narkoba tersebut.
Kapal tersebut ditangkap oleh tim gabungan yang terdiri dari BNN, TNI, Polri, dan Ditjen Bea Cukai pada 20 Mei 2025 saat melewati perairan Indonesia.
Sabu-sabu seberat 2 ton tersebut disembunyikan di kompartemen samping mesin kapal dan kompartemen bagian depan kapal. Petugas berhasil mengamankan 6 awak kapal yang terdiri dari 4 WNI dan 2 warga negara Thailand.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala BNN, Marthinus Hukom, saat jumpa pers di Batam, Kepulauan Riau, Senin (26/5/2025) mengatakan bahwa keenam awak kapal tersebut telah ditetapkan sebagai tersangka. Mereka adalah Fandi Rahmandani, Leo Chandra Samosir, Richard Halomuan, Hasiluan Samosir, Mirapad Pongwan, dan Terapong Lakhparadube.
Penangkapan sindikat narkoba ini bermula saat BNN menerima informasi adanya peredaran narkoba jaringan internasional dengan Kapal MT Sea Dragon yang melintas perairan Batam pada 20 Mei 2025.
Marthinus menduga bahwa narkotika yang diangkut dalam kapal itu akan didistribusikan ke sejumlah negara. BNN berharap dapat mengungkap jaringan narkotika yang lebih luas.
Petugas gabungan melakukan penggeladahan isi muatan dan pemeriksaan awak kapal setelah menangkap kapal tersebut. Mereka menemukan 67 kardus yang berisi 2.000 bungkus narkotika jenis sabu seberat kurang lebih 2 ton.
Sabu-sabu tersebut dibungkus dengan kemasan khas yang lazim digunakan sindikat jaringan narkotika Golden Triangle. BNN akan terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap jaringan narkotika yang lebih luas.
BNN bersama dengan lembaga terkait akan terus melakukan upaya pencegahan peredaran narkoba di Indonesia. Mereka berharap dapat mengurangi dampak negatif narkoba bagi masyarakat.
BNN berhasil menangkap 6 awak kapal yang terlibat dalam penyelundupan narkoba jenis sabu-sabu seberat 2 ton di Karimun. Mereka akan terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap jaringan narkotika yang lebih luas. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.












