Deadline Hitungan Bulan, Progres Belum Setengah Main

Deadline Hitungan Bulan, Progres Belum Setengah Main
Terowongan air bendungan Lau Simememe, Rabu (6/4). Foto: D|maruli agus salim

Menurut Jesayas Sihombing, keterlambatan capaian progress karena jatah waktu habis termakan oleh tuntutan masyarakat atas lahan kawasan area Bendungan Lau Simeme. “Action pengerjaan fisik baru dimulai Tahun 2019, sementara dari Tahun 2016 kami harus menyahuti perjuangan masyarakat atas lahan yang mereka usahai secara turun temurun,” katanya.

Namun demikian, Jesayas Sihombing optimis, Desember 2023 progres tercapai. Kalau pun tak rampung, katanya, pihaknya pasrah dan berharap atas adanya peraturan yang membenarkan sebab atas keterlambatan. “Berharap kepada pemangku kebijakan bisa mendukung kami sepenuhnya, bahwa keterlambatan ini karena faktor di luar progress,” sebutnya.

Bendunganan Lau Simeme merupakan bagian dari program 65 Bendunganan Kementerian PUPR untuk mendukung ketahanan pangan dan air nasional, kemanfaatannya sangat diperlukan masyarakat, salah satunya untuk mengatasi banjir Kota Medan dan sekitarnya dengan mengatur debit air di Sungai Deli dan Sungai Percut.

Bacaan Lainnya

Selain mendongkrak kepariwisataan dan menumbuhkan ekonomi lokal, kemanfaatan Bendungan Lau Simeme juga dirancang sebagai ketersediaan tekanan air yang mampu menjadi sumber pembangkit listrik (PLTA minihidro) sebesar 2,80 MW.*bersambung

Catatan | Maruli Agus Salim | Mediadelegasi

Pos terkait