Dokter G Minta Maaf, Kadis Kesehatan Menduga Hanya Dua Anak

- Penulis

Jumat, 21 Januari 2022 - 22:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cuplikan dari video viral dugaan vaksin kosong di SD Wahidin Medan Labuhan. Foto: D|Ist

Cuplikan dari video viral dugaan vaksin kosong di SD Wahidin Medan Labuhan. Foto: D|Ist

Medan-Mediadelegasi: Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara (Sumut) akhirnya memeriksa tenaga kesehatan dokter G dan petugas aplus brinisal W. Langkah polisi ini pascavideo viral diduga suntikan vaksin kosong terhadap anak Sekolah Dasar Wahidin di Medan Labuhan, Senin 17 Januari lalu.

Informasi berhasil dihimpun Mediadelegasi, hingga Jumat 21 Januari 2022, menyebutkan status hukum dr G dan W masih sebagai saksi. Di tengah pemeriksaan polisi, Dokter G pun tampak menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat atas kesilapan yang dia lakukan.

Pada bagian lain, Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan Dr Taufik Ririansyah mengungkapkan, dari hasir koordinasi yang dia lakukan, menduga hanya dua siswa yang tersuntik vaksin kosong.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi membenarkan penyelidikan terhadap kasus dugaan vaksin kosong itu. Dalam konferensi pers, Jumat (21/1), Hadi Wahyudi menjelaskan sejumlah alat bukti telah dikumpulkan.

BACA JUGA:  292 Polisi Ikuti Penyegaran dari Divhubinter Mabes Polri

Termasuk video direkam saat pelaksanaan vaksinasi anak usia 6-11 tahun di SD Wahidin Medan Labuhan pada hari Senin 17 Januari lalu. Vaksinasi itu digelar oleh Polsek Medan Labuhan Polres Pelabuhan Belawan bekerjasama dengan RS Delima Martubung.

Hadi menuturkan video tersebut direkam oleh orang tua korban K saat sang anak O, 11, tengah divaksinasi. Setelah kembali ke rumah, orangtua korban memperlihatkan dan mengirimkan video tersebut kepada keluarganya, lalu pada hari Kamis kemarin, video tersebut viral di media sosial.

“Saat ini Polda Sumut tengah memeriksa vaksinator Inisial G dan petugas aplus inisial W. Keduanya tenaga kesehatan di RS Delima Martubung dan kita juga akan terus mendalami dengan meminta keterangan saksi ahli,” lanjut Hadi.

BACA JUGA:  Kloter Pertama 360 Calon Haji Embarkasi Medan Masuk Asrama

Hadi menyebutkan, untuk barang bukti rekaman video, spuit serta daftar vaksinasi sudah disita. Sampel darah korban juga akan dilakukan pengujian ke BPOM Medan serta akan diperiksa oleh ahli IDI Sumut. D|Med-55

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemko Medan Anggarkan Rp300 Juta dari APBD 2026 untuk Rehabilitasi Ruangan di Kejati Sumut
​Melihat Kebaikan di Tengah Kekurangan
Pasangan Kekasih Ditangkap Polisi, Rutin Siarkan Konten Asusila Live dari Hotel Demi Cuan Jutaan Rupiah
Benny Sinomba, “Bapak Pendidikan Medan” yang Tinggalkan Jejak Perubahan di Dunia Pendidikan
Kajati Sumut Muhibuddin Lantik Wakajati, Aspidum hingga Tujuh Kajari, Tekankan Integritas dan Nurani dalam Penegakan Hukum
DPD Ikanas Sumut 2025-2030 Dinahkodai Erwan Rozadi Nasution Resmi Dikukuhkan, Bobby Nasution Beri Apresiasi
Diduga Melakukan Kelalaian Medis Dalam Operasi Pasien, dr RD Disomasi dan Dilaporkan ke Polda Sumut
LLDIKTI 1 Terus Menjadi Sorotan: Beberapa Paket Pengadaan Internal Terasa Janggal

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 13:15 WIB

Pemko Medan Anggarkan Rp300 Juta dari APBD 2026 untuk Rehabilitasi Ruangan di Kejati Sumut

Minggu, 17 Mei 2026 - 09:31 WIB

​Melihat Kebaikan di Tengah Kekurangan

Sabtu, 16 Mei 2026 - 15:34 WIB

Pasangan Kekasih Ditangkap Polisi, Rutin Siarkan Konten Asusila Live dari Hotel Demi Cuan Jutaan Rupiah

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:03 WIB

Benny Sinomba, “Bapak Pendidikan Medan” yang Tinggalkan Jejak Perubahan di Dunia Pendidikan

Selasa, 5 Mei 2026 - 18:17 WIB

Kajati Sumut Muhibuddin Lantik Wakajati, Aspidum hingga Tujuh Kajari, Tekankan Integritas dan Nurani dalam Penegakan Hukum

Berita Terbaru