Dolar AS Tembus Rp 17.800, Purbaya Sebut Pelemahan Rupiah Tak Masuk Akal

Kamis, 28 Mei 2026 - 11:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas memperlihatkan uang rupiah dan dolar Amerika Serikat di tengah penguatan kurs dolar AS yang menembus level Rp 17.800 terhadap rupiah, Kamis (28/5/2026). Foto: Ist.

Petugas memperlihatkan uang rupiah dan dolar Amerika Serikat di tengah penguatan kurs dolar AS yang menembus level Rp 17.800 terhadap rupiah, Kamis (28/5/2026). Foto: Ist.

Jakarta-Mediadelegasi: Nilai tukar dolar Amerika Serikat kembali menunjukkan penguatan terhadap rupiah pada perdagangan Kamis (28/5/2026). Mata uang Negeri Paman Sam bahkan menembus level Rp 17.800 per dolar AS.

Berdasarkan data perdagangan pagi, kurs dolar AS tercatat berada di posisi Rp 17.858. Angka tersebut menguat sekitar 57 poin atau setara 0,32 persen dibanding perdagangan sebelumnya.

Penguatan dolar AS tidak hanya terjadi terhadap rupiah. Mata uang tersebut juga tercatat menguat terhadap sejumlah mata uang utama dunia lainnya.

Dolar AS terpantau naik terhadap won Korea Selatan, yen Jepang, dolar Kanada, hingga franc Swiss. Sementara terhadap dolar Hong Kong, mata uang AS justru mengalami pelemahan tipis.

Secara rinci, dolar AS menguat sekitar 0,51 persen terhadap won Korea Selatan. Kemudian menguat 0,05 persen terhadap yen Jepang.

BACA JUGA:  Menkeu Purbaya Akan Investigasi Mendalam Implementasi KUR, Ancam Sanksi Berat Bank yang Persulit UMKM

Selain itu, dolar AS juga naik 0,09 persen terhadap dolar Kanada dan menguat 0,20 persen terhadap franc Swiss. Sedangkan terhadap dolar Hong Kong, mata uang AS melemah tipis sekitar 0,03 persen.

Kondisi pelemahan rupiah ini mendapat sorotan dari Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Ia mengaku heran sekaligus tertekan melihat kurs dolar AS yang terus merangkak naik hingga mendekati Rp 17.900.

Menurut Purbaya, pelemahan rupiah saat ini dinilai tidak sejalan dengan kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang masih cukup baik. Ia menyebut situasi tersebut tidak masuk akal jika dibandingkan dengan kondisi ekonomi nasional saat ini.

“Biasanya nilai tukar melemah ketika ada gangguan fundamental ekonomi. Namun sekarang ekonomi kita dinilai cukup bagus,” ujar Purbaya saat ditemui di kantor Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta Selatan.

BACA JUGA:  Purbaya Yudhi Sadewa Akan Tempatkan Puluhan Triliun Dana SAL di Bank Jakarta

Meski rupiah mengalami tekanan, pemerintah memastikan kondisi pasar obligasi domestik masih relatif terkendali. Hal tersebut terlihat dari penurunan imbal hasil atau yield obligasi pemerintah Indonesia.

Purbaya menjelaskan, stabilitas pasar obligasi tetap terjaga karena adanya langkah intervensi pemerintah melalui operasi pasar Surat Berharga Negara (SBN) atau treasury operation.

Menurutnya, langkah tersebut dilakukan untuk menjaga stabilitas pasar keuangan sekaligus menahan tekanan terhadap nilai tukar rupiah di tengah penguatan dolar AS secara global.

Pemerintah juga memastikan akan terus melakukan langkah lanjutan guna menjaga kestabilan rupiah. Selama pasar obligasi Indonesia tetap terjaga dan aliran modal asing masih masuk, pemerintah optimistis tekanan terhadap mata uang domestik dapat dikendalikan. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KPK Bantah Video Jemput Paksa Nusron Wahid: Penyidik Siapkan Panggilan Ulang
Dirjen Imigrasi Pastikan Menteri ATR Nusron Wahid Sudah Kembali ke Indonesia Usai dari Singapura
KPK Surati Panglima TNI Soal Dugaan Korupsi Dana Bencana BNPB yang Libatkan Oknum Prajurit
Tim Advokasi Hadiri Gelar Perkara Bareskrim Polri Terkait Suket Penyetaraan Ijazah Gibran
PDIP Bantah Operasi Politik Ijazah Jokowi: Pembuktian Cukup Tunjukkan Dokumen Asli
KMP Batu Mandi Terbakar di Merak: ASDP Ungkap Kronologi dan Sampaikan Permohonan Maaf
Tersangka Blackout Batam-Bintan Ditangkap: 4 Petugas PLN dan 1 Kontraktor Jadi Tersangka
Demo di Tugu Tani: Aliansi Mahasiswa Bawa 5 Tuntutan, dari Karhutla hingga Biaya Pendidikan
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:34 WIB

KPK Bantah Video Jemput Paksa Nusron Wahid: Penyidik Siapkan Panggilan Ulang

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:06 WIB

Dirjen Imigrasi Pastikan Menteri ATR Nusron Wahid Sudah Kembali ke Indonesia Usai dari Singapura

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:10 WIB

KPK Surati Panglima TNI Soal Dugaan Korupsi Dana Bencana BNPB yang Libatkan Oknum Prajurit

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:41 WIB

Tim Advokasi Hadiri Gelar Perkara Bareskrim Polri Terkait Suket Penyetaraan Ijazah Gibran

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:03 WIB

KMP Batu Mandi Terbakar di Merak: ASDP Ungkap Kronologi dan Sampaikan Permohonan Maaf

Berita Terbaru